soul-freedom-chained-acrylic-painting-depicting-chained-foot-fetters-impressionist-style-by-ishrath-humairah-khalil-gibran-poem-inspired1

- Lamunan Malam – tentang kebebasan

Bertanya tentang kebebasan

Belajar mengenai kebebasan dari seorang Guru

Guru dapatkah aku bertanya

“Apa itu bebas ?”

Dia hanya berkata

“Engkau akan bebas bukan ketika hari-harimu kosong dari keprihatinan

Dan malam-malammu sepi dari keinginan dan kesedihan… “

Kemudian dia berkata lagi

“………Tapi bila hal-hal yang membelengu hidupmu dapat kau atasi,

maka engkau akan lepas dan bebas”

Guru dapatkah aku berkata

“Aku ingin bebas, bebas dari ketakutan, bebas dari kesusahan..”

 

Dia berkata lagi

“Dan jika kesusahan itu hendak kau tanggalkan, sesungguhnya kesusahan itu telah kaupilih oleh dirimu sendiri, bukan dibebankan kepadau.”

Lagi katanya

“Dan jika ketakutan ingin kau hilangkan, sesungguhnya singgasana ketakutan itu adal di dalam dirimu, bukan di tangan orang yang kau takutkan.”

Dan ingat ini….

“Inilah kebebasanmu apabila ia kehilangan kekangnya, menjadi kekang bagi kebebasan yang lebih besar.”

…..

Dan sekejap kebebasan bukanlah suatu tujuan, tapi proses akan penemuan kebebasan lainnya.

 

Kita tak akan bisa sepenuhnya bebas, hanya kadang merasa bebas dari sesuatu dengan mengikatkan diri kepada sesuatu

 

Bebas untuk terikat, diikat untuk bebas.

 

 

 

Terinspirasi dari Seorang Guru Besar

Kahlil Gibran dalam karyanya The Prophet

-Tentang Kebebasan-

Oleh Tian_ksw

picture taken from http://wanderingmist.com/my-paintings/soul-freedom-chained-khalil-gibran-on-freedom

IMG_6385

-Lelamun Sorean-

Sore ini aku hanya ingin melamun

Menatap semu bayang masa lalu

Menatap nanar cahaya masa depan

Mengintip melalui lubang kecil yang dinamakan waktu

Entah mengapa waktu berputar cepat sekali

Secepat sore yang berganti malam

Secepat tsunami yang menyapu daratan

Ada yang disebut bayangan masa lalu

Ada yang dikatakan impian masa depan

Tapi kini di sore ini

semua menyatu menjadi Satu

Berhenti di depan mata Nampak seperti nyata

Seperti sebuah benda dimensi yang dapat dipegang

Kumainkan benda yang kusebut masa lalu

Kupegang lebut, kuputar, kusentuhkan jariku

Rasanya dingin, ada bagian yang kasar ada bagian yang lunak

Bentuknya begitu abstrak tak dapat dibentuk lagi

Pada bagian yang kasar kutemukan bopeng kecil disana

Disudut tersembunyi jauh dari pandangan mata

Tapi nampak jelas saat bagian itu dihadapkan ke wajah

Sungguh buruk, sungguh rusak, sungguh hancur

Tak begitu lama kumenyentuh bagian kasar itu

Aku berpaling ke bagian lembut

Dimana hampir pasti tidak ada bopak

Goresanpun tak ada

Halus, mulus, rapi tanpa cacat

 ….

