Celoteh minggu sore…

ImageIseng-iseng baca buku, jadi teringat istilah marketing PLC? Apa itu? Anak marketing pasti tau, Product Life Cycle alias masa hidup suatu produk. Suatu produk dimulai dari masa lauching-nya, lalu masuk penetrasi pasar yang ditandai dengan bombardier iklan, event dan social media activity, tahap growth dimana produk sudah diterima pasar, tahap maturity yang membuat produk dapat bertahan di pasar bahkan kemungkinan besar menjadi market leader, hingga tahap penurunan lalu mati dan menghilang di pasar.

Produk aja punya masa hidup, apalagi manusia. Yap mulai dari rahim hingga kembali ke tanah. Mulai dari pemberian nama hingga penulisan nama di lisan. Masa hidup manusia yang seringkali dinyatakan di dalam tahun, yang setiap tahunnya dirayakan secara meriah, padahal sesungguhnya menunjukan masa hidup semakin sempit. Lahir, belajar merangkak, belajar berjalan, belajar berbicara, belajar mengeja, belajar membaca, belajar memahami logika, belajar memahami cinta, belajar memahami kehidupan, hingga belajar memaknai kehidupan. Setiap pelajaran dilalui dengan sebuah prestasi tapi kadang juga dengan sebuah frustasi.

Pertanyaan sederhana yang seringkali muncul pada saat SMA dulu, buat apa sekolah?? Simple, tapi jawabannya bisa bermacam-macam. Yang paling mainstream  adalah sekolah buat belajar, belajar buat pintar dan berprestasi biar bisa masuk perguruan tinggi terkemuka, biar setalah lulus dari kampus itu gampang mencari pekerjaan, meniti karier di sebuah perusahaan, menjadi bos atau punya perusahaan sendiri, bisa mencukupi kebutuhan keluarga, ninggalin warisan yang banyak, dan menikmati masa pension dengan tenang. Mainstreamm abiss.. Tapi jangan salah, jutru yang mainstream ini yang kadang dicari orang, tengok saja toko-toko buku dimana dijejali kisah-kisah inspiratif dan sukses orang-orang yang berhasil mapan, bahkan di usia muda. Salah? Nggak donk, justru bagus menginspirasi. Menginspirasi orang menjadi mainstream dengan pola hidup seperti itu. Menginspirasi orang untuk menilai ukuran kesuksesan dari sebuah karier, mapan dan uang. Menginspirasi orang untuk tetap pada jalur pendidikan (alias study oriented) tanpa perlu menoleh ke kanan dan ke kiri untuk hidupnya.

Jadi apa tujuan hidupmu? Baaaammmm… Dhuaaarrr…. Cetharrrr…. Darr.. derrr.. dorr…. Pusing 7 keliling klo ditanya jawaban ini. Mau jawab yang mainstream apa anti mainstream yak? Contoh mainstream yah tadi itu, tujuan hidup pengen sukses, pengen kayak, pengen jadi orang terpintar se-indonesia, dan kepengenan lainnya. Yang anti-mainstream tujuan hidup itu yah let’s its flow ajah, senang-senang selagi bisa senang, sedih-sedih selagi bisa sedih, anti-mainstream tujuan hidup itu untuk travelling keliling dunia, jadi travelers sejati, anti-mainstream tujuan hidup mau mengukir sejarah dengan mencicipi seluruh masakan (kuliner) di semua Negara di seluruh dunia. Atau tujuan hidup yang terlihat keren nih guys, “Menjadi partner bisnis yang memiliki value, dapat dipercaya, dan dapat diperdaya oleh stakeholder dan shareholder.” Ahhahaha… salah?? Nggak men.. Tujuan hidup itu kan masing-masing gaya, ga ada bener dan salah donk, kan balik lagi ke pribadi.

But thanks God, saya dapat pencerahan dari banyak kesaksian teman-teman bahkan teman baru yang bukan hanya sekedar anti-mainstream dalam menemukan tujuan hidupnya, tetapi juga sungguh menjalaninya. Ingat menemukan, bukan menentukan. Karena sejujurnya sayapun seringkali berusaha menentukan tujuan hidup, tapi selayaknya peta harta karun yang saya tulis, dimana akan ada tanda “X” tempat terkuburnya harta karun terindah “tujuan hidup”, peta itu harus dijalani, diikuti, dan kadang butuh penuntun. Dan tentunya harta karun itu harus ditemukan sesegera mungkin. Kisah hidup dari beberapa orang yang sumbernya langsung saya dengan dengan telinga saya menceritakan bagaimana penemuan tujuan hidup itu, berawal dari penentuan tujuan hidup dengan kata “sukses”, “kaya”,”berhasil”, “Berkarier”, “mapan”, dll tiba-tib menemukan harta sesungguhnya yang jauh lebih bernilai dari semua kata itu. Kata itu sederhana. Kata itu ibarat mantra yang dapat merubah seluruh hidup kita. Kata itu ibarat kilat yang menyambar diri kita dari ujung rambut sampai ujung kaki. Harta itu adalah sebuah kata, oh bukan sebuah frasa, gabungan dari 2 kata. “Menjadi berkat”, “ Be blessed”.

