Lifestyle yang lagi “in” nih brow….

Posted: August 28, 2013 in Uncategorized
Tags: , , , , , ,

Image“ Brow….brow….. jaman sekarang ga punya gadget canggih macam android sama ios mah ga gaul brow..”

“ Bor, gaul itu lw punya akun twitter dengan followers ribuan bahkan jutaan bor…”

“Ah eluu, Anak jaman itu kerjaannya tiap malem muterin jaksel, ke umbra, beer garden dll brow.. party party”

“Ahh itu mah udah biasa, gaul itu yah anti mainstream brow, klo biasanya orang pada foto makanan sebelum mereka makan trus diupload di instagram, nah gw foto makanan pas makanannya udah abis sob… anti mainstream…”

Hahahhha….. Kocak-kocak deh yak definisi gaul sekarang. Bahasa kerennya sih anak jaman gitu, yang artinya selalu terupdate dan punya lifestyle yang kekinian. Sebut saja punya gadget series terbaru dengan segala fitur di dalamnya. “ Wuiihhh iphone 5 cuy… slim abis designnya…” atau update fashion terbaru ala-ala designer kondang, kondang bukan kondangan yak..hehe..

Atau hobi deh, yang lagi gaul banget adalah hobi travelling, coba aja tengok di toko buku terdekat, buanyak banget guide book hingga kisah-kisah novel para travelers sejati yang berhasil mengelilingi dunia. Pencapaiannya adalah seberapa banyak tempat yang bisa dikunjungi, seberapa jauh kaki ini melangkah dan seberapa banyak foto-foto ciamik dengan camera 360 diupload.

Gw gaul karena gw punya ini itu, gw gaul karena gw sering nongkrong di kemang, gw gaul karena gw suka travelling, gw gaul karena gw tau hal-hal yang okeh yang lagi jadi trending topic di social media, gw gaul karena tau dan bisa nyanyi semua list lagu di inul vista.. Asli gaul abis gw men… Anak jaman abis gw men..

But someday, di tempat makan yang dibilang gaul yakni di daerah kemang, gw dapet pencerahan banget apa arti sesungguhnya gaul itu. Gaul terkait dengan lifestyle atau gaya hidup, dimana semua orang ingin memiliki gaya hidup yang kekinian supaya dapat disebut gaul. Based on fact, banyak orang (mungkin termasuk gw kali yah) mendefinisikan gaya hidup hanya sebatas benda yang dimiliki, atau hobi yang disukai, atau juga tempat tongkrongan yang sering ditongkrongin setiap hari. Gaya hidup bisa juga berarti keupdate-an kita terhadap segala hal yang mendunia, mulai dari k-pop sampai k-pok-ame-ame-belalang-kupukupu. Gaya hidup diidentikan dengan trend kekinian yang harus dipunyai dan ditambahkan kepada diri kita. Padahal….. Gaya hidup sebenarnya lebih daripada itu. Gaya hidup mencerminkan karakter kita. Gaya hidup melambangkan sejauh mana kita menghargai sesuatu. Gaya hidup kadang mengajarkan sendiri kepada kita arti hidup ini.

Terlepas dari apapun kepercayaan kita, muslimkah, hindukah, budha, nasrani, dll pasti kita memiliki keyakinan bahwa ada Tuhan yang menganugrahi hidup kita dunia ini. Bukan saja menganugrahi hidup, tetapi juga segala sesuatu untuk menunjang kehidupan. Seberapa banyak dari kita yang merasakan bukti nyata doa-doa kita dijawab? Ayoo ngaku… angkat tangaan…. Saya..saya..saya (*angkat tangan tinggi). Entah seberapa senangnya saat kita menyadari bahwa setiap doa kita dijawab Tuhan tepat pada waktunya. Minta mobil, jreeengg sebulan kemudian mobil terios sudah terparkir di depan rumah. Minta kerjaan, jreeeeng sebulan kemudian dapet panggilan kerja walaupun pada akhirnya resign lagi resign lagi ..hehhe… Minta pacarr, jreeenggg.. belum dapat juga sampai sekarang..hahha… Minta punya rumah, jreeennggg… 3 bulan kemudian berdiri rumah sederhana di cimanggis. Pokoknya hamper semua yang kita doakan terkabul deh. Nah dari situ ajah kelihatan kan bahwa Tuhan yang menciptakan kita itu memiliki suatu gaya hidup yang tak berubah dari dahulu sekarang dan sampai selama-lamanya, yap itu adalah suka memberi, alias giving. Lifestylenya Tuhan adalah memberi.

Nah kalau kita diciptakan Tuhan segambar dan serupa dengannya, sudah pasti Tuhan juga pingin kita punya sifat yang sama dengan dia. Punya gaya hidup yang sama dengan dia yaitu suka memberi. Masa kita udah sering dikasih banyak hal sama Tuhan tetapi kita nggak pernah memberi. Masa kita dikasih banyak berkat sama Tuhan tapi kitanya ga mau beramal dan menolong orang lain. Betapa pelitnya kita kan yah.. kacooo..

