00-pedati-kenangan

Negeri Tanpa Suara

Aku terbangun di sebuah negeri antah berantah

Yang sepengelihatan mata mereka sama seperti ku

Memiliki 2 mata, 2 telinga, 1 hidung, 1 mulut

Dengan rambut yang sedikit pirang

Senyum mengembang yang selalu terlihat

 

Negeri ini hanya berpenduduk sedikit

Uniknya dalam jumlah itu mereka terlihat nyaman

Uniknya dalam jumlah itu mereka terlihat mesra

Dalam jumlah itu mereka terlihat bahagia

 

Uniknya di negeri ini mereka tidak bersuara satu sama lain

Di negeri ini mereka tidak saling sapa dengan suara

Di negeri ini tak ada suara selain angin dan kicau burung

Tak ada ada kata meluncur dari mulut

Mulutpun hanya berguna sebagai tempat singgah senyum

Saat mereka saling bertatap, bertemu

 

Lantas dengan apakah mereka bertanya

Lantas dengan apakah mereka bersapa

Lantas dengan apakah mereka bercerita

 

Ternyata walau tak ada suara

Mereka punya kata

Kata yang selalu mereka tulis

Untuk bertanya, bersapa dan bercerita

Kata itu ditulis dan diberikan kepada yang dituju

Kata itu terpahat manis di dalam sebuah karya

Di dalam sebuah cerita kadang juga prosa

Kata cinta terungkap manis melalui sebuah puisi

Puisi yang ditenung di dalam sebuah lenan halus

Yang nantinya akan diberikan kepada yang sang cinta

Tanpa suara, tanpa canda, tanpa bicara

Hanya senyum menghiasi saat kata sampai kepada pembaca

 

Dalam hening dan sunyi

Ternyata ada sebuah cerita yang layak dibaca

Ternyata ada cinta yang layak disampaikan

Ternyata ada rindu yang layak diceritakan

Tanpa suara dalam kata

 

Lantas sudah berapa kata tercipta selama ini

Sudah berapa cerita yang tersampaikan sampai saat ini

Sudah berapa karya cinta yang terlahirkan sampai sekarang

 

Aku dibawa ke sebuah ruangan besar

Dengan sedert rak-rak dan karya yang berjejer manis

Masing-masing menyimpan sebuah judul yang layak dibaca

Dari tingkat sederhana hingga tingkat rumit

Jumlahnya? Ratusan, mungkin ribuan, ah tak terhingga

Jadi mungkinkah andaikata suara tak dapat menyampaikan maksud

Mungkinkah andai lidah menjadi kaku

Mungkinkah andai tak ada waktu untuk berucap setia dan berikrar janji

Mungkinkah andai semua mulut sudah berkata dusta

Mungkinkah kata dapat tersampaikan dengan tulus

Mungkinkah kata dapat tersampaikan tepat yang dituju

Mungkinkah kata bercerita dengan sendirinya

 

Di negeri ini mungkin

Dan semua bahagia tanpa suara

Karena kata berbicara lebih kuat daripada suara

Karena cinta terdengar lebih nyaring dengan rasa

Karena kata terdengar lebih tulus daripada suara

 

#Kata lebih kuat dari suara

#TIan_ksw210315

 

 

ecee55c452d844aa5b8da820c78120ae_h

Teruntukmu: Pesan Singkat

Aku tau dalam diammu tersimpan banyak pertanyaan

Aku tau dalam tatapmu terungkap sejuta keinginan

Aku tau dalam sunyi mu terungkap jeritan terpendam

 

Aku tau untuk setiap detik yang kauhitung

Setiap hari yang kaulalui

Setiap akhir minggu yang kaunantikan

Yang kadangnya tak kunjung datang

Paling tidak untuk menyapa dan mengungkap

 

Aku tau untuk setiap doa yang kau ungkapkan

Kepada Sang Pencipta yang selalu setia menemani

Dalam rindu dan dalam diam

Dalam harap dan dalam setia

 

Engkau adalah kesetiaan itu sendiri

Kejujuran lugu yang terungkap manis dari setiap candamu

Untuk setiap tawa yang kaupaksa saat jumpa

Untuk setiap tatap yang kaupaksa saat aku berkata

 