Kuletakan kembali benda itu

Kini ku sentuh benda disebelahnya

Benda yang disebutkan impian masa depan

Lebih hangat dibandingkan benda yang pertama

Dan Nampak halus lembut di semua sisi

Rasanya tidak ada kelembutan yang menyamai benda ini

Dan benda ini sangatlah fleksible, mudah dibentuk

Layaknya memegang butiran embun yang meleleh di tangan

Layaknya memegang sebuah lilin mainan seorang anak

Lembut layaknya busa yang menempel di tangan

Lembut… lembut sekali

Sesekali aku mencoba membuat sesuatu dari benda tersebut

Kubentuk menyerupai bola besar tanpa sudut

Dengan garis halus di setiap sisinya

Jadilah benda itu bola terlembut dan terindah

Dengan pantulan sinar sempurna di semua sisinya

Sekarang kubentuk segitiga

Menyerupai piramida diatas lautan pasir mesir

Dengan sudut cukup tajam di ketiga sisinya

Tapi herannya sudut itu terlihat sempurna tanpa melukai tangan

Piramida terhebat yang pernah kulihat

Lebih gagah daripada piramida yang ada di mesir

Lebih sempurna dengan warna emasnya

Kuubah lagi menjadi bentuk kesukaanku

Seperti lingkaran dengan sudut

Penuh kelembutan dan kehalusan

Ditambah dengan sedikit lekukan layaknya pelangi

Dan sebuah sudut gagah nian

Menjadi sebuah bentuk hati, sempurna

Perpaduan lingkaran dan piramida

Indah… indah… tiada bosan kumelihatnya

Memperhatikannya berulang kali

Braaakkk….

Pintu kamar dibuka mendadak

Sontak mata melihat spontan memandang

Dan saat kembali menatap dua benda tersebut sudah hilang

Hilang lenyap dari pandangan

Hilang lenyap dari sentuhan

Ahh… seandainya benda itu bisa kutemukan lagi

Pasti akan kusimpan dalam sebuah peti emas

Sebuah penanda akan hadirnya waktu

Sebuah peringatan akan kejamnya waktu

Sebuah pengingat akan Indahnya waktu

( Ditulis Oleh Tian_ksw sembari mendengarkan Hujan di mimpi-nya Banda Neira)

Pekerjaan Yang Membosankan

Apa pekerjaan paling membosankan di muka bumi ini? MENUNGGU

Apa hal yang paling menyenangkan di muka bumi ini? MENANTI SESUATU YANG PASTI

Kenapa-Menunggu-itu-Sulit-dan-Membosankan

Menanti kereta yang tak kunjung tiba, menanti bus kota yang ramai diujung jalan, menanti kemacetan yang tak kunjung terurai, menanti tanggal gajian yang tak kunjung tiba dan sederetan kata menanti lainnya yang bisa disebutkan.

 Setiap hari, setiap waktu dan setiap saat kita selalu diperhadapkan dengan penantian dan harus senantiasa menunggu. Menunggu dan menanti adalah hal yang akan sangat akrab di dalam kehidupan kita. Kadang membuat kesal kadang membuat senang, kadang butuh waktu lama, kadang sama sekali tak terasa.

Itu baru hal-hal yang akrab di sekeliling kita, belum lagi penantian jangka panjang yang terkait dan terikat seperti masa depan, jodoh, pekerjaan, cita-cita bahkan kekekalan. Lagi-lagi kita harus senantiasa menanti dan menunggu.

Pertanyaannya sederhana, kenapa kita harus menanti dan menunggu, kenapa kita harus selalu diperhadapkan dengan hal tersebut, padahal waktu kita akan senantiasa selalu terbatas dan dibatasi. Kenapa harus ada kata menanti dalam hidup.

Jawabannya yang kompleks, selama kita hidup dalam suatu rentang waktu, agaknya kita akan terus dan tetap menanti dalam penantian tahap hidup yang selanjutnya. Apakah penantian itu menjadi bagian hidup? Sudah tentu iya jawabannya. Penantian tidak bisa kita buang begitu saja di dalam hidup kita, sudah melekat tetap, dan menjadi bagian proses hidup.

Kadang bukan penantiannya yang harus kita sikapi, tetapi ada dua hal yang agaknya krusial untuk bisa kita sikapi dan fokus di dalamnya, yaitu apa yang kita nanti dan bagaimana sikap kita dalam menanti.

Apa yang kita nantikan menentukan indah atau tidaknya penantian kita itu. Dalam artian kita membicarakan seberapa pentingnya apa yang kita nantikan itu, seberapa berharapnya kita terhadap hal tersebut, seberapa pastinya penantian, dan seberapa layaknya hal tersebut dinantikan. Seorang yang dengan sabar menunggu dan menanti commuter line tiba sudah tentu merasa penting untuk menanti, penting supaya dia dapat pulang ke rumah, layak karena itulah sarana yang dia perlukan untuk pulang, pasti karena jadwal kereta yang sudah ada. Menanti gaji? Yah sudah tentu penting, waktunya pun biasanya sudah ditentukan, tinggal kita bisa menunggu dengan sabar atau tidak.

