Waduh…. Bocor !!!

on

Rencana untuk sampai rumah secepatnya ternyata harus digagalkan karena ban motor yang kempes, dan ternyata ini bukan sekedar kempes tapi bocor. Terpaksa harus menuntun motor kesayangan menuju tambal ban terdekat yang tidak dekat.

Motor terasa berat saat di gas, padahal gigi satu, dan lagi ditambah stang motor yang agak goyang sedikit. Dan setelah dilihat, ternyata bener, ban motornya bocor. Dan akhirnya rencana pulang agak sorean harus batal karena dipaksa menuntun motor untuk menambal bannya.

Sampai di bengkel, ternyata si “Lae”, sudah siap dengan peralatan tempur seadanya untuk menambal ban yang bocor. Dimuali dengan mengeluarkan ban dalem motorku, lalu memeriksa titik bocornya dengan menggunakan seember air, trus ditandai dengan paku. Dua lobang kecil di ban dalam motorku yang cukup membuatku berjalan 1 kilometer mencari tukang tambal ban.

Tugas si “Lae” itu belum selesai, setelah menemukan 2 titik bocornya, kemudian dia menghaluskan sisi/daerah sekitar titik itu, dikerok sedemikian rupa sehingga daerah itu menjadi agak sedikit halus. Setelah itu “Lae” itu mengambil senjata utamanya untuk menambal, diambilnya sepotong tambalan, direkatkan ke titik bocor itu, lalu menuangkan cairan untuk menyalakan api. Proses selanjutnya adalah menunggu hingga api itu padam dan tertambalah titik bocor itu.

Hal serupa dilakukan juga untuk titik selanjutnya. Dan akhirnya selesailah proses penambalan ban yang cukup memakan waktu. Oh Iya ada yang kelupaan, sebelum memulai proses menambal, “lae” itu mencari penyebab bocornya, diraba-raba ban luar, dan akhirnya menemukan sepotong kecil paku/kawat.

Selesailah sudah proses menambal itu, dan aku bisa melanjutkan perjalanan kembali. Pengalaman ban bocor yang luar biasa.

Luar biasa ??? Ahh, kayaknya biasa-biasa aja deh.. Apanya yang spesial dari cerita diatas ?? Ban bocornya, tambal bannya, “Lae”-nya, atau prosesnya ??? SEMUANYA !!!

Yah, karena pengalamn itu aku jadi kenal yang namanya istilah “bocor Rohani”, whatzz, apaan tuh??

Yap, seperti sebuah ban yang bocor, titik sekecil apapun dalam kerohanian kita akan dijadikan celah bagi iblis untuk mengambil alih kehidupan kita. Perlahan tapi pasti, melalui titik kecil itu, kerohanian kita akan semakin kempis, lalu menjadi kering, dan akhirnya benar-benar mati. Ini yang bahaya, karena titik itu seringkali tidak kita sadari, dan parahnya lagi banyak yang tersadar saat kerohanian mereka berada di titik kritis.

Titik bocor itu bisa berupa karakter kita yang belum diubahkan, contohnya egois, gampang tersinggung, iri hati, mudah terbakar api cemburu, gampang ngambek, gampang mengucapkan kata-kata yang menyakitkan hati atau karakter buruk lainnya. Titik itu bisa juga berupa akar pahit dan kenangan masa lalu yang belum diselesaikan. Atau juga dapat berupa dosa-dosa tersembunyi yang belum diakui dan masih dilakukan. Titik-titik ini akan menyedot habis kerohanian kita sehingga tanpa sadar kita mulai menjauh dan dijauhkan dari Tuhan. Repotnya, yang kita sadari adalah Tuhan yang meninggalkan kita, Tuhan yang tidak setia sama kita, pokoknya semua salah Tuhan deh, wah bahaya !! Padahal sebenarnya ada titik-titik yang belum kita beresin.

Titik itu bisa berupa akrakter yang belum diubahkan, akar pahit dan dosa-dosa tersembunyi.

Titik itu perlu ditambal, dan proses tambal-menambal itu nggak gampang dan nggak mengenakan. Butuh proses yang cukup panjang dan butuh lebih dari sekedar kemauan untuk menambalnya.

Proses pertama yang dibutuhkan adalah SADAR kalau ternyata kita sedang mengalami kebocoran. Seandainya aku nggak sadar kalau banku bocor, mungkin aja aku akan memacu motorku dengan kecepatan penuh untuk sampai dirumah dengan kondisi ban yang bocor, dan akibatnya adalah pelek motor jadi rusak, ban jadi semakin nggak karuan bentuknya, dan dapat berakibat kecelakaan. Fatalkan ?? itu baru ban bocor, gimana kalau kita nggak sadar kerohanian kita sedang bocor, akan berujung pada kematian kekal, dan yang bakalan ketawa pertama adalah si iblis.

Setelah sadar, lalu begegas mencari tukang tambal ban, supaya bannya bisa ditambal. Aku suka dengan kata-kata “mengejar Pemulihan”. Karena sadar aja belum cukup, harus ada tindakan nyata dengan membawa “kebocoran” itu pada ahlinya supaya didiagnosa dan segera diobati. Ahlinya ban bocor adalah si “lae” itu, dan ahlinya bocor rohani yah Tuhan Yesus donk.