Engkau adalah rasa sabar itu sendiri

Sabar dalam menerima sesuatu

Sabar dalam mengharapkan sesuatu

Saat engkau perhatikan dengan seksama setiap ucapku

Gerakan bibir yang kauharap untuk kulakukan

Untuk setiap kata yang antri keluar dari perbendaharaan

 

Engkau adalah anugrah itu sendiri

Karena belum pernah kulihat kesetiaan dan rasa sabar berjalan seiring

Dalam dunia yang penuh tanda tanya

Dalam kata yang tak kunjung berucap

Dalam waktu yang tak kunjung menjawab

 

Engkau bersama dengan anugrah, setia dan sabar itu

Ada dalam suatu dilema

Laksana panah yang siap diluncurkan

Namun tertahan dengan rentangan busur dan tangan pemanah

Yang menanti perintah dari sang komandan

 

Tetapi aku tetap percaya

Anugrah setia dan sabar itu takkan luntur dimakan waktu

Takkan hilang ditelan kelemahan

Takkan layu dimakan usia

 

Aku tak bisa menjanjikan banyak

Karena begitu seringnya mulut berucap kata

Karena seringnya waktu yang menegur

Karena seringnya pikiran yang kalud ini berlalu

Dengan berbagai macam dilemma dan soal

Yang kadang tak kumengerti sendiri

Tapi percayalah

Semua dilema dan masalah itu

Hanya hinggap di pikiran

Takkan sanggup hinggap di hati

Karena hati ini sudah kujaga

Untuk seorang yang adalah anugrah, setia dan sabar

Untuk sekarang dan selamanya

 

Teruntukmu yang sabar menanti

Teruntuk kalian yang setia

Teruntuk Wanita yang mencinta

#Tian_ksw210315

Kata Kata Motivasi Pagi Hari

Romantisme di pagi hari

Pagi menjelang matahari mulai meninggi

Sejenak kilauan cahaya terik mulai menyeruak masuk ke ruang

Sejenak ku buka mata perlahan membiasakan mata untuk menggapainya

Walau kadang tak kuasa untuk kembali menutup kelopak

Rasa yang berlawanan bertarung di pikiran

Untuk segera menyuruh bangun atau tidur lagi

 

Ada yang tidak biasa pagi ini

Ada yang berbeda pagi ini

 

Teriakan “bangun!!” dari bawah tetap terdengar nyaring

Tapi hari ini aku tidak harus beburu untuk segera melaju

Tidak beburu untuk segera menerjang ibukota

Aku masih bisa santai dan terlelap

Aku masih bisa berleha-leha di kasur

Bukan karena hari ini libur atau karena malas

Tapi karena bengkak makin menjadi-jadi

Sehingga memutuskan niat untuk menapakan kaki

Nyut..nyut rasanya pada saat kaki disentuhkan ke lantai

Dan sekarang lengkaplah penderitaan,  karena kaki kiri yang selama ini menjadi tumpuan

Mendadak ikutan manja dan sakit

Sepertinya ada beberapa syaraf yang kejepit dan sakit

Akibat menahan berat badan yang tak biasa hanya dengan satu tumpuan

Alhasil ikutlah si kaki kiri menderita, manja dan sakit

 

Pagi ini tak biasa

Bukan karena aku tak mampu bangun di pagi

Atau tak mampu menerima indahnya pagi

 

Pagi ini tak biasa karena saat membuka mata

Ada sosok yang sedang melihat dan memegang kaki yang bengkak ini

Sontak kaget bin sakit, karena biar selembut apapun yang namanya bengkak dipegang

Tetapi menimbulkan rasa sakit luar biasa

Bukan hanya itu

Pagi ini sosok itu membawakan makanan ke ruang

Ketoprak dengan irisan kentang dan kerupuk merah

Dengan bumbu kacang yang sedikit kental tapi nikmat

Ditambah dengan segelas susu

Dan tentunya sedikit komen “ Sikat gigi dulu sana!!”

