Sebuah sastra

Resah di dadamu Dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini Dipisah kata-kata Begitu pula rindu Lihat tanda tanya itu Jurang antara kebodohan dan keinginanku Memilikimu sekali lagi #AADC2 *Salah satu alasan kenapa saya suka sastra monggo yang mau liat teasernya disini: Advertisements

Sajak Kecil Tentang Cinta

Mencintai angin harus menjadi siut Mencintai air harus menjadi ricik Mencintai gunung harus menjadi terjal Mencintai api harus menjadi jilat Mencintai cakrawala harus menebas jarak MencintaiMu harus menjadi aku Pengarang: Sapardi Djoko Damono

Perjumpaan slalu diawali dengan Rindu

“Kapan terakhir kali kamu berdoa?” “Ahh baru saja saya berdoa makan kok Tuhan, manknya Tuhan nggak dengar?” …… ….. Tidak ada lagi pertanyaan, tidak ada lagi suara. Aku merasa yakin bahwa jawabanku sudah benar sudah tepat. Senyum mengembang lebar di bibirku. Tapi sejenak aku terdiam, merenung, aku tau bahwa buka mengenai benar atau tidaknya jawabanku….

Romantisme di pagi hari

Pagi menjelang matahari mulai meninggi Sejenak kilauan cahaya terik mulai menyeruak masuk ke ruang Sejenak ku buka mata perlahan membiasakan mata untuk menggapainya Walau kadang tak kuasa untuk kembali menutup kelopak Rasa yang berlawanan bertarung di pikiran Untuk segera menyuruh bangun atau tidur lagi   Ada yang tidak biasa pagi ini Ada yang berbeda pagi…

Diisi apa yah ??

Sebuah mobil avanza hitam pekat terlihat menepi dan berhenti di depan sebuah warung kecil. Pemilik kendaraan itu turun dari mobil dan mendekati pemilik warung kecil itu. “ Bang, teh botolnya !!” Suruhnya. Dibukanya tutup teh botol, diambilnya sedotan dan dikasihkan kepada pemilik kendaraan tadi. “ Masukin ke situ bang, semuanya. Kalo kurang tambahin aja satu…

Headline News !!!

Siang ini aku terkejut dengan sebuah berita di salah satu stasiun tivi swasta. Rasa haru langsung mengalir di sekujur tubuhku, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Betapa tidak, baru saja kunyalakan televisi, ternyata ada berita mengenai pengorbanan seorang ibu untuk anak yang dikasihinya. Ibu ini memberikan hatinya untuk anaknya yang sedang sakit. Yah, hati…

Keluarga..oh…keluarga…

“ Sekali lagi kudengar suara piring pecah, AKU AKAN PERGI DARI SINI !!!!!” Jeritku dalam hati. “Tetapi jeritan itu tak dapat kulakukan, aku tak dapat melarikan diri dari neraka ini. Aku nggak bisa lari dari kenyataan ini, dan aku nggak bisa membuat papa dan mama berhenti berkelahi !!! “ Kataku dalam hati Dan tidak berapa…