SEBUAH SENAR GITAR

on

senar13Guys, siapa yang pernah nyetem gitar, atau paling engga tau deh apa itu nyetem gitar ??

(lagi-lagi tentang musik niy artikel kita kali ini… enjoy aja..hehehhehe).

“Nyetem” gitar adalah proses dimana senar gitar di tarik melalui knop yang ada di ujung gitar (bahasa kerennya Head gitar..) untuk dapetin suara yang pas alias ngga fales.

Walaupun keliatannya gampang tinggal muter-muter puterannya doank, tapi jangan salah guys, ngga semua orang yang bisa maen gitar bisa “nyetem” gitar. Karena selain dibutuhkan ketelitian dan teknik dalam pemasangan senar, diperlukan juga telinga yang tajam untuk mendengar nada dan feeling yang mantab.

Dan senar yang terbaik adalah senar yang ga akan putus dalam tarikan-tarikan / proses “nyetem” itu, selama dia masih dalam nadanya (senar 4 untuk nada D, dll). Karena tiap senar memiliki beda ketebalan yang akan membedakan nada-nada yang dihasilkan.

Kira-kira bisa ngga nih kalo diri kita dianalogikan seperti senar gitar itu, yang jika berada di tangan yang tepat dapat mengeluarkan suara yang indah ??

Aku membayangkan kalo aku adalah sebuah senar gitar nylon no 4 (karena memang nomer ini yang sering putus..hehehhe…), yang tadinya tersimpan rapi di sebuah toko, yang hanya dapat memandang orang baik itu musisi atau bukan lalu lalang, dan menunggu sampai saatnya aku dipilih oleh seseorang. Sungguh bosan menunggu di balik etalase.

Hingga ada seseorang yang mencariku, yang membayarku dan yang membawaku pulang. Aku tidak dapat melihat siapa dia, bagaimana rupanya, tapi satu hal yang ku yakin, aku berada di tangan yang tepat, dan itu membuatku berharga.

Sampai di tempatnya, ia membuka bungkus yang menutupi diriku, mengeluarkanku, mengamat-amati diriku dan mulai mengambil gitarnya. Aku merasa sangat berharga karena sebentar lagi aku akan menjadi diriku yang seharunya, menjadi sebuah senar gitar yang berada di gitar, bukan berada di balik kaca toko itu.

Ternyata apa yang terjadi sobat, aku merasa sangat sakit. Dia mengikatku pada tailplece atau tempat untuk menaruh senar dan mengikat ujung tubuhku di head gitar itu. Lalu proses selanjutnya sungguh mengerikan, tubuhku ditarik, awalnya sangat keras dan cepat dia menarik tubuhku, lalu berhenti sejenak, kemudian menarik sesekali, berhenti lagi, lalu menarik lagi dengan lembut. Sangat menyakitkan..

“Stop..stop..stop..stop….” kataku, udah deh semuanya. Mendingan aku ada tergeletak di belakang kaca etalase toko itu daripada harus merasakan sakit seperti ini. Dan sejujurnya aku sangat mengeluh dan marah pada musisi itu.

Dan setelah beberapa waktu proses “tarik-ulur” itu, akhirnya musisi itu berhenti dan tersenyum puas, lalu mulai memainkan satu lagu, dan tahukan kalian kalau aku adalah bagian dari lagu itu. Dengan lembut ia memetikan tangannya kepada tubuhku dan sesekali tersenyum puas, dan satu hal yang ku dengar adalah suara indah keluar bukan hanya dari tubuhku tetapi dari gitar itu.

Terbayang, seandainya kalian menjadi sebuah senar ???

Satu hal yang bisa aku pelajari dari hal ini adalah saat kita berada di tangan yang tepat, apapun yang terjadi percayalah bahwa semuanya itu adalah untuk sebuah kebaikan dan keindahan.

Guys, sangat kuakui kalo pembentukan dari Tuhan kita terkadang tidak menyenangkan dan terasa sakit. Hati yang terluka, sebuah hubungan yang retak, permasalahan yang tak kunjung selesai, pekerjaan yang tak kunjung datang, pengharapan dan mimpi yang tak kunjung tercapai bahkan sindiran dan kritikan tajam dari orang-orang terdekat kita hingga “tarikan-tarikan” lain yang seringkali membuah tubuh dan jiwa kita merasa sakit.

Kita bertanya pada Tuhan kapan semua ini berakhir. Kita mengeluh kepada Tuhan kenapa semua ini harus terjadi. Tuhan diam, Dia tidak mengeluarkan sepatah katapun, bahkan terus membuat “tarikan-tarikan” itu.

Kenapa ???

Karena Tuhan tau saat yang tepat dimana saat Dia akan menjawab semua itu bukan dengan perkataan tetapi dengan kehidupan kita yang telah terbentuk menjadi serupa dengan Dia. Dan pada saatnya itulah justru kita yang akan bilang Terima kasih sama Dia.

Pembentukan memang berat guys, dan semua orang merasakannya. Yang jadi pertanyaan adalah apakah kamu mau menjadi sebuah senar yang mengeluarkan suara yang merdu atau hanya mau menjadi sebuah senar yang berada di balik kaca etalase sebuah toko musik???

Be blessed..

2 Comments Add yours

  1. Fillia says:

    Good illustration bro.. 😊

    1. Tian says:

      Wuihhh suatu kehormatan dapet komen dri lw pil..hahhaha….
      tararengkyu yakk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s