 

Gerutu sih iya

Lah wong kaki lagi sakit gini disuruh bergerak jalan ke kamar mandi

Yang walaupun jaraknya hanya hitungan 5 langkah

Tetap saja satu langkahnya menimbulkan rengekan selama 10 menit

Apalagi kedua kaki sedang manja-manjanya

Andaikan bisa terbang, andaikan bisa tak menginjak ubin dingin itu

Tapi biar bagaimana ketoprak sudah menunggu untuk disantap

Baunya menggugah selera di pagi apalagi dengan kondisi seperti ini

Yah berjuang sedikit untuk gosok gigi tak apapa lah

Asalkan dapat menikmati sajian romantisme di pagi

Walaupun hanya sekedar ketoprak, tapi sudah cukup indah jika disinari dengan mentari

Dan ucapan syukur sesaji

 

Kaki kanan bengkak

Kaki kiri mendadak manja

Sinar mentari merengsek masuk

Satu sosok di pagi memegang bengkak itu

Dan membawakan sajian pagi ketoprak

Saya rasa itu sudah cukup romantis untuk mengawali hari

 

Thanks pah untuk ketopraknya

Untuk romantisme di pagi

*mendadak mellow

 

Oleh Tian_ksw

anxietyptsd

Handicap, Tak berdaya..

Inikah rasa sakit sesungguhnya

Inikah rasa ketidakberdayaan sesungguhnya

Inikah yang dinamakan ketidakmampuan

 

Bukan karena sakitnya

Bukan karena nyerinya

Bukanpula karena rasa nyut-nyutnya bengkak

Tapi karena perasaan tidak mampu, tidak berdaya, tidak berguna

 

Hanya seharian berada di kasur tanpa berbuat apa-apa

Seharian terbaring di kasur tanpa menyentuh hati siapapun

Seharian terbaring di kasur tanpa membuat makna berarti

 

Aku tak berdaya

Aku tak mampu

Aku tak sanggup

 

Bahkan untuk berjalan sejauh 3 meter saja

Waktu tempuh berasa seperti setahun lamanya

Untuk dapat bergerak duduk makan

Rasanya seperti menua untuk bergerak

 

Sudah sering kudengar kisah orang timpang

Yang tak berdaya melakukan apapun

Yang hanya duduk memohon belas kasihan

Yang seringnya dimanfaatkan untuk mengemis

Dan untuk memohon belasan lembar uang ribuan

Kadang cemoohan keluar

Kadang iba menyertai

Kadang acuh lebih mendominasi

Tanpa pernah memperhatikan rasa, kondisi dan simpati

 

Kini aku yang memohon belas kasihan

Kini aku yang memerlukan pertolongan tangan

Kini aku yang mengulurkan tangan bukan untuk member tapi meminta

Kini diriku yang tidak berdaya

 

Memang kemarin-kemarin aku memohon untuk istirahat sejenak

Lepas dari kekuatiran lepas dari urusan setres

Memang aku yang memohon untuk dapat sejenak menghembuskan nafas

Untuk sejenak dapat terlelap tanpa harus memikirkan segala di malam

Memang aku yang memohon untuk bisa sekali saja tak menuaikan tugas

Menghindari tanggung jawab, memilih untuk rehat

Tapi bukan yang seperti ini yang kuminta

 

Yah biar bagaimanapun,

Aku tak boleh kalah dengan keadaan

Aku tak boleh kalah dengan rasa sakitnya

Aku tak boleh kalah dengan rasa ketidakberdayaannya

Dalam doa sejenak kupanjatkan

Bukan untuk hilangnya rasa sakit

Bukan untuk sekedar sembuhnya sakit

Bukan untuk sekedar kempisnya bengkak

Tapi meminta untuk kekuatan tambahan

Baik jasmani maupun rohani

Dan meminta setiap hikmat dan pembelajaran

Dari apa yang kurasakan dan kuderita saat ini

Mungkin tak untuk sekejap

Tapi paling tidak untuk satu bab pembelajaran

Yang akan berguna untuk menjalani hidup selanjutnya

Dengan tetap percaya bahwa Tuhan beserta selalu

Dalam sehat maupun sakit

Dalam kuat maupun lemah

 

… Justru dalam kelemahanku,

Kuasa Tuhan menjadi sempurna

 

Oleh Tian_ksw

7

Yakinkan aku !!

Aku tak yakin apakah malam akan menjelang

Aku tak yakin apakah pagi masih dapat menyapa

Aku tak yakin apakah matahari masih akan setia bersinar

Aku tak yakin apakah diriku masih yakin

..

