Inspirasi pagi: kecoa unyu

Pagi tadi setelah datang ke kantor, mendadak perut sakit. Alhasil langsung menuju ke kamar mandi buat setoran di pagi hari. Nah di kamar mandi inilah pusat dari segala inspirasi, dan mendadak ada binatang yang paling disebelin orang karena jijik, yaitu kecoa.

Beuh jijik kali ini ngeliat kecoa ini, seakan-akan dia menatap kita yang sedang menikmati renungan dan inspirasi pagi di kamar mandi, penuh curiga, penuh tanda tanya, sedikit awkward moment banget sih. Yakali lagi pup diliatin sama kecoa.

Karena gerah diliatin terus sama kecoa, saya usirlah kecoa itu, Huss…huss…hus… dia bengong tidak mau pergi. Antara tidak mengerti atau tidak peduli. Huss…huss…huss… kali ini dengan menggunakan kaki, barulah dia bergeming sedikit. Tapi yang unik adalah pada saat kena tendang eh badan dia kebalik tuh, meronta-ronta sekuat tenaga untuk bisa membalikan badan lagi, nah pas udah balik badannya saya iseng tending lagi, dan dia kebalik lagi, meronta lagi.

Jadi ingat bahwa cara gampang untuk melenyapkan hewan menjijikan ini bukanlah dengan dipukul, atau dibakar pake flametower atau dikasih granat nanas. Cukup dengan ditebalikan saja badannya menggunakan kaki, dan dia akan meronta ronta. Nah pada moment ini, jikalau si kecoa berhasil membalikan kembali badannya, dia akan selamat. Tapi jika dia terlanjur lelah dan menyerah untuk meronta-ronta, yah sudah pasti dia akan mati dengan cepat.

Inspirasi sederhana, ternyata hewan paling menjijikan ini bisa membuat kita belajar tentang arti perjuangan hidup. Si kecoa harus meronta-ronta memperjuangkan hidupnya agar tidak mati. Jikalau berhasil membalikan badannya dia akan selamat, tapi jika berhenti berusaha dia akan mati. Sama dengan kita, yang seringkali dipertemukan dengan masalah-masalah hidup, baik itu berat maupun ringan. Seringkali kita harus “meronta-ronta” untuk bisa membalikan suatu keadaan hingga menemukan solusi dari masalah tersebut. Entah berapa lama kita berusaha dan berjuang, selama kita masih “meronta-ronta”, masih ada kesempatan kita untuk “hidup” dan bebas dari permasalahan tersebut. Akan tetapi kalau kita segera menyerah dan memilih pasrah dan diam, alhasil lambat laun kita akan “mati”. Mati tanpa berusaha, mati tanpa harapan untuk hidup, mati tanpa perjuangan.

Seorang bijak pernah berkata, orang paling malang di dunia adalah orang yang sudah kalah sebelum berusaha. Jadilah bijak dan kuat untuk dapat tetap berusaha “meronta-ronta” setiap kita menghadapi permasalah hidup ini, entah besar atau kecil, entah berat ataupun ringan. Selalu ada jalan keluar bagi orang yang mencarinya.

Selamat beraktivitas,

Semangat pagii…

-k-

One Comment Add yours

  1. winnymarlina says:

    iya ya dri hewa bisa belajar banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s