Run Tian…RUn…

on

Run Tian…Run…..
Yesaya 40:31

Kuberlari dan tak akan pernah menjadi Letih

Salah satu penggalan lirik lagu tersebut menggngatkanku sekaligus menguatkanku hari ini… hari dimana aku merasa sangat lelah, lemah dan bodoh….

Gimana enggak, seminggu ini lagi musim ujian dan kayaknya hanya gw deh yang bener-beenr kebingungan…. Blajar juga sangat semangat tapi hasilnya minim….. walaupu belum tau hasilnya tapi udah terasa kalo kayaknya ini bener-bener bakalan banyak mata kuliah yang di HER-in deh….waduh……

Pastinya akan amat sangat salah, klo gw doa minta dibagusin nilainya, minta IP yang bagus, minta keajaiban ga ada her lah orang gw-nya ndiri ga belajar. But walaupun salah tetep ajah gw doa kayak gitu..tian..tian….

But jawaban TUhan luar biasa dan buat gw sangat amat terkagum….. Jawaban itu datang tadi, tepatnya di Metro 52 jurusan cakung-mlayu dimana pas gw lagi ngelaum membayangkan kegagalan gw dan gw yang harus ngejalanin n ngerasain yang namanya HER (sebelumnya belum pernah sekalipun…. baru nyaris..), apa jawaban Tuhan itu… Dia menjawab dengan sebuah kata LARI…..

What….. apa nih maksudnya God….bingung niy aye…..

Tapi langsung ku teringat dengan sebuah ayat yang berbicara mengenai sebuah pertandingan, dimana kita harus berlari sampai garis Finish dan ada mahkota yang menanti….

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. (I Korintus 9:25).

Jadi teringat dengan seorang pelari yang diceritain ma best Friend, namanya John Stephen Akhwari, seorang pelari dari Tanzania yang dikenal bukan karena meraih juara 1, 2 atau 3 tetapi dikenal karena dia tetap menyelesaikan pertandingan hingga finish walaupun terlihat mustahil. John menyelesaikan finishnya pada malam hari pada saat upacara penutupan olimpiade athletic 1968 di mexico.

Dia tetap menyelesaikan pertandingannya walaupun terlihat mustahil. John terjatuh saat sedang berlari, tetapi tetap dia berusaha untuk menyelesaikan pertandingannya. Suatu tokoh yang luar biasa.

“My country did not send me to Mexico City to start the race. They sent me to finish.”

Itulah perkataannya saat ditanya mengapa ia tetap menyelesaikan pertandingannya… WOwwww….amazing….

Back to me…..apa hubungannya lomba lari marathon sama UAS yang sedang gw lakuin????

KEDUANYA SAMA-SAMA PERTANDINGAN…….
That’s the reason kenapa God kasih jawaban seperti itu…… ternyata study yang aku jalani adalah sebuah pertandingan lari jarak jauh. Dan ada sebuah finish yang menanti di ujung sana….. dan aku tentunya sebagai orang yang ikut pertandingan itu haru lari…..

Tuhan memberikan pengertian kepadaku mengenai 3 tipe pelari dalam pertandingan itu :

1.Tipe pelari yang langsung melesat mulai dari start tapi menjelang finish mulai melambatkan larinya bahkan berjalan,

2.Tipe Pelari yang lambat/hanya berjalan di awal dan pertengahan pertandingan, kemudian lari kencang menjelang finish,

3.Dan yang terakhir pelari yang mulai dari start hingga Finish melaju dengan kecepatan penuh, walaupun akhirnya akan kelelahan.

So, dari ketiga tipe pelari itu, mana yang kamu pilih dan pasti akan sampai ke finish???

Ketiganya pasti akan finish asalkan mereka tetap berlari, dan yang menjadi perbedaan adalah hasil yang akan dicapai.

Aka berfikir klo aku adalah tipe yang kedua, yang awalnya pelan lalu berlari sangat kencang di akhir….yuph….. klo kata temanku ada sebuah konsekuensi atas setiap pilihan….. dan sekarang aku lagi belajar untuk mau menanggung konsekuensi itu….

MEmang kemalasan diriku membuatku menjadi seperti itu, jarang masuk, tidak setiap tugas kukerjakan, selalu meremehkan mata kuliah, dan pada akhirnya jadi beginilah…

Tadinya aku akan sangat menyesal dan marah klo aku di kasih HER, but sekarang aku mengerti yah, klo emang itu hasil dan konsekuensi yang akan ku tanggung buat apa marah…. Toh itulah hasil yang aku dapat, Murni!!!! Tanpa mencontek….. jadi kalaupun aku her, akan sangat pantas aku mendapatkannya…..

But Tuhan ga mau klo aku hanya sampai segitu ajah, you know what, karna anak Tuhan itu akan selalu naik tidak turun dan selalu menjadi kepala bukan ekor, ahh yang bener so kenapa nilai gw jelek???

Yang aku pelajari adalah Tuhan mau aku menjadi kepala bukan karena mukjizat, or bukan karena Hokki or bukan karena kebaikan dari sang dosen, tapi Dia mau karena memang aku pantas mendapatkan itu, karena memang itulah hasil yang aku perbuat….

Thanks God, I know…….. dan sekarang masih ada 1 hari kesempatan lagi untuk membuktikan aku layak menjadi kepala, sebelum ada ujian pengulangan…dan aku mau sangat berjuang God, demi statusku dan demi Kamu…….Thanks God dah mengingatkan aku hari ini……..

Aku akan terus berlari….berlari…..dan berlari sampai aku menemukan garis finishnya dan menyentuhnya………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s