Aku takkan pernah lupa cara bahagia

Aku belum lupa cara bahagia Dengan selembar uang kusut berwajah sangar pattimura Aku tidak lupa cara bahagia Dengan hanya menabur serpihan garam dalam sesuap Aku tidak akan pernah lupa cara bahagia Dengan segenggam harap akan sebuah pagi dan hari Dengan setiap genggam doa yang penuh kekusyukan Dengan seglegek syukur yang melegakan dahaga Aku tak akan…

Pada Akhirnya…

Pada akhirnya kita harus berhenti bermimpi, Untuk bangun mengejar mimpi Pada akhirnya kita harus berhenti meratap, Untuk bersegera menata langkah Pada akhirnya kita harus berhenti mengidolakan seseorang, Untuk bersegera menginspirasi seseorang Pada akhirnya kita harus berhenti untuk mengeluh, Untuk bersegera menjalani masa kini dan merangkai masa depan Dan pada akhirnya kita harus berhenti bersikap angkuh…

HARUS BERGEGAS !!

Minggir..minggir..minggir… Saya mau duluan! Saya buru-buru!   Heh!! Ngantri donk mas!! Bisa sabar ga sih!! Tertib donk tertib!!   Rame.. Penuh Sesak… Antri… Berdiri… Ahh cobaan apa pula ini!!   Ini sudah malam, Harus bergegas! Harus Segera! Malam segera larut!! Pintu mimpi akan segera dibuka!!   Setiap malam selalu saja seperti ini Keluh, kesah, umpat…

Apalah kami ini, rumput yang bergoyang

Langit mendung Matahari enggan menampakan mukanya Geluduk sahut menyahut menggelegarkan bunyi sesumbar Kegelapan menyelimuti seluruh bumi Kegentaran menghantarkan keresahan di hati Bahkan langitpun ikut merasa duka Bumipun akan sanggup menghentikan diri dari berputar pada porosnya Segenap makhluk cipta, hewan tumbuhan, tertegun membayangkan kengerian yang terjadi Jikalau tadinya rumput bergoyang menyanyi, Kini dia menegak dengan bulu…

Sebuah sastra

Resah di dadamu Dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini Dipisah kata-kata Begitu pula rindu Lihat tanda tanya itu Jurang antara kebodohan dan keinginanku Memilikimu sekali lagi #AADC2 *Salah satu alasan kenapa saya suka sastra monggo yang mau liat teasernya disini: https://youtu.be/IFkdv2ESrp8

Kamu, Kita, Cinta

Cinta adalah Perjalanan menapak selangkah demi selangkah dalam genggaman tangan dan hati Kamu adalah masa yang membuatku inginmenghentikan waktu untuk  mewujudkan rasa Kita adalah senyum lengkung sempurna yang mencandu yang menular melalui tatap Kita adalah sekumpulan rindu yang harus taat saat bertemu Kita adalah sebirat rasa yang dipertemukan oleh waktu dan selalu diuji oleh rindu…

Sajak Kecil Tentang Cinta

Mencintai angin harus menjadi siut Mencintai air harus menjadi ricik Mencintai gunung harus menjadi terjal Mencintai api harus menjadi jilat Mencintai cakrawala harus menebas jarak MencintaiMu harus menjadi aku Pengarang: Sapardi Djoko Damono

Anugrah terbaik: Waktu

Waktu adalah anugrah terbaik Yang seringkali berlalu seperti angin Yang seringkali dicari seperti cahaya Waktu adalah masa yang terpercaya Terpercaya untuk dapat mensyukuri Terpercaya untuk dapat meresapi Waktu adalah untaian perjalanan Perjalanan menembus masa depan Perjalanan menatap masa lalu Waktu adalah saat ini Waktu adalah kumpulan kegagalan masa lalu Waktu adalah harap akan masa depan…

Ketika Malam Tiba

Ketika malam tiba dengan segera Ketika wajah sore tak lagi kentara Ketika matahari masuk ke peraduannya Ketika bulan mengambil alih tugas Cahaya menenangkan Cahaya melembutkan hati Cahaya menyejukan suasana Cahaya menghangatkan mata Aku selalu suka dengan cahaya berpedar Dalam gelap rona pancaran sinar Yang terbungkus nyata dalam setiap harapan Aku selalu suka dengan keheningan malam…

Kerlap kerlip Desember

Malam kudus sunyi senyap Sayup sayup terdengar hymne bergema Dentang denting loncang bersahut sahutan gembira Ahh.. ini pasti bulan desember … Desember, Apa yang kuingat? mmm… kerlap kerlip lampu mungkin yang mengelilingi pohon plastik yang slalu ada di sudut ruangan yang jika lampu rumah dimatikan slalu terlihat cahaya warna warni berkelap kerlip tanda bahagia  …

Jam Pulang

Pulang…Pulang…Pulang pekik mereka girang Pulang! Pulang! Pulang! Suruh mereka senang … Oke, pulang… Lantas? Lantas segera menuju gerombolan berjejer yang selalu menggerang kejam menerjang kejamnya ibukota Lantas segera menghilang kabur dari rutinitas dan tugas yang mencekik perut yang kelaparan menghilang menuju perlahan Oke, pulang… Lalu? Lalu melihat waktu berlalu dibawah teriknya rembulan malam yang membelai lembut…

Sang Penulis

Ada dua pena tergeletak di meja satu pena bernama kehidupan satu pena bernama cinta sang penulis mengambil sebuah buku kosong tanpa nama dan kata satupun di dalamnya hanya berupa lembaran kertas putih yang siap untuk disiksa dengan coretan, robekan dan hujaman tinta Pena pertama digoreskan secara manis di buku itu kata pertama yang ditulisnya adalah…