Pernah suatu kali memiliki teman yang membutuhkan duit karena udah nggak punya ongkos buat pulang ke rumah, yah karena kasian maka gw kasihlah sejumlah uang yang sangat cukup untuk dia pulang, bahkan untuk naik ojek dari depok ke rumahnya. But someday, pada saat mau fotocopy di kampus, dan dompet ketinggalan di kelas, kebetulan ada teman tersebut lagi fotocopy juga, coba gimana rasanya kalo kita minta pinjem duit untuk bayar fotocopy aja ehh ternyata dia malah ngeloyor pergi tanpa bilang apa-apa.. Gedeggg men… rasanya pengen garuk tuh muka orang pelit itu… ampun dah pelitnya..kacooo kan..

Nah kadang begitu juga dengan kita, sadar nggak sadar, kita dikasih gaji berjuta-juta bahkan puluhan juta, kita dikasih mobil dan rumah yang cukup nyaman, kita dikasih sama Tuhan gadget yang terbaru buat update status setiap hari, dan kita makan slalu cukup bahkan bisa makan uenakk tenan setiap harinya sama Tuhan, tetapi pada saat kita disuruh Tuhan untuk menyumbang dana untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah, mikirnya ajah sampai semingu. Itu belom jawabannya, mikir alesan buat nolak, mikir dan berprasangka buruk jangan-jangan uangnya dikorup, mikir klo uangnya bakalan habis saat disumbang, pokoke mikir buanyak lah dari A sampai Z. Coba bayangin betapa sebelnya Tuhan sama kita kan. Udah dikasih eh ga mau berbagi.. Jangan sampai deh Tuhan menstop berkat kita hanya karena kita nggak menjadi berkat bagi orang lain.

Kata-kata diatas aku dapatkan dari seseorang yang sangat memotivasi, the power of giving-nya dashyat banget men, bahkan nggak segan-segan memberikan semua uang yang ada di rekeningnya untuk berbagi dan beramal. Sungguh iman sebesar itu jarang saya jumpai di Jakarta ini..hehhehe…

But hal itu sedikit menggelitik hati saya, bahwa ternyata apa yang dia lakukan sama dengan tujuan hidup yang saya cari yaitu menjadi berkat bagi orang lain. Dan hal pertama yang harus gw pelajari adalah The power of giving. Lifestyle gw haruslah giving dan giving dan giving. Everyday is about giving. Entah giving money, entah giving idea, entah giving time, pokoknya menjadi berkat.

Dan melalui tulisan ini gw juga pingin ngajak dan mengetuk eh bukan, mendobrak nurani kita masih-masing untuk mau memberi dalam kesederhanaan. Jangan pernah tolak orang yang meminta sesuatu daripada kita, karena dengan dia meminta itu adalah usahanya. Bagi pernah yang merasakan sakitnya ditolak gebetan (termasuk gw) yak begitulah kira-kira sakitnya.

So mulai sekarang, yang namanya gaul itu bukan lagi punya barang branding or hobi ciamik or tau segala sesuatu yang terupdate. Yang namanya gaul itu adalah saat kita mauu untuk memberi. Lifestyle yang lagi “in” sekarang adalah memberi, jadi kalau mau gaul guys mari biasakan gaya hidup kita untuk memberi.

Mengutip kata-kata orang yang gw teladani : “You are rich when you have heart of giving”

Selamat memberi, selamat berbagi.. Mari ubah gaya hidup kita menjadi gaya hidup memberi

God bless you guys.

Tian_ksw@280813

Comments
  1. Hothlas says:

    menurut gw sih definisi gaul adalah orang yang suka bergaul dengan orang lain.
    kayak nyokap gw.

    kereeen masbro!!
    akhirnya bung Tian kembali menulis!!
    sukses untuk tulisan” selanjutnya masbro ;)

  2. chpz says:

    Menurut gue jadi gaul itu usaha aktualisasi diri manusia yan, dan yang paling mudah memang dengan show off materi jadi malah saling bersaing :) padahal semua yang kita punya pemberian Tuhan, kadang kita lupa bersyukur dan berbagi :) nice post tiann hhe

    Btw kenapa contohnya mesti terios sih kan gue jadi terkenang masa friendzone :)) #curcol

    • Tian says:

      Aihh mantaabb kali bahasanya mba gramed inih… Banyak bergaul sama buku sih yah..hehhe…

      Lgi kepikirannya ituh ajah sih jdinya langsung dah dicurahkan, ciyee yg friendzone tpi akhirnya jadi #eehhhh #hahahha

      Salam blogger kk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s