Warisan, Hadiah proses Dan Hadiah tertinggi

Nggak dimana-mana namanya warisan yang berupa materi, entah itu tanah, rumah, uang, dll pasti membuat kisruh para rawuh  alias ribut. Mulai dari kisah-kisah di sinetron seantero indonesia yang isinya adalah perebutan warisan, hingga ke buku-buku novel juga. Bahkan akhir-akhir ini saya mengalami sendiri lho dimana keluarga dari mbah mama saya berebutan tanah warisan sampai-sampai nyewa pengacara. Ck..ck..ck..ck…

Apa hebatnya sih warisan itu ? gimana nggak hebat, warisan mampu membuat orang kaya mendadak, dalam hitungan jam, hari atau minggu langsung menjadi jutawan bahkan milyarder tanpa harus bekerja keras. Siapa coba yang nggak mau kaya mendadak?? Hehehhe.. makanya nggak jarang perebutan warisan akan mengakibatkan kebencian mendalam bahkan dengan saudara kandung sendiri., ngeriii sobbb…

Ada sebuah buku bagus yang baru selesai saya baca, “The ultimate gif” judulnya, memang sudah agak lama keluaran tahun 2009, makanya diobral murah Cuma dengan harga 7.500. mmm… harga yang terlalu murah untuk buku yang saya anggap cukup bagus. Well, di buku ini diceritakanlah seorang pengusaha minyak dan ladang yang membagikan warisannya setelah dia meninggal. Beliau merupakan salah satu teladan pekerja keras yang berusaha dari nol untuk merintis kariernya. Sayangnya di akhir hidupnya beliau sedikit menyesal karena tidak membiarkan anak, cucu dan cicitnya merasakan kerja keras yang membuatnya menjadi teladan itu. Dia menyesal karena hanya membagikan apa yang disebut denga warisan materi.

Namun uniknya ia memilih cicit yang paling muda untuk mendapatkan apa yang disebutnya “warisan tertinggi”, akan tetapi ada proses untuk warisan itu, dimana setiap bulan si cicit harus melakukan setiap proses yang “dibungkus” dengan kata “hadiah” dimana akan dinilai keberhasilannya oleh sang pengacara yang dipercaya oleh kakek buyutnya itu selama setahun. Setiap bulan si cicit akan menerima “hadiah proses” yang berbeda.

Dimulai dengan apa yang disebut “hadiah kerja keras”, si cicit disuruh untuk bekerja di texas menancapkan tiang pancang selama seminggu. Mengeluh ? sudah pasti, si cicit yang terbiasa menikmati hidup santai dan menghamburkan uang itu tentu saja sangat-sangat protes. Tetapi ia ingat akan pesan kakek buyutnya jika sekali saja ia gagal menjalankan tugas itu, maka “warisan tertinggi” tidak akan ia dapatkan.

“hadiah-hadiah” proses setiap bulan ia terima, mulai dari hadiah kerja keras, hadiah uabg, hadiah teman-teman, hadiah pembelajaran, hadiah keliarga, hadiah tawa, hadiah mimpi, hadiah memberi, hadiah bersyukur, hadiah satu hari, hingga hadiah cinta sukses dilalui oleh si cicit tersebut.

Ada saat dimana dia hampir putus asa, ada saat dimana dia hampir menyerah, ada saat dimana ia sangat marah kepada kakek buyutnya, ada saatnya dimana ia berniat untuk undur dari semuanya itu. Tapi satu hal yang dia sadari bahwa hadiah proses yang diterimanya setiap bulan mampu mengubahkan seorang anak manja yang tidak punya masa depan dan tidak menghargai waktu menjadi seorang anak muda yang memiliki tujuan hidup, masa depan dan karakter yang luar biasa.

Si cicit pikir bahwa hadiah proses itulah yang menjadi hadiah proses, sehingga ia tak lagi meminta ataupun memikirkan hadiah tertinggi yang kakek buyutnya sebutkan sejak awal. Tanpa dia sadarm sang pengacara meminta dia kembali ke tempat duduknya untuk mendengarkan hadiah tertinggi yang akan diberikan kakek buyutnya.

Yah, pada akhirnya, si cicit mendapatkan warisan materi yang jauh melebihi warisan siapapun yang disebutkan si  kakek buyutnya dalam surat wasiat. Ia mendapatkan kepercayaan untuk mengelola segala yayasan dan peninggalan materi kakek buyutnya. Amazing,,,,,

Satu hal yang aku dapatkan dari buku ini adalah, keyakinan bahwa Allah meninggalkan surga untuk datang menebus dan menyelamatkan kita dengan jalan calvari adalah untuk memberikan kita warisan tertinggi yaitu kebersamaan kita dengan Dirinya di dalam surgaNya. Hanya saja sebelum Dia memberikan warisan tertinggi itu, dia meminta kita untuk membuka setiap “hadiah proses” yang diberikan kepada kita dalam setiap perjalanan hidup kita.

Entah itu hadiah kesedihan, atau hadiah kesenangan, hadiah kehilangan atau hadiah menemukan, hadiah air mata atau hadiah tawa, yang jelas setiap proses dalam hidup kita pasti selalu Tuhan bungkus dengan kertas kado indah berwarna-warni dan pita di atasnya.

Tujuan utamaNya bukan untuk menguji kita, bukan untuk mempermainkan kita, melainkan untuk mempersiapkan kita untu menerima warisan tertingginya. Mempersiapkan kita untuk menjadi bagian dari kerajaanNya, mempersiapkan kita untuk layak disebut sebagai anakNya. Dan yang jelas mempersiapkan kita untuk siap menyandang status anak Raja.

Jadi siapkah kita dengan semua “hadiah proses” yang Tuhan berikan sampai tiba waktunya kita menikmati hadiah tertinggi??

 

 

 

Be ready and be blessed.

©ksw_050112

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s