Sampai di tempat si ahli, pertama kali harus dicari titik bocor itu. Dan media yang paling ampuh adalah air, karena dengan air, akan terlihat titik yang tidak terlihat. Setelah terlihat, baru ditandai supaya nggak hilang. Ini proses yang cukup susah seandainya tidak ada air, karena titik itu begitu kecil sehingga tidak terlihat. Kadang titik bocor rohani kita begitu kecil, sehingga tidak terlihat oleh mata kita, terlalu kecil untuk kita sadari. Jadi perlu media penghantar untuk menemukan titik itu. Air adalah perlambang pertobatan dan pelepasan. Saat kita merasa tidak tahu apa yang salah dengan kita, dimanakah letak titik itu, bawa dalam doa supaya Yesus menunjukan titik itu. Dan doa ini memerlukan kerendahan hati dan pengakuan bahwa ada yang sedang tidak beres di hidup kita.

Sampailah kita pada proses penambalan, di “kikir” dulu daerah dimana titik itu ada. Kalau aku berpikir proses ini membuat lubang itu menjadi terlihat dengan jelas, dan juga supaya titik itu dapat ditambal. Mungkin inilah saat dimana titik itu dibersihkan sebersih-bersihnya, supaya saat ditambal tidak ada yang mengganjal. Dalam dunia rohani aku mengenal kata pemberesan, dimana setiap akar pahit dicabut hingga akar-akarnya, setiap masalah diselesaikan seselesainya, dan setiap doa diakui sejujur-jujurnya, nggak gampang memang, apalagi mengingat “titik bocor” itu susah untuk dilupakan, susah untuk diakui dan susah untuk dimaafkan. Tapi harus dilakukan, karena ini juga sama pentingnya dengan menambal.

Dan inilah proses yang ditunggu-tunggu, mengambil sepotong karet lain, ditempel dititik bocor itu, lalu dipanaskan dan di press menggunakan mesin ala kadarnya. Tunggu sekitar 10 menit, dan akhirnya tertambalah titik itu. Proses terakhir yang mungkit bagi si “ban” menyakitkan, mengingat dirinya harus dibakar dalam api yang menyala berjam-jam. Tapi ibarat sebuah bejana tanah liat yang sedang dibentuk, pada akhirnya, setelah semua prose situ selesai, jadilah sebuah bejana yang indah. Jadilah sebuah ban yang kembali siap dipakai untuk berkendara, tertutuplah titik itu. Proses ini yang seringkali ditinggalkan atau dilupakan saat ada titik-titik bocor di kerohanian kita. Kecenderungan untuk puas pada proses pemberesan, membuat kita terhenti untuk melakukan proses ini, proses bertobat, penyadaran akan arti penebusan.

Dalam bahasa aslinya, bertobat artinya metanoia, ibarat orang yang dompetnya tertinggal, ia tidak hanya sadar saja dan diam ditempat, tetapi dia berbalik arah dan mengambil dompet itu. Ada sebuah tindakan yang dilakukan, ada sebuah komitmen yang dibuat. Ini yang dinamakan pertobatan sejati, saat kita mengambil sebuah langkah untuk “say No” dengan karakter-karakter buruk kita yang lama, untu “say no” dengan semua akar pahit dan kenangan masa lalu kita, dan “say no” untuk segala dosa yang membuat kita ketagihan.

Dan sembari mengatakan “no” untuk hal-hal itu, kita mengingat perkataan Yesus di kayu salib, “ TETELESTAI…”, SUDAH SELESAIHE PAID IT ALL !!!

Si “Lae” membuyarkan lamunanku, banku sudah selesai di tambal dan siap jalan kembali, dan aku harus membayar sejumlah uang untuk tambalan itu. Satu hal yang aku dapatkan hari ini, bukan hanya banku yang ditambal, tetapi kerohanianku dan kehidupanku sudah ditambal olehNya, sebuah tambalan bukan dengan karet bekas, tetapi dengan darah yang mahal yang tercurah dan air mata yang menandakan kerinduanNya kepadaku.

Dan aku harus membayarnya………………….dengan hidupku.

Thanks Jesus.

Ditulis oleh KSW

5 Comments Add yours

  1. tukangbakmi says:

    Ummmm..jadi apa hubungannya ban bocor ama lu potong rambut pendek?
    But..nice article….

  2. Tian says:

    ngaak ada hubungannya sih…hehhehehhehehhe…
    thanks ko…. sering-sering mampir yak di warung bakmi jowo…wkwkwkwkwkkwk…

  3. lunniey says:

    Chahahah dari ban bocor nyambungnya jadi ke ke bocor rohani yak!! Sip2 mantap niyh … pas banget !!!

  4. kupkupu says:

    tes, tes, atu uwa iga p_p

  5. Tian says:

    hohohohoohoohoho…. iya nih lun, akhir2 ini lebih sering dapet inspirasi dari jalanan..hehehhhhe.

    @kupu2 : tes..tes… mulu, kapan pidatonya nii??? seerte dah nunggu tuh… hehhehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s