Gusar

Pusing

Tak yakin

 ..

Tak yakin dengan keadaan

Tak yakin dengan suasana dan kondisi

Tak yakin dengan apa yang kukerjakan

Tak yakin dengan hasil yang akan diperoleh

Tak yakin dengan keyakinan itu sendiri

 ..

Hari bagaikan tayangan video

Yang dibuat selambat mungkin untuk dijalani

Tanpa ada alur menemani

Tanpa ada arti menyertai

Rasanya melewati seharian penuh sungguh sulit

Bagaikan berjalan tanpa alas kaki

Di tengah aspal panas yang baru saja dibuat

 ..

Aku tak yakin

apakah semangatku masih ada esok

apakah ide-ide akan mengalir

apakah senyum akan menghias

apakah aku mampu menatap pagi

Dan menjalani hari

..

Aku tak yakin

apakah besok bisa kujelang

akankah matahari akan memberi kekuatan

akankah pelangi akan hadir menemani

akankah ada senyum dan doa terurai

 ..

Aku tak yakin

Masih sanggupkahku memikirkanmu

Masih sanggupkahku menggapaimu

Masih sanggupkahku tersenyum untukmu

Ditengah ketidakyakinan ini

 ..

Aku tak yakin

Masih sanggupkah aku bertahan

Masih sanggupkah aku melakukan yang terbaik

Masih sanggupkah aku menatap ribuan kertas berjejer itu

Masih sanggupkah aku dengan segala ketidakjelasan ini

Masih sanggupkah aku dengan semua tekanan ini

Tekanan yang kadang aku buat sendiri

Yang mengalir turun dengan derasnya dari otak

Mengucur manis menuju ke hati

Untuk mematikan fungsi dan rasa

Untuk memutuskan harap dan pertanda

Untuk menggagalkan kerja otak dan ide

Untuk membuat seluruh tubuh lunglai dan sakit

 …

Aku tidak yakin… sungguh tak yakin…

Apa yang harus dilakukan

Apa yang harus diyakinkan


Aku sungguh tak yakin !!!

 

Ditulis oleh Tian_ksw

Yang sedang pusing 7 keliling

 

Mattern_Yvette_9

MEJIKU

Sore kembali disapa oleh hujan

Sekejap namun mendekap

Serintik namun tanpa titik

Hujan di sore yang selalu dinanti oleh pujangga

Sehingga mampu berkata dengan sederhana

..

Hujan sore ini berbeda

Apa yang dinantikan sehabis hujan tak ada

Mungkin karena dengan segera kelabu berubah jadi gelap

Mungkin karena segera malam menyeruak mengganti

Yang jelas tak kulihat sang mejiku

..

Mejiku, begitu ku menyebutnya

Yang sangat kunanti sehabis hujan

Bahkan yang sering tertuang dalam setiap kata dan karya

Kali ini penantianku sia-sia

Tak kulihat si mejiku

Tak dapat kukagum keindahan mejiku malam ini

Taukah kamu begitu indahnya si mejiku

Yang melengkung sempurna di langit

Bak busur sang pahlawan yang menjulang tinggi

Bak lengkung sederhana yang terhias di wajah bumi

Kesempurnaan dari perpaduan warna

Yang melahirkan warna-warni spektrum cahaya

Ingatkan kamu akan mejiku

Bahwa dia lebih dari sekedar indah

Bahwa dia lebih dari sekedar lengkung di langit

Bahwa dia lebih dari sekedar hadir

..

Mejiku adalah sebuah janji

Janji sang pencipta kepada manusia

Kepada diriku dan dirimu

Mengapa sang pencipta perlu berjanji

Mengapa sang pencipta mau berjanji

Mengapa sang pencipta harus berjanji

..

Padahal yah Dialah pencipta segala

Pencipta berarti memiliki hak

Pencipta berarti memiliki kekuasaan

Hak dan kuasa untuk mencipta maupun menghancurkan

Hak dan kuasa untuk memelihara maupun merusakan

Menghancurkan? Merusakan? Bukankah terdengar kejam?

Tapi itulah haknya pencipta

..

Tapi mengapa ia mau berjanji

Janji surga untuk manusia fana

Janji abadi untuk kita yang sering lupa

Janji memelihara untuk kita yang sering merusakan

..

