Keluarga..oh…keluarga…

on

“ Sekali lagi kudengar suara piring pecah, AKU AKAN PERGI DARI SINI !!!!!” Jeritku dalam hati.

“Tetapi jeritan itu tak dapat kulakukan, aku tak dapat melarikan diri dari neraka ini. Aku nggak bisa lari dari kenyataan ini, dan aku nggak bisa membuat papa dan mama berhenti berkelahi !!! “ Kataku dalam hati

Dan tidak berapa lama kemudian, aku bersimpuh penuh air mata, memejamkan mata, berlutut di tepi kasurku, dan hanya mengucapkan sepatah kata “ Tuhan……”

….

“Klik..”

Kutekan tombol berwarna merah pada remote tv-ku, dan berakhirlah cerita di atas. Yah, walaupun hanya sebatas sebuah cerita singkat di sebuah stasiun tv swasta, tapi cerita itu cukup membuat hatiku merinding. Antara bersyukur dan sedih, betapa tidak, agaknya cerita itu sangat nyata, bahkan di dalam dunia ini, terjadi pada sahabatku, temanku, dan tetangga-tetanggaku.

Harta yang paling berharga, adalah keluarga. Masih ingatkan dengan lagu itu, atau mungkin sinetron itu. Dulu aku paling suka dengan sinetron ini, keluarga cemara, karena bagiku inilah sinetron yang bermakna dan memberikan pesan yang dalam, bahwa dalam kekurangan merekapun, mereka tetap memiliki kelebihan, yaitu sebuah keluarga.

Bagaimana dengan kalian, mampukah berkata bahwa memiliki keluarga adalah harta yang paling bermakna, mampukah berkata bahwa keluarga adalah sebuah kelebihan yang kita miliki, mampukah kita berkata keluarga kita adalah sebuah mukjizat ??

Bagaimana mungkin papaku yang suka memaki dan memukuli mamaku bahkan memaksa kakakku menyerahkan gajinya adalah harta yang bermakna, bagaimana mungkin mama yang sering memarahiku tanpa alasan dan sangat cerewet itu dapat dibilang sebuah mukjizat, bagaimana mungkin keluargaku adalah sebuah kelebihan dimana aku merasa tidak ingin dilahirkan di dalam keluarga ini ?? apakah ini yang namanya harta yang paling berharga ??

Aku sangat tau bahwa keluarga cemara itu tidak selalu ada di dalam keluarga kita. Sosok abah yang begitu sabar dan bijaksana ditambah sangat sayang terhadap emak dan anak-anaknya seringkali tidak kita jumpai dalam figur papa kita yang selalu bermuka muram durjana, atau sosok emak yang selalu mensuport abah dan selalu ada untuk anak-anaknya tidak ada dalam figure mamaku yang sangat cerewet itu. Tapi paling tidak kita bisa mengetahui bahwa kita menginginkan keluarga yang seperti itu.

Terkadang saat aku menulis atau bercerita mengenai keluarga, aku sedih, karena ada begitu banyak pertanyaan yang tidak dapat aku jawab. Bukan karena aku tidak tau jawabannya, tetapi karena aku tidak mengetahui bagaimana rasanya dalam posisi mereka. Pertanyaan atau masalah mereka selalu seputar keluarga yang rusak, yang papa mamanya selalu berantem, selalu terdengar piring pecah atau makian dari balik dapur atau kamar tidur, tidak ada doa-doa kecil dalam keluarga, tidak ada duduk melingkar di ruang keluarga untuk berbagi cerita seharian ini, tidak ada jamuan makan malam bersama atau bersama-sama menikmati makan siang di luar bersama-sama. Aku tidak bisa memberikan jawaban itu kepada mereka, aku tidak bisa berpura-pura merasakan apa yang mereka rasakan padahal sama sekali tidak kurasakan.

Tetapi aku sangat mengerti hal itu, walaupun tidak mengerti bagaimana sakitnya di dalam keadaan itu, tapi aku mengerti bagaimana hancurnya hidup dan hati itu.  Aku tau mungkin ini akan terdengar aneh bagi kalian yang sedang merasakan keluarga yang hampir hancur, tapi percayalah sebobrok apapun keluarga itu, masih lebih baik daripada tidak punya keluarga. Segalak-galaknya papa itu, masih lebih baik daripada tidak punya papa atau kehilangan papa yang galak itu. Secerewetnya mama kalian, masih lebih baik daripada tidak punya mama atau kehilangan mama secara tiba-tiba. Kadang kita akan merasa memiliki saat sudah kehilangan, jadi jangan pernah menghilang atau menghilangkan apa yang telah kita miliki. Pertahankan itu dan tetaplah bertahan, karena aku percaya, bahwa Yesus turut bekerja dan peduli dalam permasalahan keluarga kita.

Bagi kalian yang sedang berjuang untuk keutuhan keluarga kalian, bagi kalian yang sedang berdoa untuk papa dan mama kalian, tetaplah berjuang dan tetaplah berdoa. Akan ada saatnya mutiara indah itu muncul dari balik pekatnya laut, akan ada saatnya mukjizat itu menampakan dirinya di tengah keluarga kalian, dan akan ada saatnya kalian akan dipakai untuk menjadi jalan dan jembatan untuk keluarga kalian.

Dan bagi kalian yang telah memiliki keluarga terindah, telah mendapatkan harta dan mukjizat itu, janganlah lelah untuk mengucap syukur, karena masih banyak yang belum merasakan itu, dan jadilah keluarga bagi yang memerlukan sebuah keluarga.

Satu hal yang aku yakin dari sebuah keluarga, bahwa keluarga bukanlah bagian dari hidup, tetapi itulah hidupmu.

Pesanku,selagi kita bis mendoakan papa, mama, kakak, adik, papa angkat, ama angkat, opa, oma, siapapun itu yang ada dalam keluarga kita, selagi kita bisa, yuk kita berdoa untuk mereka. Sambil kita meresapi sepenggal lagu dari keluarga cemara ini :

Harta yang paling berharga adalah keluarga

Istana yang paling indah adalah keluarga


Be blessed….

Oleh KSW_Foscommunity

One Comment Add yours

  1. SOEKARYO says:

    Kesaksian ini sangat baik sekali dan memang kita tidak henti-hentinya berdoa dan harus menghargai kedua orang tua kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s