Catatan harian sang selesman…

-10 mei’10-

Seneng, pastinya, gimana enggak, masuk ruangan mata langsung menatap ke whiteboard, melihat sederet angka terpampang jelas di situ, wow, bukan lumayan lagi, tapi sudah luar biasa. Angka itu 8 digit, dengan angka 2 di depannya. Bangga juga, karena untuk sementara waktu aku memimpin klasemen perolehan omset mingguan,, wowww….

Semangat kerja meningkat drastis, dan senyum senatiasa mengembang di muka, apalagi klo ngeliat ke whiteboard, widihh… harusnya diabadiakan yah, wah sayangnya tak punya kamera 8 megapixel. Yah cukup diabadiakan di dalam hati dan pikiran sendiri aja lah.

Oh iya lupa, kan semua karena AnugrahNya toh, betul sekali… sedikit mukjizat yang membuat omset melejit menjadi urutan klasemen sementara. Orderan datang tak diduga, dan secara quantity dan harganya menggiurkan. Yang menjajikan lebih lagi adalah jumlah itu pasti masuk ke omsetku. Sebuah keajaiban yang bisa mengembangkan senyum di mukaku yang sempat mengkerut ini.

Tapi selalu ada dampak buruk menyertai dari sebuah kemenangan, yah kemenangan itu bisa membuat terlena, kemenangan itu bisa membuat malas, kemenangan itu bisa menciptakan kekalahan. Contoh nyata ?? gampang, karena angka itu dan predikat “pemimpin” klasemen sementara itu, hari ini sukses dikendalikan dengan perasaan bangga yang berujung pada kemalasan. Yap, satu kunjungan langsung pulang ke rumah. Alasan mau makan siang di rumah sih, tapi apa daya, ngeliat kasur empuk, plus layanan TV kabel sangat menggiurkan, jadilah kunjungan ke rumah sendiri..hehhehehhe.. Parahnya, masih merasa aman sentosa aja karena merasa omset “berada di atas angin”.

Jadi ingat perkataan salah satu advisor rohaniku, bahwa kemenangan sehari cukuplah untuk sehari, dengan kata lain setiap hari harus berjuang untuk kemenangan hari itu. Kemenangan bukan jalan untuk bermalas-malasan. Bahkan atlit hebatpun, setelah meraih medali emas, akan kembali ke tempat dimana dia harus berlatih kembali. Kemenangan itu harusnya menjadi semangat dan motivasi yang kemudian berubah menjadi pengendalian diri dan pelatihan diri. Itulah seorang pemenang sejati.

Andai saja angka itu tak kuanggap sebagai cadangan, andai saja predikat itu tak kuanggap sebagai alasan untuk kemalasan. Aku mungkin saja bisa memenangkan hari ini dan menambahkan sejumlah angka ke dalam angka itu, untuk bisa meraih kemenangan lagi di minggu ini. Seorang Salesman harus senantiasa merasa belum menang dan belum cukup.

Pelajaran berharga hari ini : Kemenangan bukan untuk dijadikan alasan untuk bermalas-malasan !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.