Kasih itu….

on

“Kasih itu Sabar…” 1 Korintus 13:4

Waktu masih jaman-jamannya naik kereta ke kampus, pernah aku bilang sama temenku begini :

“ Tau nggak, tempat melatih kesabaran yang paling ampuh tuh dimana ? DI STASIUN KERETA…” (hehehhehe… tanpa bermaksud menyindir salah satu pihak..)

Yap, karena memang di tempat itulah kesabaran benar-benar diuji. Bisa membuat emosi meningkat, dan nggak sedikit kata-kata kotor, kata-kata umpatan bahkan hujatan keluar dari mulut penumpang yang kecewa karena kereta tak kunjung datang. Bayangkan saja, yang harusnya kereta datang 5 menit menurut informasi, ternyata hingga ½ jam kemudian tak kunjung datang, baru deh setelah 1 jam lebih sedikit, akhirnya datang juga !!

Itu kondisinya, tapi…….berbicara mengenai kesabaran ternyata bukan mengenai kondisi, tetapi mengenai karakter dan hati. Saat kondisi membuat dan mengharuskan kita marah karena hak kita tidak terpenuhi, tetapi kesabaran berkata lain. Saat banyak orang mulai mengeluh, mencaci maki, emosi, dan akhirnya pergi dengan hati yang dongkol, kesabaran mengharuskan kita untuk tetap tenang, tersenyum, dan tetap memiliki hati yang penuh sukacita. Wah gimana bisa?? Jadi orang sabar susah donk kalo begitu, mengingat dunia seringkali membuat kita sebal.

Weitss, inga-inga…. kesabaran bukan bicara mengenai kondisi, tetapi karakter dan hati. Dan ternyata, sabar adalah bentuk kasih, bahkan kasih itu sendiri. Love is patient and kind ( I Corinthians 13:4). Kasih itu sabar, dengan kata lain saat kita sabar dengan orang lain, kita juga menaburkan kasih bagi orang itu. Saat kita tidak terpengaruh emosi dan tidak serta merta mencaci maki sang penjaga tiket kereta api, bukankah itu berarti kita mengasihi sang penjaga tiket itu? Bahkan saat kita tidak terpengaruh emosi kita juga mengasihi diri kita.

Ada hal yang membuatku berpikir, kenapa di 1 korintus 13:4, sabar disebut lebih dahulu untuk mendefinisikan kasih. Love is Patient… Why??

Patient dalam kamus oxford diartikan having or showing patience. Dan ternyata arti patience itu luar biasa banget lho, oxford bilang begini :

“Patience is ability to stay calm and accept delay or annoyance without complaining”

Kesabaran adalah kemampuan untuk tetap tenang dan menerima segala bentuk keterlambatan atau sesuatu yang mengesalkan tanpa mengeluh sedikitpun. (yah begitulah kira-kira..). Kesabaran berbicara mengenai  3 hal, ability to stay calm, Accept delay or annoyance, dan without complaining.

Ability to stay calm, Kemampuan untuk tinggal tenang, untuk tetap tenang, untuk dapat bertahan dari semuanya. Dan yang namanya ability nggak semua orang memilikinya. Butuh latihan yang terus menerus, rutin dan juga ada kemauan untuk melatih itu. Amsal bilang orang yang sabar melebihi seorang pemenang. Seorang pemenang hanya menjadi pemenang di salah satu pertandingan, tetapi seorang yang sabar menjadi pemenang untuk semua pertandingan di dalam kehidupan.

Accept Delay or annoyance, berbicara mengenai menerima keadaan yang sangat menjengkelkan, yang tidak sesuai dengan hati kita, yang tidak sesuai dengan kondisi yang seharusnya. Keadaan yang merenggut hak kita, dan bahkan waktu kita. Dan ternyata seringkali bukan hanya keadaan yang menjengkelkan kita, tetapi seseorang, bahkan yang terdekat sekalipun sering “delay” or “annoyance”. Huuuhhh,, sebal…. tapi ingat, Love is Patient, and patience is Accept delay or annoyance. Jadi saat kita sabar terhadap lingkungan dan keadaan yang “delay” dan “annoyance”, atau juga saat kita sabar terhadap orang-orang yang bahkan sangat dekat dengan kita yang “delay” and “annoyance” merupakan bukti kasih kita terhadap mereka, dan bentuk kasih kita untuk dunia. Kan kasih bisa dimulai dengan hal-hal yang paling sederhana sekalipun, termasuk bersabar. Ingat lho, Saat kita bersabar, kita mengasihi mereka.

Without complaining, tanpa keluh kesah, tanpa ada kata-kata makian keluar, tanpa ada emosi yang meledak-ledak, tanpa ada kata-kata hujat keluar. Ingat bahwa apa yang keluar dari mulut kita seringkali menunjukan bagaimana keadaan hati kita, dan apa yang dari hati menyentuh hati juga, baik itu membangun ataupun merusak. Jadi saat kita sedang tidak sabaran, kemudian mengumpat kata-kata makian, bahkan berteriak keras-keras penuh amarah kepada seseorang atau kepada keadaan, tanpa kita sadari kita sudah menyakiti hati seseorang, bahkan hati Tuhan. Karena keadaan-kan Tuhan yang ijinkan hadir dalam hidup kita, kadang bisa menyenangkan, kadang bisa mengesalkan. Berarti saat kita “complaining” sesuatu baik itu secara terang-terangan, mengumpat atau dalam hati, tanpa kita sadar kita sudah menyakiti hati Tuhan dengan sengaja. Lalu dimanakah kasih itu ???

Dari ketiga hal di atas aku jadi mengerti, mengapa sabar disebutkan pertama sebagai bentuk kasih dan sebagai kasih itu sendiri. Sabar dan menahan diri ternyata bisa menunjukan seberapa besar kita memiliki dan merasakan kasih itu. Sabar ternyata sebagai bukti apakah kita mengasihi sesama kita dan mengasihi Yesus, Sabar bisa menjadi langkah awal untuk mengerti apa kasih itu.  Jadi kalau sabar dapat menunjukan apa itu  kasih, kenapa tidak kita lakukan ?

Yuk kita berlatih untuk bersabar… be 100 persen in patient….

-Ditulis oleh KSW-

4 Comments Add yours

  1. lunniey says:

    Tiuuung kok baru diupdate skr seeh😀 ohohoho hrusnya tiap lu nulis di ARUAM lu update juga di blog luh..

  2. ksw says:

    wakakakkakakk…. bisnya ndak sempet lun,,, maap-maap yak..hehehhe

  3. renza says:

    kasih itu sabar…
    di alkitab versi NIV dibilang long suffering…penderitaan yg panjang,..huehehehe…
    ngomong2 soal tempat melatih kesabaran, kayanya stasiun kereta masih kalah dibanding naik mobil di Jakarta pada jam pulang kantor…harus sabaaaaaaarrrrrr banget…hahahha😀

    1. Tian says:

      hehehhe.. yup, ternyata rel kereta api dan jalanan nggak jauh beda yah,, sama-sama butuh kesabaran tingkat tinggi…hehhehehhe….

      long, berarti harus panjang sabar yah, kan sabar bukan cuma untuk smenit or satu jam aja, tapi harus selama hidup…hohohohoo… wah, sanggup tidak yah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s