Aaah… Hujaann…

Wahai hujan,

Tanpa permisi engkau datang seketika

Memerangkap segala jenis rasa di dalam zona

Membuat kami kelaparan menunggu harap yang sekejap

Membuat matahari merasa dipunggungi

Wahai hujan,

Mengapa sihirmu sungguh mempesona

Seketika merubah wajah muram bumi

Seketika mengubah gerah panas prahara

Seketika membuat bumi penuh dengan kata-kata

Mengalir deras bak luncuran tubuhmu yang mendera-dera

Mendera rindu, mengkalungi picisan

Wahai hujan,

Mengapa engkau dipuja-puja

Oleh asmara

Oleh rasa

Oleh suka

Oleh duka

Wahai Hujan,

Biarlah rasamu menjadi nyata

Untuk kerinduan kami akan secangkir cokelat hangat

Untuk kerinduan kami akan semangkok hirup hangat

Untuk kerinduan kami akan sebuah peluk

Dan untuk kerinduan kami untuk segera bertemu

Ahh… Hujan….

Agaknya hari ini kami tidak akan bertemu

Karena ada secuil seafood dan duren yang menghalangi kami

Sekali lagi, kami harus menahan diri…

Ahh.. hujaaan…

-k-

 

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s