Action For Hope

Bencana selalu meninggalkan kisah duka, masih teringat segar saat nonton tv melihat kembali duka negeri yang kembali diserang berbagai bencana alam. Tidak ada yang menduga, tidak ada yang menyangka bahwa pada tanggal 22 juni 2013 kota dengan pantai yang indah Lombok diguncang gempa berkekuatan 5,4 SR. Keamanan dan kenyamanan warga Lombok diusik, kali ini bukan hanya mengusik jiwa dan raga, tetapi juga harta benda. Segala yang mereka miliki musnah, hancur berkeping-keping, rata dengan tanah. Harapan yang dibangun selama ini seketika luluh lantah dalam kedashyatan alam semesta. Tercatat sekitar 5.286 rumah rusak, korban luka mencapai 30 orang bahkan mungkin bertambah, 27 rumah ibadah rusak parah. Air mata mengalir, kesedihan menjelma, harapan pupus sudah. Tidak ada lagi yan tersisa dari Lombok utara selain air mata.

Baru berkabung dengan Lombok utara, Indonesia kembali berduka. Bak mendapat pukulan bertubi-tubi, rakyat Indonesia kembali mengalami kedashyatan alam semesta. Harus sekali lagi kalah dan melihat kemahadashyatan gempa berkekuatan 6,2 SR di aceh tengah. Baru 10 hari berlalu, gempa sudah menelan korban lagi, menuai air mata, mengguncang harapan. Sebanyak 15.919 rumah rusak parah, 623 bangunan fasilitas umum tidak dapat digunakan karena hamper rata dengan tanah, korban tewas mencapai 40 orang, 4 orang masih dinyatakan hilang, 63 orang luka berat. Tak terhingga lagi kesedihan yang terbendung, kehilangan harta, kehilangan orang-orang yang dikasihi, kehilangan nyawa, kehilangan harapan, kehilangan kekuatan untuk kembali menikmati hidup. Bahkan sampai saat ini setidaknya 12.301 KK masih mengungsi yang tersebar di 70 titik pengungsian. Bayangkan hamper sebulan penuh di pengungsian, jauh dari kenyamanan, jauh dari keamanan, hanya bisa meratapi puing-puing rencana, cita-cita dan harapan yang turut ambruk beserta bangunan mereka.

Masih dibulan yang sama, ketika masyarakat Lombok berduka, aceh tengah ikut berduka, ambon juga harus merasakan duka yang sama. Tepatnya pada tanggal 30 Juli 2013 terjadi banjir bandang yang datang tiba-tiba dan menenggelamkan semuanya. Bahkan tercatat Sembilan orang tewas seketika karena hanyut terbawa banjir tersebut. Arus air juga menghancurkan 370 rumah dan menenggelamkan ribuan lainnya. Korban jiwa semakin bertambah, tercatat korban jiwa mencapai 14 orang. Banjir juga memutuskan sejumlah jembatan dan ruas jalan. Berbagai fasilitas umum, fasilitas pendidikan dan kesehatanpun ikut terendam dan hancur. Kali ini bukan getaran bumi yang menggetarkan jiwa, tetapi arus air deras yang menghayutkan dan menengelamkan semuanya.

Indonesia berduka, pemerintah melalui BNPB terlihat woro-woro, berbagai dukungan dari berbagai pihak mengalir deras, spontanitas kepedulian mengalir deras, berbagai bantuan turut mengucur untuk ketiga tempat tersebut sangat cepat beberapa hari sesudah bencana tersebut. Media meliput, televise ikut berduka, berbagai kotak disebar untuk menyalurkan dana bantuan. Dan sepertinya terlihat duka tersebut telah diobati, terlihat gerakan serentak untuk membantu, terlihat kepedulian spontan yang terjalin erat. Bantuan telah disebarkan, masyarakat disana telah menerima bantuan dan dapat melanjutkan hidup, harapan telah dipulihkan, masyarakat Indonesia telah ikut membantu.

Benar, dan seakan-akan benar. Apalagi pada saat liputan media telah berganti topik yang lainnya. Media telah melaksanakan tugasnya, masyarakat telah ikut berpartisipasi, bantuan telah diberikan. Namun semudah itukah membangun puing-puing harapan yang luluh lantah akibat bencana? Semudah itukah kembali memunculkan jiwa, semangat, rasa dan harapan yang telah tenggelam selama sebulan penuh. Yakinkah kita bahwa kondisi ketiga tempat itu telah sepenuhnya di recovery? Saya kurang yakin.

