Naluri Bertahan Hidup

Siang ini buka path, ada sesuatu yang menarik perhatian saya. Yap sebuah artikel singkat yang ditulis oleh Pak Boss yang membuat saya berpikir dan merenung. Ijin Copas (sedikit diedit dengan gaya bahasa saya yah..) dulu yah Pak Boss artikelnya, siapa tau bisa memberkati lebih banyak orang.

Jadi ini artikelnya:

Apakah Anda tau bahwa seekor rusa larinya ternyata lebih kencang dari singa? KECEPATAN lari seekor rusa mencapai 90 km/jam, sedangkan KECEPATAN lari seekor singa hanya 58 km/jam.

Akan tetapi, meskipun kedua kecepatan lari kedua makhluk tersebut jauh berbeda sama sekali, anehnya seringkali singa begitu gampang memburu dan menangkap rusa serta memangsanya. Kok Bisa?

Ini faktanya, Ketika mengetahui seekor singa mengintai dan memburunya, seekor rusa berlari dengan secepat kilat untuk dapat menyelamatkan dirinya, akan tetapi dalam waktu yang bersamaan rusa senantiasa melihat kebelakang untuk mengukur jarak dengan si singa. Akibat seringnya rusa melihat ke belakang, kecepatan lari rusa jauh merosot dan membuat rusa mudah ditangkap oleh singa.

Penyebab utama rusa sering melihat ke belakang adalah ketakutannya yang teramat besar terhadap singa, sehingga seringkali si rusa lupa akan potensi larinya yang lebih cepat sehingga bisa meloloskan dirinya dari si singa. Agaknya ini naluri bertahan hidup dari si rusa yang sering menjadi kelemahan bagi si rusa.

Lain Rusa lain singa, pertanyaan bodoh yang sering dipertanyakan adalah mengapa singa mengejar rusa? Yah buat makan lah, naluri bertahan hidup dari kelaparan. Naluri sejati seorang pemburu adalah menyerang sekuat tenaga.Naluri inilah yang membuat singa memiliki cukup tenaga untuk menangkap rusa yang mampu berlari kencang. Bukan hanya strategi fisik yang diandalkan, tapi juga kecerdikan dan juga strategi mengendap-ngendapnya. Singa rupanya tau betul bahwa rusa memiliki lari yang kencang, diatas larinya si singa, oleh karena itu singa mengendap-ngendap, menebar terror ketakutan dan menyerang rusa selagi dia lengah. Bahasa kerennya ambush alias serangan mendadak.

Kalau artikel Pak Boss di path membahas mengenai pola pikir dan mental pemenang, kali ini saya melihat dari sudut pandang yang lain, yaitu naluri bertahan hidup. Segala makhluk di dunia ini sudah pasti dibekali naluri untuk bertahan hidup, termasuk juga manusia.

Ga percaya? Liat aja reaksi spontan teman-teman, sahabat, sodara atau bahkan pacar ketika mengalami masalah yang berat. Bermacam-macam reaksinya, ada yang lantas menangis kejer sembari minta dipeluk untuk ketenangan, ada yang mendadak diajak ngomong ga respon karena syok dan terbengong-bengong, ada yang lantas sok kuat menahan derita masalah tapi tatapan matanya kosong, ada yang lantas mengasingkan diri ke gunung huako untuk mencari ketenangan, ada yang lantas langsung bertengger di kafe atau bar terdekat menenggak sedikit kehangatan dan”solusi” yang terkadang malah bikin nambah masalah, dan macam-macamnya. Itulah yang dinamakan naluri bertahan hidup.

Seringnya naluri bertahan hidup ditambahi dengan berbagai macam perasaan, mulai dari sedih, gusar, kecewa, marah, putus asa, dan aura negative lainnya. Tapi tidak jarang juga ada yang menambahkan aura positif dalam naluri itu, contohnya rasa bersyukur dan berserah, serta berusaha menjadi kuat kembali. Kek istilah yang terkenal itu lho: ”Apa yang tidak membunuhmu, menjadikanmu lebih kuat”

Bersyukur kalau yang memiliki naluri bertahan hidup mengarah ke hal positif, seperti si singa, justru rasa lapar dan keinginan untuk bertaha hidupnya mampu mengalahkan kelemahan fisik dan mentalnya, hingga akhirnya dia mendapatkan solusi dari permasalah kelaparannya. Agaknya kita harus berlajar dari si singa, mengubah masalah hidup menjadi kekuatan untuk bisa bertahan hidup, untuk bisa mendapatkan solusi, untuk bisa mendapatkan kekuatan tambahan dan fokus tambahan, untuk bisa menjadi lebih kuat dari hari ke hari.

Naluri bertahan hidup yang kuat sesungguhnya adalah dalam cara yang paling hening, yaitu doa… Tidak perlu kalud dan kuatir berlebihan, cukup berlutut, tutup mata dan berdoa. Mau pake nangis monggo, mau pake curhat dulu ke Tuhan monggo, mau pake teriak-teriak monggo (asal teriaknya jangan ganggu tetangga yah..). Yang jelas, Naluri bertahan hidup kita akan semakin kuat asalkan kita tau bagaimana cara melewatinya, yaitu dengan menggandeng tangan Tuhan yang senantiasa siap untuk digandeng kapanpun.

Selamat Bertahan Hidup

-k-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s