Pekerjaan Yang Membosankan

Apa pekerjaan paling membosankan di muka bumi ini? MENUNGGU

Apa hal yang paling menyenangkan di muka bumi ini? MENANTI SESUATU YANG PASTI

Kenapa-Menunggu-itu-Sulit-dan-Membosankan

Menanti kereta yang tak kunjung tiba, menanti bus kota yang ramai diujung jalan, menanti kemacetan yang tak kunjung terurai, menanti tanggal gajian yang tak kunjung tiba dan sederetan kata menanti lainnya yang bisa disebutkan.

 Setiap hari, setiap waktu dan setiap saat kita selalu diperhadapkan dengan penantian dan harus senantiasa menunggu. Menunggu dan menanti adalah hal yang akan sangat akrab di dalam kehidupan kita. Kadang membuat kesal kadang membuat senang, kadang butuh waktu lama, kadang sama sekali tak terasa.

Itu baru hal-hal yang akrab di sekeliling kita, belum lagi penantian jangka panjang yang terkait dan terikat seperti masa depan, jodoh, pekerjaan, cita-cita bahkan kekekalan. Lagi-lagi kita harus senantiasa menanti dan menunggu.

Pertanyaannya sederhana, kenapa kita harus menanti dan menunggu, kenapa kita harus selalu diperhadapkan dengan hal tersebut, padahal waktu kita akan senantiasa selalu terbatas dan dibatasi. Kenapa harus ada kata menanti dalam hidup.

Jawabannya yang kompleks, selama kita hidup dalam suatu rentang waktu, agaknya kita akan terus dan tetap menanti dalam penantian tahap hidup yang selanjutnya. Apakah penantian itu menjadi bagian hidup? Sudah tentu iya jawabannya. Penantian tidak bisa kita buang begitu saja di dalam hidup kita, sudah melekat tetap, dan menjadi bagian proses hidup.

Kadang bukan penantiannya yang harus kita sikapi, tetapi ada dua hal yang agaknya krusial untuk bisa kita sikapi dan fokus di dalamnya, yaitu apa yang kita nanti dan bagaimana sikap kita dalam menanti.

Apa yang kita nantikan menentukan indah atau tidaknya penantian kita itu. Dalam artian kita membicarakan seberapa pentingnya apa yang kita nantikan itu, seberapa berharapnya kita terhadap hal tersebut, seberapa pastinya penantian, dan seberapa layaknya hal tersebut dinantikan. Seorang yang dengan sabar menunggu dan menanti commuter line tiba sudah tentu merasa penting untuk menanti, penting supaya dia dapat pulang ke rumah, layak karena itulah sarana yang dia perlukan untuk pulang, pasti karena jadwal kereta yang sudah ada. Menanti gaji? Yah sudah tentu penting, waktunya pun biasanya sudah ditentukan, tinggal kita bisa menunggu dengan sabar atau tidak.

Lalu bagaimana sikap kita dalam menunggu?

Sesungguhnya pembelajaran karakter ituh adalah saat berada di stasiun kereta dengan situasi menunggu kereta api yang terlambat. Disitu akan terlihat semua bentuk karakter, sikap, dan mental orang yang menanti dan menunggu kereta tiba. Ada yang sabar luar biasa, ada yang ngomel-ngomel ndak jelas, ada yang menyerah kalah dan memilih naik kendaraan yang lain, ada yang cenderung menyalahkan orang lain, pokoknya buanyaak banget deh.

Jadi bagaimana seharusnya kita menikmati sebuah penantian itu?

Sederhana, anggaplah penantian itu adalah sesuatu yang layak diperjuangkan, selama apapun itu pasti tak akan bosan. Anggaplah penantian itu sesuatu yang pasti untuk dinanti, selama papaun penantian itu sudah tentu akan berbuah manis karena pasti. Anggaplah penantian ituh adalah permainan waktu, dimana kita harus senantiasa menikmati permainan itu dengan hati yang gembira layaknya orang yang sedang bermain video game.

Dan yang terakhir yang paling penting adalah, hendaklah setiap penantian itu selalu disertakan di dalam hal yang tepat dan kepada pribadi yang tepat, di dalam doa dan iman. Karena penantian akan selalu berbuah manis ketika kita menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan, Pribadi yang tepat, waktu yang  tepat dan tujuan yang tepat.

Selamat menanti.

Tian_ksw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s