Perjumpaan slalu diawali dengan Rindu

“Kapan terakhir kali kamu berdoa?”

“Ahh baru saja saya berdoa makan kok Tuhan, manknya Tuhan nggak dengar?”

……

…..

Tidak ada lagi pertanyaan, tidak ada lagi suara. Aku merasa yakin bahwa jawabanku sudah benar sudah tepat. Senyum mengembang lebar di bibirku. Tapi sejenak aku terdiam, merenung, aku tau bahwa buka mengenai benar atau tidaknya jawabanku.

“Tuhan, Mengapa Engkau tidak bertanya lagi?”

“Tuhan, Mengapa Engkau tidak berkata lagi?”

….

Dan lagi-lagi tak ada suara, tak ada tanya, tak ada kata. Aku heran bercampur bingung. Apakah ada yang salah dengan jawabanku. Jawabanku jujur kok, karena baru saja sebelum aku membuka laptop dan menulis artikel ini aku memang berdoa. Iyah mendoakan makanan sederhana ala orang yang kelaparan tengah mala, Indomie goreng. Atau jangan-jangan ada yang salah dengan doaku tadi? Ah sepertinya tidak, aku berdoa seperti biasanya, mengucap syukur atas makanan dan berkat. Tak ada yang salah kurasa.

Dan seketika aku berdiam diri saat sayup-sayup terdengar lagu “Where The Love Last Forever” yang dilantunkan lembut di telingaku. Mencoba meresapi setiap nada dan makna yang terlintas ditelinga. Ada perasaan lembut yang menyentuh hati, ada rasa rindu melantukan lagu ini dalam diam dan merdu.

Aku tau Tuhan, aku tau, bahwa makna pertanyaanMu tadi bukanlah sekedar doa rutinitas makan, dll. Aku tau Tuhan bahwa Engkau berusaha menegurku, berusaha menyadarkanku, berusaha memanggil halus namaku. Namun apa daya karena bebalnya hati ini aku sekenanya saja menjawab pertanyaan itu.

Pertanyaan yang harusnya tak segera kujawab dengan jawaban formalitas sudah/belum. Pertanyaan yang harusnya kurenungkan setiap malam. Yah sesungguhnya aku rindu.. Aku sangat rindu waktu-waktu doaku. Waktu yang cukup untuk aku bercerita denganMu. Waktu yang sangat cukup untuk aku berkeluh kesah mengenai hari ini. Waktu yang sangat cukup untuk aku dapat kembali mendengar lembutnya kasihMu yang tercipta untuku.

Aku rindu jam-jam doaku. Aku rindu bersekutu dan erat kembali denganMu. Dan bahkan sepertinya sudah sedari minggu kemarin Engkau mencoba menyapaikan rinduMu kepadaku, melalui khotbah yang cukup menyentuh mengenai ketaatan Daniel. Bahwa Daniel mengalami perjumpaan yang luar biasa setiap harinya. Perjumpaan yang sangat luar biasa dan istimewa selalu berasal dari kerinduan yang mendalam.

Dari kerinduan menjadi perjumpaan. Semoga malam ini aku bisa kembali belajar dari Daniel, belajar untuk setia, untuk taat, untuk disiplin rohani dan kembali rindu untuk berjumpa denganMu.

Malam ini aku belajar

Mala mini Aku Rindu

Malam ini aku taat

Oleh Tian_KSW

1390917637593907443

Kepada Malam untuk Rindu

Malam,

Kau slalu kunantikan

Untuk sekedar mengingatkan atau menegur

Untuk sekedar menghibur dan membuat tawa

Atau untuk sekedar menahan air mata karena haru

 

Malam,

Kau slalu kuinginkan

Karena setiap engkau datang

Aku selalu memiliki pilihan untuk hidup atau bertahan

Untuk maju atau mundur

Untuk mengenang atau dikenang

Untuk melihat dan mencari

 

Malam,

Engkau selalu bercerita

Akan hal-hal menarik disekitar

Akan kisah pagi yang selalu menarik untuk didengar

Akan kisah sore yang selalu menanti untuk diceritakan

Bagaimana hari menyapa bagaimana hari menegur

 

Malam,

Biarkan aku yang bercerita kali ini

Bercerita mengenai pagi

Bercerita mengenai sore

Bercerita mengenai hari

Bercerita mengenai hati

 

