Ala nasi kucing….

Ada yang pernah mencicipi hidangan nikmat ala angkringan ?? yap, namanya nasi kucing, makanan favoritku dan tempat nongkrong favorit juga. Tempat makan ala kadarnya yang hanya beratapkan tenda sederhana yang setia hadir setiap malam.

Penasaran dengan menu andalannya dan namanya ?? hehehhhe… kebanyakan orang pasti bingung kok namanya nasi kucing, tapi jangan salah sangka, nasi kucing itu bukan nasi plus daging kucing (weeewww….), tapi nasi yang porsinya biasa untuk kucing. Lha kok disamain sama kucing, kan kita orang ?? nah disitulah uniknya, nasi yang hanya segenggam tangan orang dewasa, ditambah sambal plus ikan asin/banding secukupnya, persis kalo kita memberi makan kucing. Dijamin mantabb deh…

Tapi nggak cukup nasi aja, di angkringan itu disediakan berbagai lauk mulai dari goreng-gorengan, bihun goren, tahu/tempe bacem, telor dadar, sate-satean aneka rasa, kepala ayam, dan lain-lainnya. Harga lauknya juga bervariasi juga dari yang paling murah hingga termahal. Enaknya lagi kita bebas mengambil lauk mana yang mau kita pilih untuk menemani nasi kucing yang tersedia untuk kita.

Nasi kucing relatif murah kok, tapi ada “tapinya”….hehhehehhe… maksudnya akan murah klo kita memilih. Mengambil menunya yang murah-murah dan sewajarnya. Misalnya nasi kucing satu plus bakwan satu, yah tentu aja murah. Tapi klo kita makan nasi kucing 3 ditambah gorengan 5 ditambah tahu bacem 10, sate atinya 5, sate parunya 3, sate kikilnya 5, bihun goreng 2, sate usunya 10, dan pala ayamnya 5, owww pastinya bisa dipastikan harganya sama dengan paket komplit ala KFC bahkan bisa lebih mahal. Lho kok bisa ?? ya iya donk, masa kita ngambil lauk nggak pake bayar sih. Ngambilnya mank boleh sepuasnya, tapi jangan lupa bayarnya donk klo udah puas. Jadi setiap lauk atau nasi kucing yang kita ambil, masing-masing ada harga yang harus dibayar, klo udah kenyang jangan lupa bayar….hehehhehehhe….

Lagi-lagi tentang pilihan deh, kali ini secara sederhana aku belajar dari warung angkringan itu. Ada harga yang harus dibayar saat kita membuat sebuah pilihan, ada resiko yang harus ditanggung, ada akibat yang akan dan pasti terjadi. Dan harusnya sebagai manusia yang bijaksana dan tentunya sebagai anak Tuhan, kita harus sadar akan hal itu.

Sama seperti saat kita duduk diperhadapkan dengan berbagai pilihan lauk yang tersedia di depan kita, maka dalam hidup ini, kita ibarat diperhadapkan dengan “menu-menu” dan “lauk-lauk” yang harus kita pilih untuk segera kita nikmati. Setiap pilihan akan menentukan masa depan, setiap “lauk” akan menentukan kenyang tidaknya kita. Pilih kuliah dimana dan jurusan apa, pilih mau ngelamar kerja dimana, pilih mau resign atau melanjutkan kerja di tempat yang sekarang, memilih untuk menjadi fulltimer melayani Tuhan atau menjadi seorang professional, memilih mau berkarir atau mau menjadi wirausahawan, memilih jauh dari keluarga atau dekat dengan keluarga, memilih untuk berkeluarga atau untuk hidup selibat, memilih siapa yang akan menjadi pasangan hidup kita, dan masih banyak hal lain yang menjadi “menu-menu” dan “lauk-lauk” dalam hidup ini. Kita bebas untuk memilih, sepuas-puasnya untuk menentukan jalan hidup kita, untuk menentukan masa depan kita. It’s a freewill.

Tapi ada yang perlu diingat, bahwa setiap “menu” itu memiliki harga masing-masing yang harus dibayar. Ada akibat yang harus ditangung, ada konsekuensi yang mengikuti kebebasan kita untuk memilih. Dan harga itu HARUS dibayar, entah kita “menghabiskan” nya atau menyisakannya. Yang jelas saat “lauk” itu sudah berada ditangan kita, saat itulah harga itu mulai diperhitungkan.

Inilah yang harus dipertimbangkan, bahwa saat kita siap untuk memilih “lauk”itu, harusnya kita juga siap untuk membayar harganya. Saat kita siap untuk sepuas-puasnya mengambil “lauk’ ini itu, harusnya kita juga siap untuk puas dengan harga yang harus kita bayar. Masalahnya adalah banyak yang seringkali “kaget” melihat harga yang harus dibayar. Banyak yang tidak puas akan kepuasan yang telah dia lakukan di awal, banyak yang merasa tercekik dengan kebebasan yang dilakukan di awal, dan ada aja yang kecewa dengan keputusan yang telah diambilnya. Pilihan harusnya mendatangkan sukacita bukan kekecewaan.

Kegagalan bukanlah sekumpulan pilihan yang salah kita ambil, tetapi sekumpulan penyesalan atas pilihan yang kita buat. Kadang harga yang dibayar terlalu mahal dari apa yang kita lakukan. Karena itu, harusnya kita bisa bijak dalam memilih dan selalu libatkan Tuhan dalam setiap pilihan kita. Karena Dia yang paling mengerti apa yang kita butuhkan, dan apa yang terbaik untuk hidup kita. Bawa dalam doa setiap pilihan-pilihan dan keputusan yang akan kita ambil, bawa dalam doa juga setiap hal-hal yang membuat kita bingung dan ragu untuk memilih.

Satu hal lagi, jangan takut untuk membuat pilihan, dan jangan mudah menyesali pilihan. Karena hidup terdiri dari serangkaian pilihan, seandainya kita tidak memilih, bagaimana kita bisa dikatakan hidup, iya kan ??

Oh iya ada satu pesan lagi, PENTING UNTUK DIINGAT !!! :

“ Kalau lagi stress, emosi atau sedih, diusahakan jangan mampir ke angkringan nasi kucing, karena bisa dipastikan kita akan menggila mengambil segala hal, dan ITU MAHAL !!!!”

Be blessed,

Oleh Tian_KSW

twitter: @tian_ksw (follow yahh..🙂 )

2 Comments Add yours

  1. edi padmono says:

    Saya mantan penjual angkringan nasi kucing mas, sekitar 16 tahun yg lalu.

    1. Tian says:

      Wah mantab mas, saya penikmat basi kucing mas sampai skrg… Nikmat dan brasa di kampung..

      Salam kenal mas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s