Ketika Malam Tiba

Ketika malam tiba dengan segera

Ketika wajah sore tak lagi kentara

Ketika matahari masuk ke peraduannya

Ketika bulan mengambil alih tugas

Cahaya menenangkan

Cahaya melembutkan hati

Cahaya menyejukan suasana

Cahaya menghangatkan mata

Aku selalu suka dengan cahaya berpedar

Dalam gelap rona pancaran sinar

Yang terbungkus nyata dalam setiap harapan

Aku selalu suka dengan keheningan malam

Dalam setiap senyap terdengar sayup

Dalam setiap hembus terdengar syukur

Dalam setiap kerlip menyalakan kerlap

Dalam setiap silau mempesona hati

Aku selalu suka dengan suasana malam

Saat seorang bapak tua terkekeh pulang menuju rumah

Dengan segala aktifitas yang membuat penat

Dengan segala kesuh yang membuat resah

Dengan segala peluh yang menempel di ujung kerah

Tapi semua berganti saat membuka keceriaan

Yang hadir dalam hangatnya rumah

Aku selalu suka dengan pesona malam

Dengan berbagai sihir ajaibnya

Melalui hal-hal sederhana

Lihat saja ini:

Lampu taman

Lampu jalanan

Lampu kendaraan

Lampu gedung-gedung bertingkat

Senyum malu-malu

Aku selalu rindu dengan hadirnya malam

Kehangatan dalam setiap peluk

Keceriaan dalam setiap tawa canda

Kebahagiaan dalam semangkok bakso atau indomie rebus

Cerita-cerita absurb kita tentang ibukota

Dan tawamu dalam setiap kisah

Malam,

Semoga engkau menyampaikan rindu ini

Dalam keheninganmu

Dalam pesonamu

Dalam hadirmu

Kepada cintaku…

-k-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s