Lalu bagaimana sikap kita dalam menunggu?

Sesungguhnya pembelajaran karakter ituh adalah saat berada di stasiun kereta dengan situasi menunggu kereta api yang terlambat. Disitu akan terlihat semua bentuk karakter, sikap, dan mental orang yang menanti dan menunggu kereta tiba. Ada yang sabar luar biasa, ada yang ngomel-ngomel ndak jelas, ada yang menyerah kalah dan memilih naik kendaraan yang lain, ada yang cenderung menyalahkan orang lain, pokoknya buanyaak banget deh.

Jadi bagaimana seharusnya kita menikmati sebuah penantian itu?

Sederhana, anggaplah penantian itu adalah sesuatu yang layak diperjuangkan, selama apapun itu pasti tak akan bosan. Anggaplah penantian itu sesuatu yang pasti untuk dinanti, selama papaun penantian itu sudah tentu akan berbuah manis karena pasti. Anggaplah penantian ituh adalah permainan waktu, dimana kita harus senantiasa menikmati permainan itu dengan hati yang gembira layaknya orang yang sedang bermain video game.

Dan yang terakhir yang paling penting adalah, hendaklah setiap penantian itu selalu disertakan di dalam hal yang tepat dan kepada pribadi yang tepat, di dalam doa dan iman. Karena penantian akan selalu berbuah manis ketika kita menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan, Pribadi yang tepat, waktu yang  tepat dan tujuan yang tepat.

Selamat menanti.

Tian_ksw

Repost: Bagaimana Caranya Kami Curang ? #tanyaKenapa

Exit poll kalah menuduh curang.
Quickcount kalah menuduh curang.
Real count kalah menuduh curang..
Rekap KPU kalahmenuduh curang.

Pemilu di pusat pemerintahan ibu kota JAKARTA kalah, minta diulang
Sudah diulang di 16 TPS Jakarta , tetap kalah di Jakarta..
Sekarang minta lagi pemilu ulang di di 5600 TPS Jakarta..
Kemudian Mendesak meminta SELURUH pemilu diulang…
Lalu meminta keputusan KPU ditunda.

Memangnya raja yang harus dipatuhi semua keinginannya. ??
Memangnya tugas rakyat hanya mencoblos ??
Memangnya pemerintah hanya sekedar orang suruhan kalian ??
Memangnya trilyunan dana negara dibuang hanya untuk mengabulkan ambisi kalian saja.

Mengaku tak mungkin kalah ribuan kali.
Media kalian semuanya menyiarkan klaim kemenangan hasil perhitungkan suara..
Kalianpun sudah mengumumkan kemenangan, bahkan sudah melakukan sukuran sebelum pengumuman resmi.
Baru baru ini media kalian juga sudah mengedarkan video pengakuan kekalahan pak Jokowi…
Kami juga digembar gemborkan akan membuat kerusuhan karena pasti kalah, dan seolah kami tak terima dengan kekalahan kami…
JELAS SUDAH KALIANLAH SANG PEMENANGNYA ….

Lalu mengapa masih merasa perlu mengumpulkan 2000 advokat.??
Masih merasa perlu mendesak untuk pemilu ulang ??

Bagaimana caranya kami curang ??

tanda-tanya

 

Partai penguasa negeri ini ada bersama kalian..
Dua pertiga partai besar mendukung di belakang kalian. ….
Parlemen kami dikuasai orang orang kalian
Golongan orang kaya dan ekstrimis agama ada di pihak kalian. ..
Ormas ormas …aliansi bisnis, aliansi dagang ..aliansi profesi… bahkan ibu-ibu pengajian-pun sudah dalam genggaman kalian..
Petinggi negara, dari eselon tertinggi sampai pak RT berada di pihak kalian.
Enam puluh persen Gubernur dan kepala daerah seluruh Indonesia, yang menjadi penyelenggara pemilu di daerah kekuasaan masing masing, itupun berasal dari partai dalam koalisi kalian.
Aparat yang biasanya menjaga kami pun, menjual kesetiaan pada kalian.
Uang kalian begitu berlimpah. .. itupun juga tak pernah habis..