Malam,

Untuk berkali-kalinya aku ingin menceritakan ini

Kisah yang selalu terulang lagi dan lagi

Entah karena aku yang membandel

Atau karena Tuhan yang terlampau sayang kepada diriku

Saat kudengar pujian penyembahan didengungkan

Perlahan dan sehalus suara ritme gitar dan string

Saat kudengar doa perlahan dipanjatkan

Saat kudengar suara orang menyembah Tuhan

Saat itulah aku mulai terkenang

 

Malam,

Perlahan hati masgyu mendadak mata sayu

Bukan karena lelah atau sakit

Tapi karena sekali lagi Tuhan sadarkan aku betapa berharganya aku

Sekali lagi Tuhan ingatkan aku betapa rindunya Dia kepadaKu

Betapa inginnya Dia melihatku berjalan bersamaNya lagi

Tinggal dalam rencanan dan rancanganNya

Tinggal dan menjadi karyaNya yang hidup

Tinggal tenang dalam hadiratNya sesering dulu

Tuhan Rindu… Akupun…

 

Malam,

Biarkan detik ini juga aku terlarut dalam penyembahan

Biarkan aku terlarut dalam keintiman

Biarkan aku terlarut dalam kenangan masa-masa Rohkris dahulu

Saat aku dapat merasakan memeluk erat Bapa

Memanggil namaNya berseru kepadaNya

Bercerita mengenai segala hal kepadaNya

Mengoceh banyak hal dan bertanya hal yang sama berulang-ulang

Dalam doa dan permohonan

 

Malam,

Biarlah detik ini menjadi pertanda waktu

Akan kasihNya yang tak pernah habis dalam hidupku

Akan pelukannya yang hangat menyelimuti saat masalah melandaku

Akan kudusnya hadiratNya

Akan indahnya waktu-waktu bersamaNya

Akan rinduNya, Akan KasihNya

 

Aku rindu Tuhan… Aku rindu Bapa…. Aku rindu Engkau

Oleh ksw

 

DSC_0062

Rasa.Rindu.Rona

Untuk Rasa,

Hembusan ufuk timur

Sapuan matahari pagi

Halus deburan debu

Sengat semburan uap

Silau hamparan keindahan

 

Untuk Rindu,

Bersama membangun tenda

Bersama memasak rasa

Bersama menerjang angin

Bersama melukis senja

Bersama tertawa lepas

 

Untuk Rona,

Kilau gemilang matahari

Putih lembut asap kabut

Putih kasar hamparan pasir halus

Hitam pekat kayu terbakar

Warna rona tenda berpadu

Merah jingga rasa cinta

 

Rasa.rindu rona

Alam bercerita

Video on https://youtu.be/AHVqNq68zkE

#RinduDenganAlam

#JelajahPapandayan

Damai-itu-Indah

Saya Ber-HAK !!!

Lucunya negeri ini

Siapapun dapat meminta haknya

tanpa lebih dahulu mengerjakan kewajibannya

siapapun dapat berkata banyak

tanpa dibuktikan dengan fakta

siapapun dapat marah

tanpa peduli duduk soalnya

..

Lucunya negeri ini

Bahkan yang berseragam jarang memberi contoh

Seringnya menimbulkan cibiran dan makian

Padahal merekalah sang penjaga ketertiban

Tapi nyatanya tidak tertib

Padahal merekalah yang harusnya mengerti hukum

Tapi seringnya kebal hukum

..

Lucunya negeri ini

Justru masyarakat kecil yang lebih tau dan mengerti

Dibanding mereka yang belajar hukum tanpa arti

Justru masyarakat kecil yang lebih paham

Akan arti hukum yang menjaga dan mengikat

Justru masyarakat kecil yang menegur

Untuk setiap pelanggar hukum yang justru adalah penegak hukum

..

Lucunya negeri ini

Justru yang berhak semakin teriak lantang

Justru yang mengerti semakin menindas

Justru yang berseragam lebih suka membusungkan dada

Justru yang memiliki kitab undang-undang semakin yakin

Bahwa memaki, menindas dan membusungkan dada di masyarakat

Adalah haknya

Saya berhak!!!

Saya Berhak !!!

Saya Petugas !!!

