Negeri Tanpa Suara

Aku terbangun di sebuah negeri antah berantah

Yang sepengelihatan mata mereka sama seperti ku

Memiliki 2 mata, 2 telinga, 1 hidung, 1 mulut

Dengan rambut yang sedikit pirang

Senyum mengembang yang selalu terlihat

 

Negeri ini hanya berpenduduk sedikit

Uniknya dalam jumlah itu mereka terlihat nyaman

Uniknya dalam jumlah itu mereka terlihat mesra

Dalam jumlah itu mereka terlihat bahagia

 

Uniknya di negeri ini mereka tidak bersuara satu sama lain

Di negeri ini mereka tidak saling sapa dengan suara

Di negeri ini tak ada suara selain angin dan kicau burung

Tak ada ada kata meluncur dari mulut

Mulutpun hanya berguna sebagai tempat singgah senyum

Saat mereka saling bertatap, bertemu

 

Lantas dengan apakah mereka bertanya

Lantas dengan apakah mereka bersapa

Lantas dengan apakah mereka bercerita

 

Ternyata walau tak ada suara

Mereka punya kata

Kata yang selalu mereka tulis

Untuk bertanya, bersapa dan bercerita

Kata itu ditulis dan diberikan kepada yang dituju

Kata itu terpahat manis di dalam sebuah karya

Di dalam sebuah cerita kadang juga prosa

Kata cinta terungkap manis melalui sebuah puisi

Puisi yang ditenung di dalam sebuah lenan halus

Yang nantinya akan diberikan kepada yang sang cinta

Tanpa suara, tanpa canda, tanpa bicara

Hanya senyum menghiasi saat kata sampai kepada pembaca

 

Dalam hening dan sunyi

Ternyata ada sebuah cerita yang layak dibaca

Ternyata ada cinta yang layak disampaikan

Ternyata ada rindu yang layak diceritakan

Tanpa suara dalam kata

 

Lantas sudah berapa kata tercipta selama ini

Sudah berapa cerita yang tersampaikan sampai saat ini

Sudah berapa karya cinta yang terlahirkan sampai sekarang

 

Aku dibawa ke sebuah ruangan besar

Dengan sedert rak-rak dan karya yang berjejer manis

Masing-masing menyimpan sebuah judul yang layak dibaca

Dari tingkat sederhana hingga tingkat rumit

Jumlahnya? Ratusan, mungkin ribuan, ah tak terhingga

Jadi mungkinkah andaikata suara tak dapat menyampaikan maksud

Mungkinkah andai lidah menjadi kaku

Mungkinkah andai tak ada waktu untuk berucap setia dan berikrar janji

Mungkinkah andai semua mulut sudah berkata dusta

Mungkinkah kata dapat tersampaikan dengan tulus

Mungkinkah kata dapat tersampaikan tepat yang dituju

Mungkinkah kata bercerita dengan sendirinya

 

Di negeri ini mungkin

Dan semua bahagia tanpa suara

Karena kata berbicara lebih kuat daripada suara

Karena cinta terdengar lebih nyaring dengan rasa

Karena kata terdengar lebih tulus daripada suara

 

#Kata lebih kuat dari suara

#TIan_ksw210315

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s