Apa itu Iman?

Suatu pagi aku datang lebih cepat Melangkah mendekati meja kerja dengan sedikit terburu-buru Melemparkan tas begitu saja Segera membuka laptop Ini deadline!! Harus segeraa !! Segera menyandarkan diri ke kursi Brukkk… buka laptop… buka email… Sepenuhnya percaya kepada kursi Untuk menopang bobot yang berat ini … Suatu siang aku bersegera mengunyah sisa makan Terburu-buru menenggak…

Krucuk.. Krucuk… krucuk…

Krucuk…krucuk…krucuk… Husttt.. Diam kataku!!! Krucuk…krucuk…krucuk… … Beliau kembali meracau Mencoba mengedipkan genit di setiap menit Mencoba merangkul-rangkul sembari memukul Menunggu sebuah kata terlontar keluar dari perbendaharaan kata Makaann !!! ini yang ditunggunya Ah, baru saja habis disatapnya Hidangan sederahan dalam tutup kedap Beraromakan rempah dan sedikit pedas Menunggu santapan pertama yang membuat kebas Perut ini…

Inspirasi pagi: kecoa unyu

Pagi tadi setelah datang ke kantor, mendadak perut sakit. Alhasil langsung menuju ke kamar mandi buat setoran di pagi hari. Nah di kamar mandi inilah pusat dari segala inspirasi, dan mendadak ada binatang yang paling disebelin orang karena jijik, yaitu kecoa. Beuh jijik kali ini ngeliat kecoa ini, seakan-akan dia menatap kita yang sedang menikmati…

Aaah… Hujaann…

Wahai hujan, Tanpa permisi engkau datang seketika Memerangkap segala jenis rasa di dalam zona Membuat kami kelaparan menunggu harap yang sekejap Membuat matahari merasa dipunggungi Wahai hujan, Mengapa sihirmu sungguh mempesona Seketika merubah wajah muram bumi Seketika mengubah gerah panas prahara Seketika membuat bumi penuh dengan kata-kata Mengalir deras bak luncuran tubuhmu yang mendera-dera Mendera…

Naluri Bertahan Hidup

Siang ini buka path, ada sesuatu yang menarik perhatian saya. Yap sebuah artikel singkat yang ditulis oleh Pak Boss yang membuat saya berpikir dan merenung. Ijin Copas (sedikit diedit dengan gaya bahasa saya yah..) dulu yah Pak Boss artikelnya, siapa tau bisa memberkati lebih banyak orang. Jadi ini artikelnya: Apakah Anda tau bahwa seekor rusa…

Kumpulan kehidupan: Tukang rajut, Tukang bunga, Tukang parkir

Pernahkah kamu melihat seseorang sedang merajut Merenda dalam hentakan waktu Setia sabar memilin sedemikian benang berwarna –warni Yang sesekali kusut Yang sesekali menyebalkan Yang sesekali membuat kesal .. Pernahkah kamu melihat seseorang merangkai bunga Memilah beberapa hal indah untuk mendapatkan yang terindah Memilih padanan sempurna dalam kesatuan warna serasi Setia dalam jeli mata untuk memandang…

Ketika…

Ketika kata menjelma menjadi sebuah nada Ketika harap menjadi sebuah air mata Ketika doa menjelma menjadi sebuah hening .. Pagi itu, Serupa dengan pagi lainnya Dengan kata yang tak kunjung habis Dengan matahari yang selalu menemani Bedanya, Kata menggeleng perlahan Rasa sedemikian menghujam Sehingga sakit tak lagi terasa Sehingga sakit tak lagi berkata Siang itu,…

Sampai kapan Tuhan?

Kali ini Tuhan yang gantian bercerita Bercerita mengenai kasihnya yang sempurna Yang kadang terlupa oleh lelahnya dunia Cerita Tuhan ini sederhana: Suatu ketika, di sebuah ranjang sederhana Terlantun lagu sederhana mengenai kasihKu Sudah lama tak kudengar suara itu Suara yang menggemakan pelataran surga Yang menjadikan  menjadikan para malaikat terdiam sesaat Lagu sederhana itu lirih terdengar,…

Berbicara tentang mimpi

Berbicara tentang mimpi Seorang bijak pernah berkata Kejarlah mimpi sampai habis nafasmu Bicara tentang mimpi Sebuah kata pernah berbisik kepadanya Lebih baik mengejar mimpi di siang hari dari pada bermimpi di malam hari Bicara tentang mimpi Seorang sahabat pernah becanda sederhana Apa gunanya seorang mendapatkan mimpinya Jika tidak bisa membuat orang lain mendapatkan mimpinnya ……

Sudahkah Kata menyapamu hari ini?

Pagi ini bukan matahari yang pertama menyapa mata Adalah kata yang membuatku beranjak dari tempat tidur Sejenak mengantuk-ngantuk Sejenak terkantuk-kantuk Termangu menunggu semangat mengumpul dan mengepul Katanya pagi ini, “Selamat pagi..”   Menjelang siang kata kembali menyapa Sekedar untuk mengingatkan betapa pentingnya hidup Sekedar mengingatkan betapa berartinya hidup Kata membuatku berkaca, bahwa hari tiada berarti…

Kisah Si Buku Tua

Seonggok Buku Tua tergeletak di tepi meja Usang dan pudar menghiasi wajahnya Terkantuk-kantuk beliau menunggu tangan-tangan yang akan menyentuhnya Sembari dimakan usia, sembari dimakan masa Kesepian begitu lama tak membuat Si Buku Tua lupa Masa-masa kebersamaan berdua bersama Sang Tuan Yang menyentuhnya halus, perlahan dan lembut membuka setiap lembaran Sesekali mengkerut namun berulangkali tertawa “ahh…

#AntiBaperAADC

Petikan nada sederhana Lantunan halus suara yang mempesona Suasana yang mendekap dalam rona Hangat pelukan lampu pijar di malam   Ratusan purnama katanya Sepekan yang mampu menyadarkan raga Ratusan kali lamanya Sapuan rasa yang ingin mendekap rongga   Hai rangga hai cinta Percuma saja kalian menghantarkan mimpi Untuk bertemu kenang yang lebih dari 14 tahun…