Handicap, Tak berdaya..

Inikah rasa sakit sesungguhnya

Inikah rasa ketidakberdayaan sesungguhnya

Inikah yang dinamakan ketidakmampuan

 

Bukan karena sakitnya

Bukan karena nyerinya

Bukanpula karena rasa nyut-nyutnya bengkak

Tapi karena perasaan tidak mampu, tidak berdaya, tidak berguna

 

Hanya seharian berada di kasur tanpa berbuat apa-apa

Seharian terbaring di kasur tanpa menyentuh hati siapapun

Seharian terbaring di kasur tanpa membuat makna berarti

 

Aku tak berdaya

Aku tak mampu

Aku tak sanggup

 

Bahkan untuk berjalan sejauh 3 meter saja

Waktu tempuh berasa seperti setahun lamanya

Untuk dapat bergerak duduk makan

Rasanya seperti menua untuk bergerak

 

Sudah sering kudengar kisah orang timpang

Yang tak berdaya melakukan apapun

Yang hanya duduk memohon belas kasihan

Yang seringnya dimanfaatkan untuk mengemis

Dan untuk memohon belasan lembar uang ribuan

Kadang cemoohan keluar

Kadang iba menyertai

Kadang acuh lebih mendominasi

Tanpa pernah memperhatikan rasa, kondisi dan simpati

 

Kini aku yang memohon belas kasihan

Kini aku yang memerlukan pertolongan tangan

Kini aku yang mengulurkan tangan bukan untuk member tapi meminta

Kini diriku yang tidak berdaya

 

Memang kemarin-kemarin aku memohon untuk istirahat sejenak

Lepas dari kekuatiran lepas dari urusan setres

Memang aku yang memohon untuk dapat sejenak menghembuskan nafas

Untuk sejenak dapat terlelap tanpa harus memikirkan segala di malam

Memang aku yang memohon untuk bisa sekali saja tak menuaikan tugas

Menghindari tanggung jawab, memilih untuk rehat

Tapi bukan yang seperti ini yang kuminta

 

Yah biar bagaimanapun,

Aku tak boleh kalah dengan keadaan

Aku tak boleh kalah dengan rasa sakitnya

Aku tak boleh kalah dengan rasa ketidakberdayaannya

Dalam doa sejenak kupanjatkan

Bukan untuk hilangnya rasa sakit

Bukan untuk sekedar sembuhnya sakit

Bukan untuk sekedar kempisnya bengkak

Tapi meminta untuk kekuatan tambahan

Baik jasmani maupun rohani

Dan meminta setiap hikmat dan pembelajaran

Dari apa yang kurasakan dan kuderita saat ini

Mungkin tak untuk sekejap

Tapi paling tidak untuk satu bab pembelajaran

Yang akan berguna untuk menjalani hidup selanjutnya

Dengan tetap percaya bahwa Tuhan beserta selalu

Dalam sehat maupun sakit

Dalam kuat maupun lemah

 

… Justru dalam kelemahanku,

Kuasa Tuhan menjadi sempurna

 

Oleh Tian_ksw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s