Investasi anti mainstream

Image

Sebuah pelajaran berharga yang aku dapatkan pagi ini. Diawali dengan membaca bukunya Joel Osteen “Become a Better you” sampai di bab bagaimana kita bisa dan harus menginvestasikan kebaikan dalam menjalin hubungan. Sederhana saja ilustrasinya, sama seperti kita menabung di bank, sudah tentu saat kita akan mengambil sejumlah uang yang kita butuhkan di atm, kita harus memiliki saldo yang cukup untuk pengambilan itu, jika tidak yah tentu saja atm akan menolaknya dan nggak bakalan ada sepeserpun uang yang keluar dari mesin tersebut.

Ternyata yang bisa ditabung ituh bukan hanya uang saja. Menabung perbuatan-perbuatan baik tentu saja sangat perlu. Investasi kebaikan namanya. Namun tentunya prinsip-prinsip yang diterapkan dalam investasi kebaikan jauh beda dengan investasi uang. Dalam menginvestasikan kebaikan, sebisa mungkin kita tidak mengharapkan yang namanya “imbal jasa” atau “bunga”. Dalam investasi kebaikan kita juga nggak bisa menuntut kebaikan dari orang yang telah kita bantu. Dalam investasi kebaikan kita harus tulus dan tanpa pamrih ketika berbuat kebaikan kepada orang lain. Sederhananya adalah dalam investasi kebaikan, sebisa mungkin kita sedikit menuntut tapi banyak memberi. Karena kunci utama dalam investasi kebaikan adalah kerelaan hati.

Trus apa donk yang kita dapatkan dari investasi kebaikan yang menguntungkan kita? Nah ini dia nih pertanyaan yang bakalan sering terlontar, karena kalau mendengar kata investasi sudah tentu berkaitan erat dengan keuntungan, klo nggak untung ngapain investasi kan..hahahha… Bagaimana klo kita mengganti kata keuntungan menjadi berkat. Berkat yang ada di dalam hal-hal yang tak terduga. Contohnya sedikit senyuman dan sapaan untuk tukang parkir selain sekedar memberikan uang dengan muka masam, di lain kesempatan, saat kita mencoba parkir di tempat yang sama dengan kondisi penuh sesak, dengan cekatan tukang parkir yang telah merasakan sapaan hangat dan senyuman tulus dari kita pasti akan mencarikan tempat parkir untuk kita, sesulit apapun itu. Nah berkat sederhana kan dari hal-hal yang tak terduga. Atau ketika mbok-mbok yang suka datang ke rumah untuk pijat sedang kesusahan uang dan meminjam kepada kita sejumlah uang dengan janji akan dikembalikan, pada suatu saat ketika penghuni rumah sedang kelaparan krna nggak ada makanan di tudung saji, tiba-tiba saja si mbok itu datang ke rumah dengan tujuan mengembalikan uang ditambah membawa makanan dan lauk yang cukup untuk dimakan, berkat tidak terduga juga kan.

Nah intinya adalah ketika kita tulus berbuat baik kepada seseorang tanpa mengharapkan si orang tersebut membalas perbuatan baik kita secepatnya atau sesuai kehendak kita, Maka Tuhan yang Maha Kasih sudah tentu melihat dan tersenyum melihat ketulusan hati kita, dan seringnya Tuhan mendatangkan berkat itu melalui hal-hal yang tidak terduga, sederhana dan juga melalui orang yang tidak kita duga juga.

Jadi sebenarnya nggak ada salahnya kok kita berinvestasi kebaikan, walaupun untung yang ada tidak bisa diukur dengan table bunga, anuitas hitungan tahun atau bahkan hitungan keuangan lainnya. Tetapi yang jelas saat kita berinvestasi kebaikan berdasarkan ketulusan maka bersiaplah untuk kejutan-kejutan yang Tuhan berikan tidak terduga kepada kita. Tapi ingat jangan mengharapkan sebuah kejutan, karena kejuta yang diharapkan berarti bukan kejutan donk, dan nggak jarang justru orang yang menanti dan berharap amat sangat sama kejutan itu menuai kekecewaan karena selalu berekpektasi dan berasumsi berlebihan. So make it simple ajah sih, mulai invetasi kebaikan, landasi dengan ketulusan, tanpa pamrih, dan jangan mengharapkan apapun baik itu dari orang yang kita berikan perbuatan baik ataupun dari Tuhan. Karena sesungguhnya kepada orang yang tulus iklaslah Tuhan sering menunjukan kejutan-kejutan kehidupan.

Jadi yuk mulai berinvestasi, selain investasi uang, investasi kehidupan juga donk…

Karena sesunguhnya dunia akan menjadi sangat baik ketika orang berbondong-bondong melakukan kebaikan untuk orang lain tanpa pamrih.

Face the world with a kindness

Tian_ksw@02102013

follow @tian_ksw

5 Comments Add yours

  1. riuw says:

    Karena sesunguhnya dunia akan menjadi sangat baik ketika orang berbondong-bondong melakukan kebaikan untuk orang lain tanpa pamrih <– slain tnp pamrih, tnp pandang bulu😀

    like this

  2. Yoseph says:

    Terberkati sekali bung Tian!
    Tapi investasi kebaikannya ngga perlu ditagih-tagih terus apalagi mengharap untung ya, kan itu pengertian investasi, hahahaha…

    Seringkali dalam memberi kita harus “melupakan saja sepenuhnya” apa yang sudah kita berikan dan lakukan. Banyak orang terjebak dengan kata “menabur”, sehingga selalu berharap hasil🙂

  3. Investasi kebaikan. Suka nih. Tuhan nggak akan pernah lupa pada si investor ya 😊

    1. Tian says:

      Yapp… investasi yang berbuah surga kk.. Heaven on earth and heaven for real… Selamat menabur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s