Ya..ya…yaa…

#sayaprihatin

#Tian_ksw270315

00-pedati-kenangan

Negeri Tanpa Suara

Aku terbangun di sebuah negeri antah berantah

Yang sepengelihatan mata mereka sama seperti ku

Memiliki 2 mata, 2 telinga, 1 hidung, 1 mulut

Dengan rambut yang sedikit pirang

Senyum mengembang yang selalu terlihat

 

Negeri ini hanya berpenduduk sedikit

Uniknya dalam jumlah itu mereka terlihat nyaman

Uniknya dalam jumlah itu mereka terlihat mesra

Dalam jumlah itu mereka terlihat bahagia

 

Uniknya di negeri ini mereka tidak bersuara satu sama lain

Di negeri ini mereka tidak saling sapa dengan suara

Di negeri ini tak ada suara selain angin dan kicau burung

Tak ada ada kata meluncur dari mulut

Mulutpun hanya berguna sebagai tempat singgah senyum

Saat mereka saling bertatap, bertemu

 

Lantas dengan apakah mereka bertanya

Lantas dengan apakah mereka bersapa

Lantas dengan apakah mereka bercerita

 

Ternyata walau tak ada suara

Mereka punya kata

Kata yang selalu mereka tulis

Untuk bertanya, bersapa dan bercerita

Kata itu ditulis dan diberikan kepada yang dituju

Kata itu terpahat manis di dalam sebuah karya

Di dalam sebuah cerita kadang juga prosa

Kata cinta terungkap manis melalui sebuah puisi

Puisi yang ditenung di dalam sebuah lenan halus

Yang nantinya akan diberikan kepada yang sang cinta

Tanpa suara, tanpa canda, tanpa bicara

Hanya senyum menghiasi saat kata sampai kepada pembaca

 

Dalam hening dan sunyi

Ternyata ada sebuah cerita yang layak dibaca

Ternyata ada cinta yang layak disampaikan

Ternyata ada rindu yang layak diceritakan

Tanpa suara dalam kata

 

Lantas sudah berapa kata tercipta selama ini

Sudah berapa cerita yang tersampaikan sampai saat ini

Sudah berapa karya cinta yang terlahirkan sampai sekarang

 

Aku dibawa ke sebuah ruangan besar

Dengan sedert rak-rak dan karya yang berjejer manis

Masing-masing menyimpan sebuah judul yang layak dibaca

Dari tingkat sederhana hingga tingkat rumit

Jumlahnya? Ratusan, mungkin ribuan, ah tak terhingga

Jadi mungkinkah andaikata suara tak dapat menyampaikan maksud

Mungkinkah andai lidah menjadi kaku

Mungkinkah andai tak ada waktu untuk berucap setia dan berikrar janji

Mungkinkah andai semua mulut sudah berkata dusta

Mungkinkah kata dapat tersampaikan dengan tulus

Mungkinkah kata dapat tersampaikan tepat yang dituju

Mungkinkah kata bercerita dengan sendirinya

 

Di negeri ini mungkin

Dan semua bahagia tanpa suara

Karena kata berbicara lebih kuat daripada suara

Karena cinta terdengar lebih nyaring dengan rasa

Karena kata terdengar lebih tulus daripada suara

 

#Kata lebih kuat dari suara

#TIan_ksw210315

 

 

ecee55c452d844aa5b8da820c78120ae_h

Teruntukmu: Pesan Singkat

Aku tau dalam diammu tersimpan banyak pertanyaan

Aku tau dalam tatapmu terungkap sejuta keinginan

Aku tau dalam sunyi mu terungkap jeritan terpendam

 

Aku tau untuk setiap detik yang kauhitung

Setiap hari yang kaulalui

Setiap akhir minggu yang kaunantikan

Yang kadangnya tak kunjung datang

Paling tidak untuk menyapa dan mengungkap

 

Aku tau untuk setiap doa yang kau ungkapkan

Kepada Sang Pencipta yang selalu setia menemani

Dalam rindu dan dalam diam

Dalam harap dan dalam setia

 

Engkau adalah kesetiaan itu sendiri

Kejujuran lugu yang terungkap manis dari setiap candamu

Untuk setiap tawa yang kaupaksa saat jumpa

Untuk setiap tatap yang kaupaksa saat aku berkata

 

Engkau adalah rasa sabar itu sendiri

Sabar dalam menerima sesuatu

Sabar dalam mengharapkan sesuatu

Saat engkau perhatikan dengan seksama setiap ucapku

Gerakan bibir yang kauharap untuk kulakukan

Untuk setiap kata yang antri keluar dari perbendaharaan

 

Engkau adalah anugrah itu sendiri

Karena belum pernah kulihat kesetiaan dan rasa sabar berjalan seiring

Dalam dunia yang penuh tanda tanya

Dalam kata yang tak kunjung berucap

Dalam waktu yang tak kunjung menjawab

 

