“ciitttttttttttttttttttttt………….”

on

“ciitttttttttttttttttttttt………….”

Hampir saja aku menabrak mobil yang ada di depanku, yang tiba-tiba berhenti. Rasanya ingin langsung segera turun dan memarahi pengendara mobil itu. Kalau saja tidak ada sebuah bisikan di telinga, mungkin hampir-hampir aku memarahi pak sopir itu.

“Salah kamu lho….”

Bisikan yang lembut tapi benar-benar menyadarkan diriku. Yah memang kesalahanku sehingga terjadi pengereman mendadak itu. Alasan sesungguhnya bukan karena mobil yang sembarangan berhenti di tengah jalan, tetapi karena AKU MELENG. Yah meleng, tidak fokus ke depan, tidak fokus ke jalanan saat sedang menyetir, karena ada sesuatu yang mengalihkan pandanganku, ada sesuatu yang menarik perhatianku di tepi jalan, dan hampir saja berakibat fatal.

FOKUS !!! itu adalah hal yang sangat penting di jalan raya, mengingat bahwa kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal di jalanan. Fokus liat ke depan, sesekali melihat spion, sesekali membunyikan klakson dan sesekali menginjak rem. Fokus, fokus dan fokus…

Para pengendara motor yang sudah sering mengendarai motornya pasti sangat tau hal ini, bahwa susah sekali untuk bisa fokus, tetap memandang ke jalanan meskipun mata berair, meskipun hati menolak dan meskipun jalanan terlihat selalu sama. Apalagi kalau jalanan itu sudah dilewati berjuta-juta kali. Dan yang lebih susah untuk fokus adalah kalau ada kejadian yang luar biasa yang sedang atau telah terjadi, contohnya ada yang berantem karena senggolan motor, atau ada kecelakaan, atau ada topeng monyet sedang beraksi, atau ada seorang malaikat tak bersayap sedang berjalan di pinggir jalan (hehehehhe..). Yang jelas sungguh sangat susah menetapkan diri untuk tetap fokus.

Fokus dalam Tuhan apalagi, sungguh susah, sungguh berat, makanya nggak heran banyak para anak-anak Tuhan berulangkali jatuh ke dalam dosa yang sama, dan bukan hanya anak-anak Tuhan saja, bahkan para hamba Tuhan-pun ada yang jatuh. Bukan untuk sekali dua kali, dan bukan hanya seorang- dua orang, tapi BANYAK !!!

Dari sekian banyak alasan yang mungkin dibuat, mungkin bisa ditarik sebuah kesimpulan yaitu TIDAK FOKUS. Jadi dapet istilah “meleng rohani” deh. Karena tanpa kita sadar nih, ternyata kehidupan kita di dalam Tuhan itu bisa diibaratkan saat sedang naik motor di jalanan raya. Butuh mata yang tetap memandang ke depan dan sesekali memandang ke spion, butuh tangan yang selalu siaga di stir dan selalu sigap untuk menekan rem, butuh kaki yang selalu siap untuk melakukan pengereman mendadak atau jika perlu turun untuk menjaga keseimbangan, dan butuh pikiran yang jernih. Tujuannya Cuma satu, supaya kita selamat ke tempat yang kita tuju, bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga menyelamatkan orang lain juga.

Saat pandangan kita teralihkan, saat pikiran kita menjadi buyar, dan saat kita nggak lagi siaga dan waspada, jadilah kita mendapati diri kita terkapar di jalan raya karena menabarak sesuatu atau seseorang. Dan akibatnya, bukan hanya kita yang cidera, tetapi ada yang turut merasakannya juga. Dan bisa menyebabkan kematian juga lho, bahaya banget deh.

Tempat yang kita tuju adalah kekekalan bersama Yesus, dan saat kita lahir baru adalah saat pertama kali kita bersiap untuk mengendarai motor di jalan raya. Perlengkapanpun sudah terpasang rapi, mulai dari helm, sarung tangan, penutup hidung, jaket kulit bahkan mungkin sepatu boot dan jangan lupa sudah memiliki kelengkapan surat-surat motor dan SIM donk..Nah setelah siap dengan semuanya itu, siaplah kita untuk berkendara di jalan raya. Tapi ingat bahwa “arena” sesungguhnya dari kesiapan itu adalah di jalan raya. Dan saat itulah kita dituntut untuk fokus. Arena sesungguhnya adalah kehidupan kita, godaan akan selalu ada untuk mengalihkan fokus kita. Apapun itu, seandainya sedetik saja kita memandangnya, berbahaya. Fatal akibatnya.

Kadang bukan halangan besar yang ada di hadapan kita yang membuat kita celaka, justru hal-hal sederhana yang tanpa sengaja ada di sekitar kita yang seringkali mengalihkan pandangan kita. Dan hal-hal sederhana ini yang dipakai oleh iblis sebagai musuh utama kita untuk menjatuhkan dan menjauhkan kita dari fokus kita kepada Tuhan. Berapa banyak pria sejati milik Tuhan yang jatuh ke dalam dosa pornografi karena tidak sengaja melihat/mengintip gambar-gambar yang tidak layak dilihat. Berapa banyak wanita bijaksana milik Tuhan jatuh ke dalam dosa karena tidak sengaja mendengar gossip spektakuler mengenai seseorang atau sesuatu. Banyak celah-celah kecil yang mampu menghembuskan angin yang mampu mengalihkan fokus kita. Dan dengan sadar atau tanpa sadar, kita kembali digiring ke dosa-dosa lama yang sebenarnya sudah bisa kita tinggalkan.

Inilah letak kelemahannya, saat kita nggak fokus akan satu hal, maka saat itulah kita sedang fokus dengan hal yang lain.

Jadi apa donk yang harus kita lakukan supaya nggak jatuh lagi ke dalam dosa yang sama ??

FOKUS adalah jawabannya. Seorang sahabat pernah berkata kepadaku, kunci untuk bebas dari dosa-dosa yang seringkali membelenggu adalah FOKUS, bukan fokus kepada dosanya tetapi fokus kepada kasih karuniaNya yang diberikan kepada kita. Bukan hanya fokus kepada salib, mahkota duri atau paku-paku tajam saja tetapi fokus kepada Siapa yang ada di salib itu. Saat fokus kepada dosanya, maka yang ada kita hanya akan semakin terpuruk dan merasa tidak layak dihadapan Allah, tetapi saat kita fokus kepada kasih karunia itu, makan kita akan mampu dan dimampukan untuk bangkit dan meminta untuk dibangkitkan.

Buatlah diri kita selalu memandang kepada Dia, yang telah mengorbankan diriNya yang mulia supaya kita dijadikan mulia.

Dan jangan sungkan untuk bangkit dari kejatuhanmu, ajukan sebuah doa sederhana, dan jangan pernah “meleng” lagi. Ingat bahwa godaan semenarik apapun harusnya nggak membuat kita tertarik karena kita telah melihat Yesus yang sangat menarik, kuncinya adalah FOKUS kepada kasihNya, FOKUS kepada diriNya !!

Hidupmu sungguh berharga di mataNya…

“Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;”

(Matius 6:22)

Be blessed..

Ditulis oleh KSW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s