Mengapa ia mau berjanji?

Mengapa ia sudi mengikatkan dirinya ?

Mengapa ia mau?

 …

Jawabannya sederhana

Karena Sang Pencipta sudah jatuh cinta kepada ciptaannya

Karena sang pencipta mengasihi ciptaanya

Karena sang pencipta melihat potensi kasih di ciptaanya

Jadi ia memberi kesempatan

…………. Dengan janji

Oleh Tian_ksw

#230215.1010

boy-siluet1

Nyanyian Ratap

Pagi tadi nyaris saja

Aku memulai hari dengan nyanyian ratap

Ratap akan hari ratap akan kisah ratap akan cinta

..

Taukah kamu betapa megahnya gunung semeru itu

Yang menjulang tinggi di atas pulau jawa

Dengan ketinggian yang sempurna

Mampu melihat dan terlihat sebagai simbol keperkasaan sejati

..

Tahukah kamu betapa dalamnya laut antartika itu

Pada setiap kedalaman yang tak mampu diukur oleh manusia

Yang selalu tersembunyi segala kemewahan dan misteri

Kehidupan yang bahkan jarang terlihat mata

Yang mampu menciptakan keheningan abadi

Bahkan kegelapan nyata untuk masa yang tinggal didalamnya

..

Tahukah kamu betapa luasnya taman baluran itu

Saking luasnya, secepat apapun kamu berlari

Kamu takkan mampu mencapai ujungnya dalam sekejap

Saking luasnya, tanganmu takkan mampu menggapai

Setiap jengkal kehidupan yang ada disana

Setiap helai nafas yang terhirup dah terhembuskan di sana

Setiap lekuk sempurna yang tercipta disana

..

Lihatkah kamu betapa indahnya bintang semalam

Yang mampu mencipta rasa dan mega

Dalam gelapnya puing malam

Yang seringkali orang telah terlena dalam kelelahan

Sehingga tak mampu melihat bahkan mengagumi segala keindahan

Bintang yang berjejer indah membentuk pagar hidup

Bintang yang terlihat acak namun memiliki arti bagi para astronomi

Bintang yang seringkali tertutup tebalnya awan

Namun enggan beranjak pergi menjauh dari tatapan mata

..

Terbesit sebuah pertanyaan sederhana

Ketika diperhadapkan beribu, tidak bahkan berjuta keindahan semesta

Semesta yang tak kunjung tidur

Semesta yang tak kunjung beristirahat

Untuk tetap ada bahkan saat mata terpejam

Siapakah aku ini

Siapakah aku jika dibandingkan dengan mereka

Dalam skala ukur aku sangat jauh dengan megahnya mahameru

Dalam skala volume aku masih sangat jauh dengan dalamnya laut antartika

Dalam skala luas aku masih jauh lebih diukur daripada taman baluran

Dalam skala indah dan megah, cahaya bintang jelas jauh di depanku

..

Siapakah aku ini

Yang mungkin hanya terlihat seperti titik

Tak ubahnya skala pixel dalam urutan terbelakang

Yang tak terkenal dan dikenal

Yang tak tercatat dan dicatat dalam buku pencapaian

Yang tak terelok dan dielok oleh kata dan karya

..

Siapakah aku

Jika dibandingkan dengan semua kemegahan ciptaaanMu

Jika dibandingkan dengan segala keperkasaan ciptaMu

Jika dibandingkan dengan andromeda

Atau jika dibandingkan Eden sekalipun

Dalam diam aku meratap

Dalam diam aku bertanya

Dalam diam aku bernyanyi

Dalam diam aku menunggu

Dan dalam diam ada kata

Dan dalam diam ada jawab

Dan dalam diam ada bisikan

Bahwa dari segala ciptaMu

Akulah yang kau sebut Maha Sempurna

Akulah yang kau sebut lebih dari sekedar baik adanya

Akulah yang kau sebut Indah pada waktunya

..

Bukan dari skala ukur

Bukan dari skala volume

Bukan dari skala luas

Bukan dari skala cahaya

..

Engkau berkata “Sempurna”

Dari skala kasih

 ….Dan dalam diam itu aku tersenyum

Tian_ksw

220415