Sindrom ban kempes

Sejenak kuberhentikan motor ke pinggir jalan, sembari menundukan kepala sekuat tenaga untuk sekedar melongok apa yang terjadi dengan ban belakangku. Alasannya sederhana karena sepertinya banku bocor lagi.

Ternyata tidak, ternyata hanya perasaanku, ternyata hanya kecemasan berlebihan dari diriku. Yah, akhirnya kembali aku melanjutkan perjalanan dengan perasaan tenang.

Tetapi tidak beberapa lama kemudian, kegiatan yang sama aku lakukan lagi, hanya saja bukan di pinggir jalan, tetapi di tengah jalan !! Tenang saja, kali ini lampu sedang menyala merah. Kembali ku menunduk sekuat tenaga, melongokan kepalaku sedapat-dapatnya, untuk melihat keadaan ban motorku, kempes atau tidak. Alasanya sederhana, karena aku melihat dua orang pengendara motor di sampingku melakukan hal serupa.

Lagi-lagi itu hanya perasaan cemasku yang berlebihan. Setelah lampu menyala hijau, kulanjutkan perjalanan kembali dengan perasaan tenang.

Kali ini tak dapat kutolak kegiatan yang pertama lagi. Yah, lagi, karena ada dua pengendara motor tanpak kelelahan “menggeret” motornya di pinggir jalan, dengan ban yang bocor. Tapi ternyata lagi-lagi itu hanya perasaan semata dan itu telah membuang waktuku yang berharga selama beberapa menit.

Pengalaman pribadi ?? hehehhehhe… pastinya donk. Yang pernah atau sering mengendarai motor pasti kenal dengan gejala yang nggak biasa ini, yap….. sindrom ban bocor. Kenapa aku namakan sebuah sindrom, karena hampir semua pengendara bertingkah yang sama pada situasi yang sama, dan hampir terjadi dimanapun kapanpun.

Penyebab sindrom ini tidak lain dan tidak bukan adalah ketakutan yang melanda akibat keadaan sekitar dan pengalaman tertentu. Wah, formal amat yah bahasanya…hehhhe… maksudnya gini, kenapa bisa disebut sindrom, karena kebanyakan orang tanpa sadar ataupun dengan sadar akan melakukan hal serupa saat melihat keadaan sekitarnya melakukan hal yang sama (mengecek ban), atau saat kembali teringat pengalaman pahit dengan ban motor.

Ketakutanlah akar dari sindrom ini. Salahkah ketakutan itu ?? oww, aku bisa bilang dengan yakin NGAK SALAH. Karena bukan ketakutannya yang salah, tetapi apa yang dilakukan dengan ketakutan itulah yang akan membedakan. Nah aku menyebutnya ketakutan positif dan ketakutan negatif.

Apa itu ketakutan positif, ketakutan yang nantinya berbuah atau terwujud menjadi tindakan penuh kewaspadaan. Ketakutan berubah jadi kewaspadaan. Nah dengan kewaspadaan ini lambat laun akan timbul kepekaan untuk mengambil tindakan yang tepat. Kewaspadaan inilah yang akan menolong untuk mengalahkan rasa takut itu sendiri.

Trus, klo yang namanya ketakutan negatif itu sangat bertolak belakang dengan ketakutan positif, oh… pasti donk, kan negatif lawannya positif..hehhehe…. Yap, ketakutan negatif ini aku kasih nama kecemasan/kekuatiran. Kenapa dikatakan negatif, karena dampak yang ditimbulkan dari ketakutan ini akan senantiasa membuat kita merasakan ketakutan ini selama mungkin, dan seringnya kita akan bertindak ceroboh, gegabah atau bahkan tidak bertindak sama sekali karena ketakutan ini. Yang berbahaya adalah ketakutan ini bersifat mengikat dan sangat mengendalikan kita. Dari kekuatiran/kecemasan akan timbul yang namanya trauma yang bersifat permanen. Dan dari trauma itulah akan sangat terlihat bahwa bukannya kita yang mengalahkan ketakutan itu tapi ketakutan yang mengalahkan kita.

Dari penjelasan itu, kira-kira klo berhenti sampai 3 kali di jalan raya, sampai membuang waktu bermenit-menit bahkan berjam-jam hanya untuk menyempatkan diri melihat ban yang ternyata tidak apa-apa, ketakutan jenis yang mana yah ???

Klo disuruh milih, pastinya maunya yang positif-lah, biar terlihat dan terproses bahwa kita adalah lebih dari pemenang, setuju ???

Bangkit dan menang setiap hari, karena kita adalah lebih dari pemenang !!!

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

(Filipi 4:6)

Be blessed,

Ditulis oleh KSW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s