Bahagia itu sederhana

Image“Bahagia itu sederhana : nonton dvd sembari menikmati jahe hangat ditemani sang pacar.”

“Bahagia itu adalah saat dimana bisa mensyukuri apa yang ada”.

“Bahagia itu bisa tidur siang setiap saat.”

Buanyak ternyata definisi kebahagiaan yah. Satu kata sejuta arti sih. Ketika ditanya apa arti bahagia, orang akan cenderung memiliki definisi sendiri sesuai dengan latar belakang dan keadaan masing-masing. Ga percaya? Coba saja berceloteh di social media “ Bahagia itu adalah….” Yakin deh pasti yang komen bakalan macem-macem.

Apa arti bahagia menurutmu?

Saat ibadah minggu kemarin, aku benar-benar dibukakan dan disadarkan sesunguhnya arti kebahagiaan itu. Bahagia sesungguhnya adalah saat kita mampu berbuat kebaikan untuk orang-orang disekitar kita. Klise yah, Alkitabiah sekali, tapi itu sangat-sangat betul sekali.

Pernah dikasih kado pada saat ulang tahun? Gimana rasanya? Senenglah tentunya, apalagi kalau kado yang kita dapat adalah dari orang-orang yang mengasihi kita, kakak, adik, orang tua atau pacar. Sedikit keluar konteks, kayaknya nih yah, kalau disurvey kira-kira lebih senang dikasih kado sama orang tua atau sama pacar hayoo ??? buat yang jomblo sih pasti orang tua..hehehe.. Back to topic, ada rasa bahagia saat kita menerima kado, membukanya dan ternyata yang ada di dalamnya sesuai dengan yang kita inginkan, Iphone misalnya, atau Ipad atau kunci mobil.

Tapi coba rasain deh, pernahkah sekali waktu kita memberikan kado untuk seseorang? Sulitnya nyari kado buat seseorang, sampe muter-muter Jakarta buat nyari kado yang sesuai, trus berusaha ngebungkus serapi-rapinya dan sebagus-bagusnya. Dan berusaha memberikan kado itu pada saat yang pas, atau bisa dibilang buat semacam surprise gitu. Dan….dan…dan… begitu kado kita berikan, orang yang kita berikan kado itu terlihat sangat senang dan segera membuka kado, begitu dibuka ternyata sesuai dengan apa yang dia inginkan dan butuhkah, dan lalu sebuah pelukan hangat atau minimal ucapan terima kasih mampir di telinga kita. Gimana perasaanya? Happy and very happy…. Klo menurutku sih lebih happy ini.

That’s the point, Kebahagiaan sesungguhnya adalah saat kita bisa memberi. Memang pada saat kita diberi sesuatu kebahagiaan pasti muncul, tapi rasanya sih nggak ada kebahagiaan yang bisa mengalahkan kebahagiaan saat kita memberikan sesuatu untuk orang lain. Bahagia itu sifatnya memberi. Bahagia itu sifatnya menularkan. Dan bahagia itu seperti senyuman, sebuah lekukan yang mampu menciptakan lekukan lainnya. Bahagia itu seperti sebuah foto, yang selalu ingin dibagikan, ditunjukan dan di”publish” di instagram agar orang lain bisa melihatnya dan meng”capture” moment tersebut.

Sesungguhnya yang bahagia pada kisah “Orang Samaria yang murah hati” bukan hanya korban yang ditolong. Kisah utamanya bukan seputar orang yang dirampok dijalan lalu datang seorang penyelamat. Tetapi tokoh utama adalah si orang samaria yang berbahagia, bahagia karena menolong, bahagia karena mampu berbuat kasih walalupun ia dicap tidak mampu, bahagia karena hatinya tidak dipenuhi oleh segala rutinitas yang menutupi kasihnya, dan tentunya bahagia karena aku yakin dia pernah menerima hal yang sama, semacam pertolongan dari orang lain juga. Ia telah menerima kasih sehingga mampu membagi kasihnya.

Seorang filsuf dari perancis pernah mengemukakan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang sesungguhnya telah menerima kasih dan mampu membagikan kasih itu kepada yang lain. Bahagia bagaikan sebuah cahaya lilin yang dibagikan ke sebelah kita saat kita menyanyikan “malam kudus” saat malam natal.

Ahhh… berbicara tentang bahagia aku jadi ingin menghitung, berapa kebahagiaan yang bisa aku berikan hari ini kepada teman-temanku… Selamat berbahagia kawan, Be blessed.

Jika anda ingin bahagia selama satu jam, Tidurlah

Jika anda ingin bahagia selama satu hari, pergilah memancing

Jika anda ingin berbahagia selama sebulan, menikahlah

Jika anda ingin berbahagia selama satu tahun, milikilah warisan yang banyak

Tetapi jika anda ingin bahagia seumur hidup, berbuat baiklah kepada sebanyak mungkin orang

-Diambil dari : Warta dan tema mingguan GKJ Jakarta-

Tian_Ksw

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s