Dalam manajemen bencana alam yang saya tau, bahwa ada 3 tahapan dalam bencana alam, Pra-bencana (antisipasi), pada saat bencana (bantuan cepat tanggap) dan pasca bencana (recovery). Nah ada bagian yang sering miss pada saat terjadi bencana, yaitu bagian recovery, dimana bukan hanya dibutuhkan sehari dua hari atau semnggu untuk membantu, tetapi butuh berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk mengembalikan kehidupan, harapan dan semangat di ketiga tempat tersebut. Bantuan makanan, selimut, tenda, minuman, dan logistic lainnya mungkin telah diberikan, namun kondisi jiwa, mental dan psikologi tidak secepat memenuhi kebutuhan logistik mereka. Rumah yang hancur, fasilitas umum yang hilang, fasilitas pendidikan dan kesehatan yang koyak butuh waktu untuk bisa berdiri kembali. Siapa yang tau bahwa sampai saat ini, masyarakat aceh tengah masih hidup menjalani hari di dalam tenda pengungsian, berusaha mendapatkan jatah makanan, berusaha berharap rumah mereka kembali berdiri, sembari sesekali menengok bekas puing-puing, mengumpulkannya dan mencoba membangun kembali dari awal walaupun hasil minimal. Siapa yang tau bahwa sampai saat ini anak-anak di aceh tengah tidak dapat bersekolah karena sekolah mereka hancur total. Siapa yang tau sampai saat ini banyak anak masih trauma dan sangat butuh pertolongan psikologis di tenda-tenda pengungsian. Itu baru aceh saja, masih ada Lombok utara dan ambon yang bahkan mungkin lebih parah kondisinya dari aceh.

Dimana kita pada saat bencana itu terjadi ?

Dimana saya pada saat bencana itu berlangsung?

Dimana anda pada saat bencana yang merenggut semuanya itu terjadi?

Saya mungkin sedang berada di kantor, disibukan dengan deadline dan target penjualan. Saya mungkin sedang berkumpul bersama teman-teman sedang bercenda gurau dan sharing mengenai banyak hal, tertawa dan tertawa. Saya mungkin sedang menikmati keindahan alam gunung bromo, menikmati kencantikan ranukumbolo atau sedang menuliskan nama kekasih di pasir pantai sawarna. Saya mungkin sedang menatap layar sembari memaikan game balap seru terbaru. Saya mungkin sedang bersepeda nikmat menyusuri pinggir Kanal Banjir Timur dengan siulan kecil dan peluh yang membasahi tubuh.

Anda? Entahlah, mungkin sedang menatap layar televisi yang menggambarkan kemahadashyatan bencana itu sembari menggelengkan kepala atau bahkan menitikan air mata. Atau mungkin sedang memasukan tangan dan sejumlah dana ke dalam sebuah kotak bertuliskan “box of hope” untuk membantu para survivor di ketiga tempat tersebut.

IMG_1145Dengan berbagai kemungkinan itu saya melihat kepastian bahwa ada 2 sosok yang saya kagumi sedang berjuang, bergerak untuk mengambil bagian dalam proses recovery pasca bencana di ketiga tempat tersebut. Dua sosok yang terlihat bersemangat menyebarkan virus positif untuk bergerak dan bertindak bagi para survivor, bukan hanya sehari atau seminggu tapi hingga saat ini. Bukan hanya berkata “turut berduka” tetapi bertindak. Membangun jejaring, membangun pergerakan, membuka kesempatan bagi para sukarelawan, membuat kepedulian itu menjadi nyata. Bahkan tidak segan-segan untuk langsung bergerak menuju lokasi bencana. Salah satu dari sosok itu telah berada di aceh untuk melihat langsung akibat bencana itu. Bukan saja melihat tetapi juga membawa pengharapan, bertindak dengan kebesaran hati menghibur anak-anak disana. Membawa pesan bahwa banyak teman-teman di Jakarta yang peduli terhadap mereka dan bersedia membantu.

IMG_0920Sementara sosok yang satu lagi terlihat bersemangat, berjuang ke sana kemari untuk membagi misi dan kepedulian mereka melaui sebuah pergerakan. Dan kedua sosok itu tidak bergerak sendirian, ada 45 orang yang mendorong, menopang dan menyemangati mereka untuk tetap bergerak. Masih ada banyak orang yang peduli dan bersedia membantu, yang rela waktu luangnya diusik untuk mengurusi hal ini itu. Gerakan yang berawal dari 2 hati ini terus mengajak hati-hati lainnya, membuat hati lainnya ikut tergerak dan bertindak.

Hingga kini, pergerakan itu terus bergerak. Hati yang terus bertindak, kepedulian yang saling sahut menyahut, membuat bangsa ini dapat kembali berharap memiliki anak-anak bangsa yang cinta negeri. Paling tidak hati yang bergerak itu mampu membawa kepedulian terhadap para survivor di ketiga tempat tersebut. Gerakan ini masih bergerak dan masih membutuhkan banyak bantuan, baik berupa dana, tenaga dan kepedulian nyata. Gerakan it uterus berbisik lembut di hati nurani kita, mengetuk kepedulian kita, membawa harapan kita kepada harapan para survivor. Selalu akan kuingat bahwa apa yang dari hati akan selalu menyentuh hati.

Jadi dimanakah kamu sekarang? Dimanakah saya sekarang? Dimanakah kita sekarang?

Mari peduli, mari bergerak, mari bertindak

…..

Karena apa yang dari hati akan selalu menyentuh hati

 IMG_1131

Note: #Hope4Indonesia adalah salah satu kegiatan dari rangkaian inisiatif aksi social yang diprakasai oleh @Action4HopeID yang merupakan kolaborasi dari komunitas-komunitas social media dan social movement di Indonesia. Please Follow twitter kami @Action4HopeID dan Like group FB kami “action4hopeID”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s