>>> Konser Klasik

on

Pernah datang ke konser musik klasik ???

Ada perbedaan besar antara konser musik klasik dengan konser-konser lainnya. Kalau konser lainnya cenderung harus rame biar seru tetapi lain dengan konser klasik, dimana ketenangan harus dijaga sepenuhnya supaya tiap nada dari lagu itu terdengar sempurna.

Yuph itulah konser klasik, batuk aja dilarang, apalagi ngobrol sama teriak-teriak… wahh bisa langsung dapat tatapan sinis dari orang di depan, belakang dan samping kita.

Fokus, itulah tujuan dari ketenangan itu, supaya kita dapat menikmati setiap nada dan deting senar gitar yang dipetik oleh sang maestro. Fokus pada sang maestro, fokus pada permainannya, fokus pada lagu yang dibawakan, itulah kunci kenikmatan menonton konser musik klasik.

Tapi apa yang terjadi saat ada penonton “rese” yang dengan santainya ngobrol di sana sini saat permainan sedang berlangsung, saat ada anak kecil yang mondar-mandir karena bosan, saat ada suara rington HP yang lupa di silent, saat ada anak kecil nangis karena dimarahin mamanya karena berisik dan berbagai macam gannguan lainnya… uughhhhh….

Bayangin aja, suara jarum jatuh aja terdengar jelas, apalagi gangguan-gangguan macam diatas, bikin fokus hilang, bikin emosi memuncak, bikin hati tak tenang dan yang jelas bikin kita tak menikmati lagunya…. payahhh….

Dan akhirnya kita cenderung lebih fokus sama “keributan” dan “keonaran” yang terjadi sehingga kita lupa kalau kita sedang menikmati musik bukan menikmati “keonaran” dan “keributan”. Yah akhirnya kita kehilangan kesempatan untuk mendengar dan menikmati lagu-lagu itu, yahhh rugi dehhhh !!!!!

Pertanyaan besar di kepalaku, kenapa yah kita cenderung untuk cepat berubah fokus ke hal-hal yang seharunya menjadi pengganggu kita. Berubah fokus ke masalah-masalah yang sedang terjadi, berubah fokus kepada “keonaran” dan “keributan”, bukannya kepada “suara” yang sedang kita dengar dan nikmati. Hal ini ngga hanya terjadi saat kita nonton konser musik klasik doank lho, tetapi juga pada sisi kerohanian dan kehidupan kita.

Tanpa sadar, kita yang tadinya sedang menikmati indahnya “suara” kehidupan dan “suara”-Nya akhirnya berubah fokus kepada “keributan” dan “keonaran” yang terjadi di sekeliling kita. Yang tadinya kita sedang on fire banget melayani Tuhan, optimis menjalani hidup dan meraih masa depan, tiba-tiba “pendengaran” kita dibuyarkan seketika dengan masalah-masalah yang terjadi. Tiba-tiba aja ada seorang yang marah-marah ngga jelas lah sama kita, tiba-tiba dosen pembimbing kita susah ditemui lah, tiba-tiba bos kita marahin kita tanpa kita tahu kesalahan kita, tiba-tiba kita jadi males lah, tiba-tiba kita disalah-salahin terus, tiba-tiba musibah datang, tiba-tiba kita jadi sensi, mudah marah dan egois, dan “tiba-tiba” yang lainnya yang membuat keadaan kita berbalik 180o. What’s wrong God, kok jadi begini sih..

Masalah pasti datang friends, “keributan” dan “keonaran” di ruangan konser pasti ada aja, baik itu besar maupun kecil. Walaupun sebisa mungkin panitian telah menghimbau untuk menjaga ketenangan, bisa saja sewaktu-waktu keributan terjadi.

Jadi yang harus kita lakukan adalah tetap fokus dengan apa yang sedang kita “dengar”. Fokus kepada alunan gitar dari sang maestro walaupun banyak gangguan yang terjadi, fokus terhadap masa depan kita walaupun banyak kejadian-kejadian dan perkatan yang tak mendukung, fokus terhadap kehidupan ini bukan terhadap permasalahan kehidupan ini dan fokus terhadap suara Tuhan yang akan menuntun kita bukan kepada suara-suara yang lain yang membuat kita jatuh. Itulah yang namanya perjuangan.

Karena papaun yang terjadi,  tujuan utama kita adalah konser itu, mimpi kita, kehidupan kita, dan Tuhan kita, bukan yang lain. Percaya deh, akan ada saatnya “keributan” itu berakhir dengan sendirinya, dan konser akan terus berjalan. Nah seandainya kita tetap fokus pada konsernya bukan pada keributannya aku yakin kita tidak akan menyesal datang ke konser klasik itu, karena semua “suara” dari permainan sang maestro akan terdengan jelas, sama dengan jelasnya saat kita dengar suara Sahabat sejati kita Yesus Kristus.

……. Jadi ngga ada ruginya kok untuk tetap fokus sama apa yang seharusnya kita “dengar”, okeh.

CCWebMain_vp1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s