Engkau bersama dengan anugrah, setia dan sabar itu

Ada dalam suatu dilema

Laksana panah yang siap diluncurkan

Namun tertahan dengan rentangan busur dan tangan pemanah

Yang menanti perintah dari sang komandan

 

Tetapi aku tetap percaya

Anugrah setia dan sabar itu takkan luntur dimakan waktu

Takkan hilang ditelan kelemahan

Takkan layu dimakan usia

 

Aku tak bisa menjanjikan banyak

Karena begitu seringnya mulut berucap kata

Karena seringnya waktu yang menegur

Karena seringnya pikiran yang kalud ini berlalu

Dengan berbagai macam dilemma dan soal

Yang kadang tak kumengerti sendiri

Tapi percayalah

Semua dilema dan masalah itu

Hanya hinggap di pikiran

Takkan sanggup hinggap di hati

Karena hati ini sudah kujaga

Untuk seorang yang adalah anugrah, setia dan sabar

Untuk sekarang dan selamanya

 

Teruntukmu yang sabar menanti

Teruntuk kalian yang setia

Teruntuk Wanita yang mencinta

#Tian_ksw210315

Kata Kata Motivasi Pagi Hari

Romantisme di pagi hari

Pagi menjelang matahari mulai meninggi

Sejenak kilauan cahaya terik mulai menyeruak masuk ke ruang

Sejenak ku buka mata perlahan membiasakan mata untuk menggapainya

Walau kadang tak kuasa untuk kembali menutup kelopak

Rasa yang berlawanan bertarung di pikiran

Untuk segera menyuruh bangun atau tidur lagi

 

Ada yang tidak biasa pagi ini

Ada yang berbeda pagi ini

 

Teriakan “bangun!!” dari bawah tetap terdengar nyaring

Tapi hari ini aku tidak harus beburu untuk segera melaju

Tidak beburu untuk segera menerjang ibukota

Aku masih bisa santai dan terlelap

Aku masih bisa berleha-leha di kasur

Bukan karena hari ini libur atau karena malas

Tapi karena bengkak makin menjadi-jadi

Sehingga memutuskan niat untuk menapakan kaki

Nyut..nyut rasanya pada saat kaki disentuhkan ke lantai

Dan sekarang lengkaplah penderitaan,  karena kaki kiri yang selama ini menjadi tumpuan

Mendadak ikutan manja dan sakit

Sepertinya ada beberapa syaraf yang kejepit dan sakit

Akibat menahan berat badan yang tak biasa hanya dengan satu tumpuan

Alhasil ikutlah si kaki kiri menderita, manja dan sakit

 

Pagi ini tak biasa

Bukan karena aku tak mampu bangun di pagi

Atau tak mampu menerima indahnya pagi

 

Pagi ini tak biasa karena saat membuka mata

Ada sosok yang sedang melihat dan memegang kaki yang bengkak ini

Sontak kaget bin sakit, karena biar selembut apapun yang namanya bengkak dipegang

Tetapi menimbulkan rasa sakit luar biasa

Bukan hanya itu

Pagi ini sosok itu membawakan makanan ke ruang

Ketoprak dengan irisan kentang dan kerupuk merah

Dengan bumbu kacang yang sedikit kental tapi nikmat

Ditambah dengan segelas susu

Dan tentunya sedikit komen “ Sikat gigi dulu sana!!”

 

Gerutu sih iya

Lah wong kaki lagi sakit gini disuruh bergerak jalan ke kamar mandi

Yang walaupun jaraknya hanya hitungan 5 langkah

Tetap saja satu langkahnya menimbulkan rengekan selama 10 menit

Apalagi kedua kaki sedang manja-manjanya

Andaikan bisa terbang, andaikan bisa tak menginjak ubin dingin itu

Tapi biar bagaimana ketoprak sudah menunggu untuk disantap

Baunya menggugah selera di pagi apalagi dengan kondisi seperti ini

Yah berjuang sedikit untuk gosok gigi tak apapa lah

Asalkan dapat menikmati sajian romantisme di pagi

Walaupun hanya sekedar ketoprak, tapi sudah cukup indah jika disinari dengan mentari

Dan ucapan syukur sesaji

 

Kaki kanan bengkak

Kaki kiri mendadak manja

Sinar mentari merengsek masuk

Satu sosok di pagi memegang bengkak itu

Dan membawakan sajian pagi ketoprak

Saya rasa itu sudah cukup romantis untuk mengawali hari

 

Thanks pah untuk ketopraknya

Untuk romantisme di pagi

*mendadak mellow

 

Oleh Tian_ksw