Wahai Waktu

on

Ada waktu untuk menangis

Ada waktu untuk tertawa

Ada waktu untuk mencari

Ada waktu untuk dipertemukan

 

Kamu tau kenapa aku memulainya dengan waktu

Karena begitu banyak terima kasihku untuk waktu

Waktu yang menciptakan aku

Waktu yang menciptakan kamu

 

Waktu pernah sekali membohongiku

Katanya akan kutemukan hati yang tepat

Nyatanya kujumpai hati yang remuk

Katanya akan kutemukan orang yang tepat

Nyatanya kujumpai diriku yang menunduk

 

Waktu pernah sekali berjanji kepadaku

Untuk memberikan segalanya indah, katanya

Untuk memberikan segalanya tepat, katanya

Untuk memberikan segalanya sesuai, katanya

Karena itu aku harus berdoa, pintanya

 

Waktu pernah sekali mengujiku

Dia diam dalam rentetan doa-doa

Dia diam dalam teriakan-teriakan lantang

Dia diam dalam sendu menerjang

Dia diam dalam diamku

 

Waktu terlalu kejam

Membohongi

Membisikan janji

Menguji

 

Tapi aku tak pernah kecewa dengan waktu

Karena waktu itu setia

Setia mendengar setiap doa

Setia mendengar setiap pinta

Yang slalu diulang di setiap sela

 

Dalam diamnya

Waktu melihat isi hati

Yang setia berjanji

Untuk jatuh hati

Hanya kepada satu

 

Dalam ujinya

Waktu mengukur kedalaman hati

Dengan skala uji

Dalam ruang sanubari

Demi memenuhi sebuah janji

Dan kini waktu memberi

Apa yang didoakan selama ini

Apa yang diuji oleh hati

Apa yang akan terucap dalam janji

 

Untukmu, kepadamu, bagimu

Waktu memberi dirinya dibagi

 

Karena untukmu,

Waktu takkan pernah cukup…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s