Pernah nonton film “ Pay it Forward”? itu film super keren guys, buat yang belum nonton kudu wajib nonton. Dan buat yang udah nonton, pasti ketagihan pengen nonton lagi. Tapi jangan hanya sekedar ditonton, resapi maknanya dan Action!!!

Film itu bercerita tentang seorang anak yang diberi tugas oleh gurunya untuk memikirkan sebuah cara yang dapat mengubah dunia. Sebuah cara, sebuah konsep, sebuah hipotesa dengan teori-teori yang ada, sekumpulan jurnal pembantu dan situs pencarian termutakhir google, sebuah pemikiran abad pertengahan yang digabungkan dengan abad kekinian dengan mencampurkan generasi x, baby boomers dan generasi y. Oh bukan..bukan… Pemikiran sederhana saja, sesederhana anak sd yang berkata 1+1=2. Atau mungkin hanya apa yang terlintas saja. Sesederhana itu.

Sampai saat pengumpulan ide-ide tersebut. Yap ide sederhana dari seorang anak untuk mengubah dunia. Ada yang memberikan ide untuk mencari kata yang sama pada internet secara bersamaan, ide untuk bersama-sama meloncat secara serentak di seluruh dunia sehingga membuat dunia itu “berubah” dan goyang.. hahahaha.. dan sejuta ide lainnya. Tapi yang unik adalah ide dari seorang anak, yang mengganggap tugas itu adalah sebuah pencarian dan penemuan akan sesuatu, yang mungkin akan benar-benar mengubah dunia. Si anak memikirkan dengan seksama apa yang dia bisa lakukan, hal sederhana yang bisa mengubah dunia, dengan sebuah coretan kecil, terbesitlah sebuah ide “pay it forward”. Sebuah konsep sederhana dimana si anak harus melakukan kebaikan kepada 3 orang yang ditemuinya, dengan syarat setiap orang yang menerima kebaikan dia harus meneruskan kebaikannya kepada 3 orang lain, dan begitu seterusnya. Konsepnya sederhana, berbuat baik kepada sebanyak mungkin orang. Menjadi berkat, menjadi berkat dan menjadi berkat. Awalnya si anak hamper menyerah, karena 3 orang yang dia bantu itu sepertinya terlihat gagal dia bantu dan tidak akan bisa meneruskan kebaikan lainnya kepada 3 orang lainnya. Akan tetapi yang tidak diketahui anak ini adalah, konsep itu telah menyebar ke seluruh penjuru dunia, penjuru waktu dan penjuru generasi. Yang tidak dia tau adalah bahwa konsep ini telah menghilhami saya dalam penemuan dan pencarian tujuan hidup saya, bahkan mungkin banyak yang lainnya (karena saya sering mendengar orang mengatakan “pay it forward”). Yang tidak dia tau adalah kini dia benar-benar bisa mengubah dunia. Konsep sederhana yang berdampak besar.

Tau apa yang mainstream? Circle of life yang hanya terdiri hal-hal rutinitas yang menuntut rutinitas dan pencapaian semu. Lahir-merangkak-berjalan-masuk TK-Masuk SD-Masuk SMP-Masuk SMA-Masuk kuliah-cari kerja-cari karier-cari pasangan hidup-punya anak-punya cucu-pensiun-meninggal dengan tentram, aman dan nyaman.

Yang anti-mainstream? Yang kadang menambahkan hal-hal yang menurutnya super cool, tapi sesungguhnya tidak berdampak bagi dirinya dan orang lain. Lahir-merangkan-berjalan-masuk TK-masuk SD-masuk SMP-masuk SMA-ikutan segala jenis ekskul-blajar music-blajar olahraga-ikutan trend-masuk kuliah-jadi anak gaul Jakarta-tau semua tempat nongkrong-pingin travelling-pingin jadi penulis-pingin jadi artis-tapi Cuma sebatas pingin-dan akhirnya kembali cari kerjaan normal-atau berwirausaha-cari jodoh yang top-punya anak yang super cool-punya cucu yang update terus-pensiun- masuk kuburan di san diego hills.

Sedangkan orang yang selalu berhasil menemukan tujuan hidupnya, adalah orang yang selalu meletakan kata “menjadi berkat” di tujuan hidupnya, menemukannya, menghidupinya dan melakukan tindakan nyata atas tujuan hidupnya itu. Sehingga lahirnya gerakan-gerakan yang sangat mengispirasi layaknya “pay it forward”, dan mungkin akan selalu bermunculan gerakan dan kepedulian yang akan selalu mengatasnamakan “menjadi berkat” di semua bangsa, ibarat sebuah tower jaringanga telekomunikasi yang selalu memancarkan dan menguatkan “sinyal” satu sama lain…

Be blessed guys (termasuk buat saya sendiri) !!!

Tian_ksw@180813

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s