-Lelamun Sorean-

Sore ini aku hanya ingin melamun

Menatap semu bayang masa lalu

Menatap nanar cahaya masa depan

Mengintip melalui lubang kecil yang dinamakan waktu

Entah mengapa waktu berputar cepat sekali

Secepat sore yang berganti malam

Secepat tsunami yang menyapu daratan

Ada yang disebut bayangan masa lalu

Ada yang dikatakan impian masa depan

Tapi kini di sore ini

semua menyatu menjadi Satu

Berhenti di depan mata Nampak seperti nyata

Seperti sebuah benda dimensi yang dapat dipegang

Kumainkan benda yang kusebut masa lalu

Kupegang lebut, kuputar, kusentuhkan jariku

Rasanya dingin, ada bagian yang kasar ada bagian yang lunak

Bentuknya begitu abstrak tak dapat dibentuk lagi

Pada bagian yang kasar kutemukan bopeng kecil disana

Disudut tersembunyi jauh dari pandangan mata

Tapi nampak jelas saat bagian itu dihadapkan ke wajah

Sungguh buruk, sungguh rusak, sungguh hancur

Tak begitu lama kumenyentuh bagian kasar itu

Aku berpaling ke bagian lembut

Dimana hampir pasti tidak ada bopak

Goresanpun tak ada

Halus, mulus, rapi tanpa cacat

 ….

Kuletakan kembali benda itu

Kini ku sentuh benda disebelahnya

Benda yang disebutkan impian masa depan

Lebih hangat dibandingkan benda yang pertama

Dan Nampak halus lembut di semua sisi

Rasanya tidak ada kelembutan yang menyamai benda ini

Dan benda ini sangatlah fleksible, mudah dibentuk

Layaknya memegang butiran embun yang meleleh di tangan

Layaknya memegang sebuah lilin mainan seorang anak

Lembut layaknya busa yang menempel di tangan

Lembut… lembut sekali

Sesekali aku mencoba membuat sesuatu dari benda tersebut

Kubentuk menyerupai bola besar tanpa sudut

Dengan garis halus di setiap sisinya

Jadilah benda itu bola terlembut dan terindah

Dengan pantulan sinar sempurna di semua sisinya

Sekarang kubentuk segitiga

Menyerupai piramida diatas lautan pasir mesir

Dengan sudut cukup tajam di ketiga sisinya

Tapi herannya sudut itu terlihat sempurna tanpa melukai tangan

Piramida terhebat yang pernah kulihat

Lebih gagah daripada piramida yang ada di mesir

Lebih sempurna dengan warna emasnya

Kuubah lagi menjadi bentuk kesukaanku

Seperti lingkaran dengan sudut

Penuh kelembutan dan kehalusan

Ditambah dengan sedikit lekukan layaknya pelangi

Dan sebuah sudut gagah nian

Menjadi sebuah bentuk hati, sempurna

Perpaduan lingkaran dan piramida

Indah… indah… tiada bosan kumelihatnya

Memperhatikannya berulang kali

Braaakkk….

Pintu kamar dibuka mendadak

Sontak mata melihat spontan memandang

Dan saat kembali menatap dua benda tersebut sudah hilang

Hilang lenyap dari pandangan

Hilang lenyap dari sentuhan

Ahh… seandainya benda itu bisa kutemukan lagi

Pasti akan kusimpan dalam sebuah peti emas

Sebuah penanda akan hadirnya waktu

Sebuah peringatan akan kejamnya waktu

Sebuah pengingat akan Indahnya waktu

( Ditulis Oleh Tian_ksw sembari mendengarkan Hujan di mimpi-nya Banda Neira)

6 Comments Add yours

  1. hebat… panjang bangettt

    1. Tian says:

      lelamunan sore yang cukup panjang mbaa… namanya juga ngelamun..hehhhe..
      thanks sudah mampir

  2. Ryan M. says:

    Kereen! Keren banget! Seandainya kedua benda itu benar-benar ada *atau memang ada?

    1. Tian says:

      waahh thanks om ryan sudah mampir dan meninggalkan jejak… Andaikan nyataa yaah..hahhaha…

    1. Tian says:

      Thanks om andhika sudah mampir..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s