Good Friday is a good reflection

“Mari kita mengenang hari ini.” Yuph, seorang pendeta berkata seperti itu tadi pagi di gerejaku. Tapi bagiku lebih baik kita memaknai hari ini daripada hanya mengenang. Ada sebuah pernyataan iman dan sebuah langkah ke depan.

Good Friday kali ini aku ga menangis lagi, tetapi sebuah senyum kecil terbesit di mulutku. Sekali lagi aku dizinkan melihat sebuah kasih terbesar dan termegah yang membuat hati menggetar dengan hebat. Dashyat friends…. Klo beberapa taun belakangan ini aku melihat dosaku, melihat diriku melalui sebuah salib itu, sekarang aku melihat lebih mendalam lagi salib itu, sebuah kasih yang jauh melampai akal, bukan hanya sekadar penyesalan diriku yang kulihat, tetapi kasih Allah yang seringkali tidak menuntut balas, wow so sweet…

Paskah, pass over dalam bahasa aslinya. Pada zaman perjanjian lama, paskah menandai keluarnya bangsa Israel dari mesir. Sedangkan saat ini paskah menandai keluarnya kita sebagai umat Allah dari jurang dosa. Allah yang mengeluarkan kita, bukan dengan usaha kita sendiri. Aku rasa hampir semua dari kalian pasti tau ini.

Yang bisa kita renungkan adalah, mungkin bangsa Israel sudah keluar dari mesir, tetapi mesir belum keluar dari Israel. Coba cek berapa kali bangsa Israel ingin kembali ke Mesir hanya karena ketidakpercayaan mereka kepada janji Allah. Kenapa bisa terjadi, yah karena mesir belum keluar dari hati, pikiran, dan jiwa bangsa Israel.

Israel = kita secara rohani. Kita mungkin sudah bertobat, sudah mengalami pemulihan dan sudah keluar dari dosa-dosa kita, tetapi apakah dosa-dosa itu sudah kita keluarkan dari diri kita. Dari pikiran, perkataan, perbuatan dan tindakan kita. Makanya ga heran klo kita sering jatuh bangun dalam mengikuti Tuhan (akupun juga demikian), karena kita masih membiarkan dosa-dosa dan masa lalu kita menjadi bagian dari dalam diri kita. Kita masih menikmati dosa-dosa itu walaupun kita tau itu dosa. Dan pada akhirnya saat kita jatuh, kita ogah untuk bangkit. Kita terlampau nyaman di kubangan itu.

Aku mo ajak kita semua, termasuk ajak diriku juga niy, yuk kita bareng-bareng memaknai good Friday ini dengan sikap hati yang rindu pemulihan dan juga sedikit perenungan akan hal ini :

” Klo Tuhan bersedia mati untuk diriku dan sudah mati untuk diriku, apakah aku bersedia mati untuk diriku, mati untuk segala ke-egoisanku, mati untuk segala sikap “ngambek”-ku, mati untuk sikap “jatuh-bangun”ku, mati untuk sikap “minta perhatian”-ku, mati untuk segala “dosa-dosa tersembunyi”-ku, mati untuk segala ketidakpercaanku kepadaMu  dan untuk segala karakterku yang jelek ???

good-friday

Jawab pertanyaan tersebut dengan perkataan iman dan perbuatan secara nyata.

Walk the talk….

Tetapi sekali-kali aku tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehNya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Galatia 6:14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s