Mampu berpromosi bertahun tahun.. dan selama periode kampanye mampu setiap 5menit sekali beriklan di prime time beberapa stasiun televisi…
Kalian mampu membayari puluhan acara seremonial deklarasi, mengundang sukuran dan silaturahmi di hotel hotel ber-bintang ..menyediakan ratusan ribu seragam putih berbodir garuda indah dan box
makanan bagi simpatisan kalian,sedangkan simpatisan kami membawa bekal makanan berbuka sendiri sendiri. Dan hampir tak pernah berseragam, kecuali seragam kotak lusuh yg dibelinya kala pemilihan gubernur DKI bertahun yang lalu…
Kalian begitu tinggi di atas… begitukaya…begitu memiliki segalanya..

In term of networking, power and money.. we are nothing against you …

Jika para elit politik, elit sosial, elit entreperneur ada di pihak kalian.
Jika semua leader …semua orang cerdas dan semua laki laki jantan di Indonesia sudah kalian klaim memihak kalian seluruhnya..
Sedang kami hanya memiliki hati rakyat…

Bagaimana caranya kami curang ??

 

tanda-tanya

#tanyakenapa

#harusLegowo

 

 

 

repost dari group sebelah yang cukup menginspirasi

sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/53cbe45512e2570a6f8b4639/ask-bagaimana-caranya-kami-curang/

Kenanglah Rindu ini

Malam ini aku kembali terlarut

Terlarut dalam setiap kenangan yang tercipta

Kenangan akan sebuah waktu Kenangan akan sebuah kenyataan

Dalam kenang, dalam bayang melalui sebuah alunan

Alunan nada dalam untaian makna

Alunan bintang dalam gelapnya malam

Alunan hawa dingin dalam hangatnya lampu pijar

Apa yang telah dicapai, tercapai dan yang takkan pernah tercapai

Semua bagaikan Slideshow yang ditampilkan

Runut dari slide pertama menuju slide selanjutnya

Mengingatkan bahwa ada sebuah cerita

Sebuah tanda tanya, tanda seru, titik bahkan koma

Apa yang telah kutinggalkan

Apa yang tertinggal di belakang sana

Yang entah masih mungkin atau tidak untuk kembali

Mengambil dan mmbawa apa yang tertinggal itu ke masa kini

Apa yang telah kulepaskan

Melepaskan sesuatu demi mendapatkan sesuatu

Entah penting atau tidak

Entah berguna atau tidak

Apa yang telah kuperbuat

Entah disengaja atau tidak

Entah dapat diulang atau tidak

Entah dengan penyesalan atau legowo

….

Banyak yang telah kulepas, kutinggalkan, kuperbuat

Dengan apa aku dapat menggantikan semua itu

Penyesalan pembelajaran atau kesedihan

Semua yang berlalu biarlah berlalu

Terkubur indah dalam nisan kenangan

Membawanya dalam lamunan sepi setiap malam

Berharap untuk kembali digali dan diratapi

Tapi sesungguhnya nisan hanya untuk didatangi

Dikunjungi dengan taburan bunga dan senyum

Didatangi dengan sebuah pembelajaran bahwa kenang dapat berguna kelak

Berguna bagiku, bagimu dan bagi semua orang

Dalam kenang yang lalu selalu ada Tuhan disana

Satu yang pasti Tuhan beserta selalu

Dalam kenang, terlebih dalam nisan pekuburan

Menghibur hati memulihkan masa depan

Menjanjikan penghiburan menyatakan kemenangan

Dan aku ingin dalam setiap nisan kenangku

Selalu tercantum kata syukur dan Tuhan di dalamnya.

Karna Tuhan baik

Dahulu sekarang dan selamanya.

GodIsGood1

Oleh Tian_ksw

Investasi anti mainstream

Image

Sebuah pelajaran berharga yang aku dapatkan pagi ini. Diawali dengan membaca bukunya Joel Osteen “Become a Better you” sampai di bab bagaimana kita bisa dan harus menginvestasikan kebaikan dalam menjalin hubungan. Sederhana saja ilustrasinya, sama seperti kita menabung di bank, sudah tentu saat kita akan mengambil sejumlah uang yang kita butuhkan di atm, kita harus memiliki saldo yang cukup untuk pengambilan itu, jika tidak yah tentu saja atm akan menolaknya dan nggak bakalan ada sepeserpun uang yang keluar dari mesin tersebut.

