FAITH LIKE ABRAHAM

on

“FAITH LIKE ABRAHAM”

(Kejadian 22:1-19)

Beberapa hari ini gw terus terkagum dengan seorang Abraham, satu sosok yang bener-bener memiliki iman yang sebesar biji sesawi, yang benar-benar taat akan kehendak Allah. Yang membuat gw kagum adalah ga pernah dicatatkan sekalipun dia menolak kehendak ALLah.

Dan hal lain yang membuat gw kagum kepada Abraham adalah kedekatannya dengan Allah. Bukan hanya bercakap-cakap bahkan Abraham pernah meminta bahkan melakukan tawar menawar dengan Allah…wow dashyat banget……

Berbicara mengenai iman, mengapa  Abraham dapat memiliki iman yang besar, padahal pada jamannya dulu Abraham ga punya Kitab, ga punya panutan dan ga punya apa2 yang membuat dia mempercayai janji Tuhan. Lalu bagaimana Abraham bisa berhasil mengikuti kehendak Allah, jawabannya adalah karena Iman (Ibrani 11). Bagaimana iman menjadi kekuatan Abraham untuk mempercayai kehendak Allah.

Ada beberapa kesempatan yang bisa dilihat, yang menunjukan betapa Abraham taat kepada ALLah.

Pertama, saat Abraham dipanggil Allah untuk keluar dari tanah kelahirannya. Iman Abraham memberinya kekuatan untuk mengikuti panggilan Allah, walaupun dia belum tahu akan ke mana, akan ada apa di depannya, akan seperti apa masa depannya. Iman memberikan kekuatan pada Abraham, bukan memberikan penyelesaian pada masalah yang dihadapi Abraham. (Kej 12:1-9)

Kedua, saat Abraham dijanjikan keturunan. Walaupun usia Abraham dan Sarai saat itu sudah tidak lagi dalam usia subur. Tapi iman tetap memberi kekuatan pada Abraham untuk menunggu janji Tuhan, dan memberi kekuatan pada Abraham untuk tidak putus asa menunggu keturunan yang dijanjikan. (Kej 15:5 ; Kej 15:13-16 ; Kej 17:4 ; Kej 17:16 ; Kej 18:10 ; Kej 21:5 ; Kej 22:16-18).

Ketiga, saat Abraham diuji untuk mengorbankan anaknya. Selama perjalanan ke gunung tempat pengorbanan, iman memberi kekuatan pada Abraham untuk terus melangkah menuju ke gunung yang diperintahkan oleh Allah. Abraham tidak lari, tidak berbalik, tidak berhenti, tapi terus berjalan menuju gunung tempat pengorbanan itu. Iman memberi Abraham kekuatan untuk mengikuti kehendak Allah, walaupun itu berarti harus mengorbankan anaknya. Abraham tidak tahu kalau bakal ada anak kambing yang akan menggantikan anaknya, tapi Iman memberikannya kekuatan untuk berani maju terus dan taat pada kehendak Allah.

Dari ketiga kejadian di atas, gw yakin pasti Abraham juga mengalami ups and downs dalam ketaatannya pada perintah Allah. Tapi saya juga yakin, kalau iman yang diberikan oleh Allah, memberikan juga kekuatan pada Abraham untuk bangkit kembali dan berjalan lagi menuju kehendak Allah. Dan liat di dalam Alkitab, adakah satu ayat yang menunjukan ketidak-taatan atau kejatuhan Abraham. Menurut saya tidak ada, Jadi apakah Abraham seorang yang sangat kudus tidak bercela???

Dari sini kita bisa melihat dan belajar, iman bukanlah jalan pintas untuk mendapatkan keinginan / kebutuhan kita. Iman adalah kekuatan yang diberikan oleh Tuhan untuk kita anak2Nya yang mau taat pada kehendakNya. Untuk kita anak2Nya tetap kuat meniti jalan kita saat kita berada dijalan kehendakNya. Iman memberi kita kekuatan untuk terus menaiki anak tangga yang ujungnya belum terlihat.

Allah tidak akan membiarkan kita sendiri, Allah tidak akan melepaskan kita saat kita berusaha dan mau taat akan kehendakNya, Dia memberikan kita iman untuk menjadi kekuatan bagi kita agar kita tetap taat dalam jalanNya. Mungkin ada kalanya kita jatuh, tapi iman juga memberikan kekuatan untuk bangkit kembali dan berjalan kembali dalam kehendakNya.

© Tian_komselCOC_2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s