Ternyata yang bisa ditabung ituh bukan hanya uang saja. Menabung perbuatan-perbuatan baik tentu saja sangat perlu. Investasi kebaikan namanya. Namun tentunya prinsip-prinsip yang diterapkan dalam investasi kebaikan jauh beda dengan investasi uang. Dalam menginvestasikan kebaikan, sebisa mungkin kita tidak mengharapkan yang namanya “imbal jasa” atau “bunga”. Dalam investasi kebaikan kita juga nggak bisa menuntut kebaikan dari orang yang telah kita bantu. Dalam investasi kebaikan kita harus tulus dan tanpa pamrih ketika berbuat kebaikan kepada orang lain. Sederhananya adalah dalam investasi kebaikan, sebisa mungkin kita sedikit menuntut tapi banyak memberi. Karena kunci utama dalam investasi kebaikan adalah kerelaan hati.

Trus apa donk yang kita dapatkan dari investasi kebaikan yang menguntungkan kita? Nah ini dia nih pertanyaan yang bakalan sering terlontar, karena kalau mendengar kata investasi sudah tentu berkaitan erat dengan keuntungan, klo nggak untung ngapain investasi kan..hahahha… Bagaimana klo kita mengganti kata keuntungan menjadi berkat. Berkat yang ada di dalam hal-hal yang tak terduga. Contohnya sedikit senyuman dan sapaan untuk tukang parkir selain sekedar memberikan uang dengan muka masam, di lain kesempatan, saat kita mencoba parkir di tempat yang sama dengan kondisi penuh sesak, dengan cekatan tukang parkir yang telah merasakan sapaan hangat dan senyuman tulus dari kita pasti akan mencarikan tempat parkir untuk kita, sesulit apapun itu. Nah berkat sederhana kan dari hal-hal yang tak terduga. Atau ketika mbok-mbok yang suka datang ke rumah untuk pijat sedang kesusahan uang dan meminjam kepada kita sejumlah uang dengan janji akan dikembalikan, pada suatu saat ketika penghuni rumah sedang kelaparan krna nggak ada makanan di tudung saji, tiba-tiba saja si mbok itu datang ke rumah dengan tujuan mengembalikan uang ditambah membawa makanan dan lauk yang cukup untuk dimakan, berkat tidak terduga juga kan.

Nah intinya adalah ketika kita tulus berbuat baik kepada seseorang tanpa mengharapkan si orang tersebut membalas perbuatan baik kita secepatnya atau sesuai kehendak kita, Maka Tuhan yang Maha Kasih sudah tentu melihat dan tersenyum melihat ketulusan hati kita, dan seringnya Tuhan mendatangkan berkat itu melalui hal-hal yang tidak terduga, sederhana dan juga melalui orang yang tidak kita duga juga.

Jadi sebenarnya nggak ada salahnya kok kita berinvestasi kebaikan, walaupun untung yang ada tidak bisa diukur dengan table bunga, anuitas hitungan tahun atau bahkan hitungan keuangan lainnya. Tetapi yang jelas saat kita berinvestasi kebaikan berdasarkan ketulusan maka bersiaplah untuk kejutan-kejutan yang Tuhan berikan tidak terduga kepada kita. Tapi ingat jangan mengharapkan sebuah kejutan, karena kejuta yang diharapkan berarti bukan kejutan donk, dan nggak jarang justru orang yang menanti dan berharap amat sangat sama kejutan itu menuai kekecewaan karena selalu berekpektasi dan berasumsi berlebihan. So make it simple ajah sih, mulai invetasi kebaikan, landasi dengan ketulusan, tanpa pamrih, dan jangan mengharapkan apapun baik itu dari orang yang kita berikan perbuatan baik ataupun dari Tuhan. Karena sesungguhnya kepada orang yang tulus iklaslah Tuhan sering menunjukan kejutan-kejutan kehidupan.

Jadi yuk mulai berinvestasi, selain investasi uang, investasi kehidupan juga donk…

Karena sesunguhnya dunia akan menjadi sangat baik ketika orang berbondong-bondong melakukan kebaikan untuk orang lain tanpa pamrih.

Face the world with a kindness

Tian_ksw@02102013

follow @tian_ksw